Sep 262014
 
TANTANGAN: Helikopter N-Bell Pusat Penerbangan TNI-AL melintas di atas Selat Madura sambil mendemonstrasikan water jump oleh personel satuan pasukan katak. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

TANTANGAN: Helikopter N-Bell Pusat Penerbangan TNI-AL melintas di atas Selat Madura sambil mendemonstrasikan water jump oleh personel satuan pasukan katak. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

SURABAYA – Mabes TNI dijadwalkan merayakan HUT Ke-63 TNI pada Selasa (7/10) secara besar-besaran. Seperti tahun sebelumnya, acara yang digeber di dermaga Ujung, Mako Armada RI Kawasan Timur (Armatim), itu akan diisi beragam aksi unjuk kekuatan militer. Namun, tahun ini bakal lebih wah.

Sebab, kekuatan militer kali ini merupakan akumulasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) selama 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Meski tinggal menyisakan waktu tidak sampai dua minggu, persiapan tidak bisa dilakukan asal-asalan. Sebagai bentuk keseriusan TNI menghelat HUT yang melibatkan alutsista tiga angkatan itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun turun langsung untuk memimpin kegiatan geladi kemarin (25/9). Geladi kesiapan pasukan dan material tempur didemonstrasikan sesuai rencana pada hari H mendatang.

Seperti pada latihan-latihan sebelumnya, Moeldoko masih menunjukkan mimik kecewa. ”Saya belum puas dengan latihan di tiga media (darat, laut, dan udara) ini,” seru Moeldoko.

Dia menilai personel yang terlibat dalam defile, parade, dan demonstrasi tempur belum tampil secara maksimal. Karena itu, Moeldoko ingin prajuritnya terus membiasakan dengan cuaca kurang bersahabat.

Sedikitnya ada 11 demonstrasi yang berlangsung selama 176 menit atau 3 jam kurang 4 menit. Mulai aksi serangan udara langsung 2 menit dan Jupiter Aerobatic Team 18 menit (keduanya dari TNI-AU) hingga operasi lintas udara 9 menit oleh TNI-AD. Selain itu, bantuan tembakan kapal dan antikapal selam 4 menit, manuver tank menembak di laut 10 menit, terjun statik laut 9 menit, dan heli water jump3 menit (diperankan TNI-AL).

Pasukan khusus TNI juga kebagian mendemonstrasikan pembebasan sandera selama 20 menit. Selebihnya demonstrasi gabungan tiga matra bela diri militer modern selama 13 menit, defile pasukan dan material 64 menit, sailing pass 14 menit, dan flypass 10 menit.

Moeldoko menambahkan, dalam setiap geladi mesti dibutuhkan presisi tinggi. Jenderal bintang empat itu kemudian memerintah komandan satuan agar berlatih lebih keras.

Lantaran hendak menampilkan sesuatu yang sulit, dia meminta dalam setiap latihan demonstrasi tidak lagi mempertunjukkan sesuatu yang biasa. Mereka dituntut melakukannya dengan penuh tantangan dan terasa tidak mudah. ”Kalau demonstrasinya gampang, buat apa dipertunjukkan. Itu biasa saja, tidak ada nilainya,” tegas alumnus Akmil 1981 terbaik tersebut.

Dalam latihan sebelumnya, Moeldoko mengaku sakit perut ketika melihat kompi pamen dalam barisan defile dan parade. Dia spontan mengeluarkan ancaman bakal mencopot komandan satuan jika performa anak buahnya tidak berubah menjadi lebih kompak. Bahkan, dia juga berseloroh, prajurit yang tidak sesuai dengan ekspektasi dibuang ke laut saja. Apalagi lokasi defile dan parade di dermaga Ujung langsung berbatasan dengan Selat Madura. (www.jpnn.com)

 Posted by on September 26, 2014

  42 Responses to “Panglima Belum Puas Geladi HUT TNI”

  1. Alhamdulillah, selama beberapa lama , bisa juga mengambil posisi kesukaan bung Mirza, salam dari Cairo.

  2. smga defilenya kyk PLA..

  3. Lumayan 3 besar.

  4. manusia gak ada puasnya :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

  5. Panglima sakit perut, waduuh..yg bikin sakit perut panglima mau dibuang ke laut..ternyata beliau suka bercanda

  6. Urutan parade alutsista
    1.Leopart
    2.Marder
    3.Tarantula
    4.Scorpion
    5.Amx 13 ”REKONDISI”
    6.Astros MK-2
    7.Kaisar NEXTER
    8Anoa bonus penampakan ”TANK SBS PINDAD”
    9.DLL
    10.Cuma prediksi orang awam.

  7. Panglima bercandanya mengerikan he..he

  8. Di”buang ke laut”nya itu..ngresep banget.

  9. Saya suka kt2 beliau , pemimpin tentara macam ini yg kt butuhkan, tdk suka basa basi , tegas , ditakuti lawan dihormati kawan

  10. bung diego, bukannya 69 ya ko 63

  11. Byurrrrrrr……..

  12. Mungkin pada sibuk berat indonesia sedang kacau

  13. Jangan dibuang ke laut pak kasian
    jadiin tukang parkir tank ato rantis aja wkwkwk

  14. jempol,pak moel

  15. Pak moeldoko.. maaf saran dr penggemar,,untuk yg perutnya gendut2 surung berenang di selat madura sampe ilang tu gendutnya..

  16. Wah Bpk Panglima ini bercandanya kejam betul…masih marah ya pak dng kasus yg baru saja terjadi terhadap prajuritnya

  17. Semoga tidak ada korban jiwa dlm latihan ini.. Aminn

  18. ketawa saja pak moel….wong alutsistanya kurang gahar…

  19. Gareng Gareng Gareng kowe ning endi??

  20. Maaf Panglima tertinggi, saya mohon tolong lah agar TVRI juga disemprot atas kualitas buruk gambar disetiap penayangan HUT TNI. Semoga tahun ini kualitas gambar nya HD 1080p.

    • Maaf koreksi, Panglima*

      Kalau panglima tertinggi kan presiden 😀

      • Hahaha.. setuju bung. Kasian rakyat yg di pelosok ga bisa lihat. Tp.ada yg hrs di garis bawahi “demontrasi tank menembak di laut”. Kya nya Panglima mau menunjukan sistem ofensif dlm skala terbatas yg pesan tsb mau di tunjukan pd para tetangga agar jgn “USIL”

        • iy bung…kualits gmbrny elek…smga da yg upload d youtube lengkp…dr awal smpe akhir acra… 😀
          pgn bolos krja tp gk bs

        • Bung PR, bukan hanya kualitas gambar saja yg buruk tapi skenario pengambilan gambar juga buruk dan terkesan tidak profesional. Masa kita yg ingin melihat dan mengikuti setiap detil atraksi TNI, harus disuguhi pemandangan lain secara berulang2, seperti film action yg terpotong saat iklan. Bedanya klu film dipotong iklan, setelah iklan selesai penonton masih bisa catch up karna dimulai lagi dimana dia terpotong, sementara klu atraksi TNI terpotong oleh gambar pak SBY atau gambar lain nya yg tidak perlu, ya detil yg terpotong ya hilang begitu saja. Padahal begitu banyak masa jeda untuk men-shooting pak Presiden, petinggi TNI dan para tamu undangan. Posisi kamera nya juga begitu, seakan2 TVRI cuma menshooting dengan satu kamera, penonton tidak mengenali lapangan, contohnya.. TVRI memberi kesan bahwa defile TNI dimulai dari sebuah titik,lalu bergerak di titik yg sama dan berakhirnya juga dititik yang sama. Wkwk..

          Beda jauh klu kita melihat military parade nya Rusia dan China, pengambilan gambar memberikan detil yg sangat akurat dan terstruktur dengan baik sehingga memberikan kesan seakan2 penonton familiar dengan segala sudut lapangan nya dan juga merasa sedang berada disana, dan ini membuat penonton secara tidak sadar berdecak kagum, bukan hanya alutsista nya, alutsista gahar juga klu yg ngambil gambarnya TVRI, ya serasa seperti lihat mobil2 berbaris macet dijalan2 ibukota atau antre di Pom Bensin.. IMHO

          Anyway bung PR, saya sangat antusias menunggu aksi tank menembak dilaut, kuantitas tank tidak begitu penting, yg penting doktrin dan penerapan nya terlihat dalam show of force kali ini. Yes, pre-emptive strike!

          Terimakasih buat dedikasi dan kerja keras para panglima dan punggawa demi menjaga kedaulatan NKRI, dirgahayu TNI ke-69. Salam

  21. .siap komanadan……..ngos …..ngos…ngos…………..

  22. Siap Bos, sorry dan … angin di selat madura kenceng jd masuk angin deh … maaf kalo mda fit latihannya …

    Jangan dibuang ke laut dong ntar dimakan hiu.. hi hi

  23. wow andai saja saya yg jd anak buahnya trus di semprot dng candanya begitu
    bisa bisa terkencing kencing di celana hehe…
    mantap panglima yg satu ini salut

  24. Semoga acaranya lancar

  25. Kemaren pulang kerja jam 20.00 WIB, saya lihat iringan astros dari kodam ke karang pilang,,,wah kalo bener2 lihat dari deket rasanya gemeter !!! angker gitu bodinya,,krna dari dulu lihatnya cuman di monitor doang…bener2 syerem

  26. Bos Mayapada undangan VVVIP nich

  27. info saja dari kawasan sekitaran bekasi…pagi ini liat iring iringan pesawat CN…. kurang lebih 7 unit pesawat …kearah timur ….mo pada kemana ..ya…

  28. Pantesan sesepuh warjager gak pernah nongoll disini….# kena sprat sprot yaaa……hahahaha… 🙂 semangat !!!! dan jaga keselamatan…para sesepuh..kami menunggu kabarmu… 🙂

 Leave a Reply