Mar 172015
 
Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, memimpin apel siaga menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2014). Apel gabungan ini melibatkan 2.400 personel dari tiga angkatan di TNI dan Polri untuk pengamanan acara pelantikan 20 Oktober mendatang.

Panglima TNI, Jenderal Moeldoko (KOMPAS.com)

SURABAYA, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengingatkan peserta Pendidikan Reguler (Dikreg) XLII Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Tahun 2015 terhadap adanya perkembangan realisme berupa pelemahan terhadap kekuatan negara.

Hal itu disampaikan Panglima TNI saat membuka pendidikan reguler Sesko TNI di Aula Sesko TNI Bandung, Jawa Barat.

“Saat ini ada kekhawatiran penguatan militerisme yang disuarakan 1-2 elemen masyarakat terhadap banyaknya MoU TNI dengan Kementerian atau Lembaga,” kata Moeldoko dalam keterangan pers dari Pusat Penerangan TNI yang diterima pada Selasa (17/3/2015), seperti dikutip Antara.

Menurut dia, hal itu merupakan realisme pemikiran untuk mengkotak-kotakan dalam menangani permasalahan bangsa. Selain itu, pemikiran itu hanya melihat hitam putih dengan tendensius untuk memisahkan TNI dari pemerintah dan rakyat, tanpa melihat realisme yang berkembang.

“Tugas realisme yang ditetapkan undang-undang untuk TNI adalah mengatasi aksi terorisme; mengamankan wilayah perbatasan; dan mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis,” katanya.

Selain itu; membantu tugas pemerintahan di daerah; membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat; membantu menanggulangi akibat bencana alam; dan pengungsian.

Berikutnya, pemberian bantuan kemanusiaan, membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue), serta membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan, adalah tugas yang realismenya telah ditetapkan oleh undang-undang.

“Jadi, TNI memiliki perspektif realisme bahwa negara masih merupakan satu-satunya aktor utama dalam hubungan internasional dan negara adalah sebagai kekuatan yang paling tinggi,” kata Moeldoko.

Dalam kaitan tersebut, Panglima TNI mengingatkan kepada para siswa Sesko TNI 2015 untuk tidak terpengaruh oleh pemikiran kontra-realisme dan isu kondisionalitas, yang mencoba lagi memisahkan TNI dan rakyat.

“TNI akan melanjutkan tugas sesuai yang digariskan oleh undang-undang dan kebijakan pemerintah. TNI dan para perwira di dalamnya tidak boleh berpolitik praktis, tetapi manakala dalam membangun bangsa ini ada komponen yang meminta bantuan, TNI tabu untuk menolaknya, karena tugas bantuan itupun adalah amanah undang-undang,” katanya.

Ke-150 Perwira Siswa (Pasis) yang menjadi peserta pendidikan itu terdiri dari Perwira Menengah (Pamen) TNI dan Polri berpangkat Kolonel, 61 Pamen dari TNI AD, 40 Pamen TNI AL, dan 40 Pamen TNI AU.

Selain itu, dua Pamen Polri serta tujuh Pasis dari mancanegara yang masing-masing satu orang dari Mali, Saudi Arabia, Korsel, Thailand, Singapura, Malaysia dan Australia.

“Kerja sama antarnegara dapat dilakukan untuk kepentingan negara dan juga untuk mengumpulkan kekuatan dengan tujuan utama guna mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta terciptanya stabilitas dan keseimbangan dunia internasional,” kata Panglima TNI.

Selain itu, Panglima TNI juga menekankan kepada para siswa untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kapasitas serta kapabilitas diri siswa, yang dijiwai prinsip dan semangat membangun interoperabilitas TNI dengan mengeliminasi ego sektoral.

“Itu karena tantangan ke depan menuntut kompetensi individu dalam konteks Interoperability Triservice atau Trimatra Terpadu dengan mengeliminasi ego sektoral. Dengan ketiga hal tersebut, TNI dapat melaksanakan tugas yang diembankan negara dan pemerintah,” katanya.

Dalam konteks akademis, Panglima TNI berharap kajian-kajian strategis terhadap kondisi faktual saat ini dan kecenderungannya, harus menjadi atensi dengan porsi yang memadai. Setelah para Perwira selesai dari pendidikan ini, mereka akan menghadapi realisme tugas yang sesungguhnya. (KOMPAS.com)

 

Berbagi
 Posted by on March 17, 2015

  16 Responses to “Panglima TNI: Ada Pelemahan terhadap Kekuatan Negara”

  1.  

    Jayalah Pak Moel Next presiden RI

  2.  

    Waspada selalu akan rancangan asing maupun grup separatis untuk memecah belah NKRI. Mantap Pak Moeldoko!

  3.  

    Waspada terhadap segala rancangan asing maupun kelompok separatis yang ingin memecah kesatuan NKRI. Mantap Pak Moeldoko!

  4.  

    NKRI ini terlalu lemah untuk melawan separatis ,,
    Dan takut akan Ham ,,
    Lemah dalam menghadapi musuh dalam selimut .
    Contolah myanmar yg brani mengempur separatis walaupun salah sasaran ,,
    Ingat separatis adalah Kangker yg mengerogoti kedaulatan Indonesia !!
    Jayalah Indonesia .

  5.  

    Jangan Pisahkan ABRI dengan RAKYAT..!!!!!

    berharap S-400….

  6.  

    Mendukung total dengan sikap panglima…,
    TNI dan Pemerintah diharapkan lebih bersinergi lagi untuk membasmi antek dan potensi pelemahan bangsa kita.
    Saat ini hanya tinggal TNI yang menjadi tumpuan untuk mengamankan dan menyelamatkan negara. Institusi kenegaraan yang lain sudah kurang bisa diandalkan dan dipercaya. Hanya mencari penyelamatan dan keuntungan bagi golongannya saja, tidak peduli akan destabilitas yang ditimbulkan terhadap bangsanya. Pikiran mereka hanya jabatan dan kekayaan, omong kosong akan sumbangsih untuk negerinya.
    Bravo TNI….!

  7.  

    Malam bung PCM,lama gak keliatan,ternyata sakit.insyaAllah bung PCM sehatan kemudian.
    Masalah geng motor bung,coba dibikin keamanan swakarsa dulu bung. Dulunya saya kenal banyak dengan geng motor dan bener,totally mereka sebenarnya cupu cupu sekali.
    Keamanan swakarsa ini,digalakkan dari rt/rw/kelurahan. Laporkan dulu ke polisi dan dicopy/foto bukti laporan tersebut. Jika memang dari kepolisian respon telat,bawa ke koramil dstnya.
    Saya dulu dengan bbrp temen,tidak sampai 5 org melakukan swakarsa dengan cara,meneror balik anggota geng motor satu persatu.
    Pentolannya saya eksekusi di kuburan jam 11 malam,setelah melakukan obserbasi langsung diculik dari depan rumahnya.
    Maju tak gentar bung PCM!!!

    •  

      bagus sekali ide “gila” bung sukrov. teror dibalas dengan teror pula….

      ya benar langkahnya…..

      cuman 1 pertanyaan ane. dgn cr bagamanakah bung mengeksekusinya pentolan tsb, apa sdh mati pentolannya tsb.

      @PCM, turut sedih suasana disana ,mendoakan agar teror bisa diberangus ..
      @ wahai generasi indonesia tua ,muda, mari bersatu padu kita hadapi proxy war nyata merongrong indonesia

      @BIN, mana hasil inteljen anda?
      @TNI, kami mendukung langkah nyata untuk bantu polri dlm mengamankan situasi indonesia saat ini. saatnya kewibawaan negara RI dipertaruhkan …
      sikat perongrong RI meski rakyat sendiri karena nyata mereka ingin indonesia hancur….

  8.  

    presidennya

  9.  

    semoga cepat sembuh bung pcm, sebetulnya mereka itu orang orang di sekitar kita juga, para penganggur pemalas dan peminum mereka bisa melakukan apa saja karena ada gengnya dan dalam pengaruh minuman, pengamanan swakarsa perlu ditingkatkan dan tidak kalah penting peran pemerintah bagaimana bisa menciptakan lapangan pekerjaan, pada era orde baru prinsipnya rakyat tidak kelaparan dan bisa bekerja sehingga tidak banyak pengangguaran pada usia produktif yang akan menimbulkan exses kejahatan kemiskinan dan penyakit sosial lainnya.

    Salam damai Indonesia

  10.  

    semoga cepat sembuh bung.
    kita tingkatkan pam swakarsa, bila perlu mengikutkan organisasi masyarakat.

  11.  

    @ki rotan kalo kaya rusia ga apa2, tau kan negara2 eropa utara (swedia, finlandia), contoh yg bagus, mereka selalu berbeda sikap dengan negara nato kebanyakan soal politik luar negeri tp jg jangan kaya korea utara lah

 Leave a Reply