Jul 052019
 

Bandung, Jakartagreater.com   –   Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P bersama Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Letjen Melvyn Ong memimpin sidang Combined Annual Report Meeting Indonesia-Singapore High Level Committee (CARM Indosin HLC) ke-22 tahun 2019 pada Rabu 3-6-2019  di Markas Komando Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Bandung Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto selaku ketua delegasi Indonesia menyampaikan bahwa pelaksanaan Sidang ke-22 CARM-Indosin HLC tahun 2019 dilaksanakan di Markas Komando Sesko TNI Bandung, dengan tujuan agar Letjen Melvyn Ong beserta segenap anggota Delegasi HLC Singapura lebih mengenal satuan di jajaran TNI. Terlebih Jenderal Melvyn merupakan alumni Seskoad yang juga terletak di Bandung.

Panglima TNI menyampaikan bahwa Indonesia dan Singapura merupakan negara tetangga, sehingga sudah menjadi tujuan bersama untuk bekerja sama secara produktif guna menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan, khususnya ASEAN, sehingga akan memberikan banyak kontribusi bagi dunia yang lebih bermartabat.

Salah satu tujuan pelaksanaan CARM Indosin HLC ke 22 adalah untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, dan membahas kerja sama militer kedua negara yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis, serta dapat mendukung kepentingan kerjasama bilateral Indonesia dan Singapura.

Panglima TNI mengajak semua pihak, khususnya para Ketua Komite HLC, untuk lebih pro-aktif dalam membahas langkah-langkah kerja sama militer Indonesia dan Singapura di masa mendatang. Tentunya semua pihak mengharapkan bahwa Sidang HLC ini, akan menghasilkan kesepakatan yang produktif, komprehensif serta strategis bagi kepentingan angkatan bersenjata kedua negara.

Sementara itu Panglima Angkatan Bersenjata Singapura atau Singapore Armed Forces (SAF) Letjen Melvyn Ong menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai tuan rumah sidang CARM-INDOSIN HLC ke-22 tahun ini.

“Saya senang sekali dapat kembali ke Bandung, Kota Kembang yang indah, di mana saya memiliki banyak kenangan yang indah selama belajar di SESKOAD” tutur Letjen Melkvyn Ong. Lebih lanjut Letjen Melvyn Ong menyampaikan keberhasilan kemitraan berasal dari visi bersama, yaitu kerja sama untuk memperoleh manfaat yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Singapura.

Semangat kemitraan yang saling menguntungkan, serta prinsip untuk saling menghormati dan memahami, tetap menjadi landasan bagi hubungan bilateral kedua angkatan bersenjata.

“SAF dan TNI memiliki keyakinan yang sama bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat menghadapi ancaman keamanan sendirian. Oleh karena itu, sangat penting bagi militer untuk bekerja sama secara erat dalam rangka mengatasi permasalahan yang timbul dari lingkungan keamanan yang semakin kompleks”, tegas Pangab Singapura. (Puspen TNI)

  One Response to “Panglima TNI dan Pangab Singapura Pimpin Sidang CARM Indosin HLC”

  1.  

    Prof. Hikmahanto Juwana: Indonesia Belum Aman dari Ancaman Serangan Negara Asing
    Juli 3, 2019 …Ini Pakta….Buka Hoax….Penyelesain Perbatasan Ambalat dengan Vietnam dan Malaysia yg Belum Tuntas….Penyelesaian Tapal Batas Ligitan dan Camar Bulan dg Malaysia juga Belum Tuntas….Vietnam Juga semakin Berani dan Arogan di Laut Indonesia ( Dampak Pembatalan pembelian SU35 dar Indonesia ). Masalah Papua Barat , termasuk Sparatis OPM juga Gerakannya semakin Berani ( Dampak pembangunan Pangkalan Militer USA dan Australia di Papua NewGini ) ….Pengadaan Alutsista Canggih Hanya Sebatas Kemampuan Anggaran dan Bukan Berdasarkan Kebutuhan , Sehingga Pencapaian EMF sangat lamban…Begitu Juga Pencanangan Tol Laut hanya sebatas angan angan ( Jauh Dari Bara api daripada Panggang )….Pemerintah Harus Berani Menyelesaikan Masalah ini dan Jangan Berlarut larut, Mumpung Sekarang Ini Indonesia Lagi Punya Power di Mata Dunia dan PBB…Bisa Berbahaya Bagi Kedaulatan NKRI kalau Hal Ini Tidak segera dielesaikan…Segera Pemerintah Borong Alutsista Canggih Karena Kebutuhan ….Karena Kita Punya Tetangga Tidak semuanya Baik dan Tulus….Kebanyakan Merongrong Kedaulatan NKRI….Mohon Maaf…Ini Hanya Pemasukan dan Saran….Semoga di Dengar