Nov 102017
 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 9/11/2017.

Jakarta, Jakartagreater.com – Dalam menangani masalah penyanderaan warga sipil di Kampung Kimbely dan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, TNI akan melakukannya dengan cara persuasif melalui negosiasi sehingga jangan sampai ada korban.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media seteah selesai memberikan pengarahan kepada peserta Seminar Sehari Kerjasama TNI dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pada Kamis 9-11-2017 di Aula Gatot Soebroto Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

“Saat ini TNI sedang melaksanakan pengamatan dan pengintaian, karena yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah masyarakat umum, maka penanganannya harus teridentifikasi dengan jelas,”  kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 9/11/2017.

Lebih lanjut Panglima TNI menuturkan bahwa dalam pelaksanaannya akan dilakukan dengan cara soft dan negosiasi serta himbauan untuk membebaskan warga sipil yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka, bagaimanapun juga rakyat harus kita lindungi. “Kita juga menyiapkan cara-cara yang hard dan harus dilakukan dengan sangat teliti,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo .

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa Pangdam XII/Cenderawasih telah melaporkan peristiwa penyanderaan oleh OPM terhadap warga sipil. “Saat ini TNI telah bekerja sama dengan Kepolisian dan membentuk tim gabungan dalam menangani masalah tersebut,” tuturnya. (Puspen TNI).

  11 Responses to “Panglima TNI : Bebaskan Warga Sipil dengan Persuasif Melalui Negosiasi”

  1. Tujuan mereka menyandera itu apa? Apa krn protes pada NKRI atau persoalan perut rebutan lahan kebun?

    • awas bung – harus2 hati2 dalam bertindak karena mereka itu ada produsernya
      bisa jadi tar malah kambing hitam. bisa juga mereka yg menyandra 10 dan 10 sipil yg dipaksa pakai senjata kosong jadi tameng – kena dor HAM teriak2
      -contoh aja video demontrasi aj di edit jadi contoh kekerasan oleh aparat
      -contoh orang carok antar pribumi karena mabbok aja diedit jadi HAM tni
      -anehnya video hoax dan editan ,palsu bebas di yutube

  2. Turunkan densus lah. Detasemen kebanggaan polri. Teroris aja di hantam

  3. Utamakan dialog, hard power alternatif terakhir.

  4. Kita lihat dari mana mereka dpt senjata, motif dan otak di balik itu. Ultimatum untuk menyerah.

  5. “Saat ini TNI sedang melaksanakan pengamatan dan pengintaian, karena yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah masyarakat umum, maka penanganannya harus teridentifikasi dengan jelas,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

    ——————–_———————_————————–

    Bung Jimmy …..tolong dikasi tau tuh panglima, bahwa nyebut OPM itu berarti beliau bukan org Indonesia menurut bung TN Phd.
    Makin lama makin terbebani dng gelarnya spt nya…hehehe

    • Lho kemaren Kapolda Papua menyatakan penyanderaan dan dibantah oleh Kapolres, satu institusi aja bs gak klop. Panglima membenarkan ada penyanderaan cuma gak srek aja mereka disebut OPM makin besar kepala mereka, seharusnya disebut aja lgsg teroris jgn KKB atau OPM agar operasi penumpasan bs lbh leluasa. Negara musang jg harus ditekan dgn bukti2 konkrit dilapangan jg eleminasi operator2 lapangan mereka sebagai pensuport logistik,perenjataan dan pelatihan! Efek Freport ditekan renegosiasi harus py smelter dan pembelian saham Pemerintah 51% maka bergejolaklah papua dgn Proxy melalui bidak lokal!he.jast Imho.

      • Susah di sebut teroris bung.
        Institusi polri saja yg mempunyai detasemen pemberatantas teroris bila ada yg ngebom bukan berbau arab2 tidak di sebut teroris sebatas teror. Hahaha
        Jadi penasaran apasih panjangan atau kode apa IS ini . Karena ada IS ini hukumannya pun berat bahkan tembak mati di tempat.

  6. Tinggal menunggu hasilnya..!!

 Leave a Reply