Jul 252017
 

Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri. di Istana Merdeka, Jakarta, 25/7/2017 (Sekretariat Negara)

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan makna upacara Prasetya Perwira TNI-Polri 2017 yang melantik 729 Perwira di komplek Istana Negara adalah untuk menyadarkan para Perwira bahwa mereka bertanggung jawab kepada Negara.

“Dalam konteks ini saya ingin ingatkan bahwa mereka dilantik di Istana Negara oleh Kepala Negara bersama-sama TNI dengan Kepolisian RI maknanya ‘central of gravity’ Indonesia adalah soliditas TNI dan Polri,” kata Gatot Nurmantyo ditemui pada Selasa 25 Juli 2017 di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri terakhir yang dilakukan di komplek Istana Negara berlangsung pada 14 tahun yang lalu.

Menurut Gatot Nurmantyo, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan kepada para Perwira bahwa tantangan yang akan dihadapi oleh TNI dan Polri di masa yang akan datang akan berbeda dan lebih menantang dibanding sekarang ini.

Panglima TNI menjelaskan tantangan tersebut timbul dari perubahan situasi politik, keadaan ekonomi dan pertahanan serta teknologi.

“Kepentingan TNI dan Polri yang kuat dan dicintai rakyat. Saya pikir kepolisian juga begitu, bila bersama, pasti negara aman dan bisa jadi pemenang,” ujar Gatot Nurmantyo.

Panglima sempat berkelakar bahwa dirinya iri dengan para Perwira Remaja (Paja) yang dilantik di Istana Merdeka, Jakarta dan diberi wejangan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan Presiden mengatakan upacara pelantikan Perwira Remaja akan seterusnya dilakukan di komplek Istana Negara, Jakarta.

Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan TNI dan Polri harus terus bersinergi dan disokong oleh masyarakat dalam menghadapi tantangan dari internal dan eksternal negara.

Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri. di Istana Merdeka, Jakarta, 25/7/2017 (Sekretariat Negara)

Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengingatkan agar para Perwira terus membawa sikap mempererat soliditas bersama TNI dan Polri serta rakyat untuk menyelesaikan tantangan dan tugas.

“Kalau TNI dan Polri solid, semua masalah bangsa bisa selesai. Apalagi dengan sokongan rakyat, kita dapat hadapi kompetisi bukan internal saja tapi antar bangsa,” tegas Tito Karnavian.

Selain itu, Tito Karnavian menjelaskan dirinya terenyuh sewaktu melihat upacara tersebut, seakan bernostalgia sewaktu pelantikan dirinya pada 30 tahun lalu.

“Saya pikir ini dalam rangka memberi kebanggaan kepada adik-adik kita Perwira Remaja, ini sebab dulu saya begitu. Saya terenyuh sebab 30 tahun lalu saya berdiri di situ,” ujar Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Presiden Jokowi bertindak selaku Inspektur Upacara yang melantik sebanyak 729 orang Perwira Remaja (Paja) TNI-Polri.

Presiden juga sudah menganugerahkan Adhi Makayasa sebagai penghargaan kepada lulusan terbaik taruna taruni di setiap Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian kepada Samsul Huda Perwira lulusan Akademi Angkata Laut, Bernardinus Yoga Kristian P erwira lulusan Akademi Angkatan Udara, Wiraswanrill Sagala Perwira lulusan Akademi Militer dan Ade Hertiawan Yuliansyah Perwira lulusan Akademi Kepolisian. Antara.

Bagikan:

 Leave a Reply