JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 262018
 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menghadiri pembukaan Festival Sholawat Nusantara tahun 2018, yang di buka secara resmi oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, ditandai dengan pemukulan Bedug.

Sentul, Bogor, Jakartagreater.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menghadiri pembukaan Festival Sholawat Nusantara (FSN) tahun 2018, yang di buka secara resmi oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, ditandai dengan pemukulan Bedug bersama-sama dengan Menteri Agama RI Lukman Syaefuddin, Ketua MUI KH. Makroef Amin dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, pada Sabtu malam 24 Februari 2018 bertempat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden yang digelar mulai bulan Maret s.d. Desember 2018 adalah lomba berjenjang yang digelar diseluruh Indonesia. Lomba ini melantunkan pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW sebagai ekspresi kecintaan kaum muslim kepada pribadi beliau yang sangat mulia.

Lomba ini dimulai dari Tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi sampai Tingkat Nasional. Peserta lomba terdiri dari pelajar, santri, Komunitas Pesantren, Jamaah Pengajian, Majelis-majelis Zikir diberbagai wilayah dari instansi pemerintah termasuk PNS, TNI dan Polri. (Puspen TNI)

Bagikan:

  2 Responses to “Panglima TNI Hadiri Pembukaan FSN 2018”

  1.  

    Sejak Kasus Ahok dan demo berjilid-jilid, acara bernuansa Islami secara Nasional semakin semarak termasuk juga di TV. Presiden, Panglima TNI hingga pejabat juga silih berganti berkunjung ke Ponpes dan Ulama atau Kiai. Apakah ini wajar ?? Wajar saja asal Pemerintah juga melakukannya pada umat beragama lainnya. Presiden menghadiri upacara pembukaan KKR Nasional misalnya atau mengunjungi Wihara, Kelenteng, bertemu dg Uskup atau berkunjung ke Gereja atau ke Pura.

    Prosentase Umat Islam di Indonesia memang sangat besar, sekitar 88% dari total penduduk. Namun itu tidak merata di seluruh Indonesia. Sebagian besar dari Mereka mendiami wilayah sekitar Sumatera, Jawa, Lombok, Sumbawa, Sulawesi, Maluku Utara dan Papua Barat. Sedangkan umat agama lainnya lebih banyak di Sebagian Kalimantan, Sulut, Bali, NTT, Maluku dan Papua.

    Indonesia itu multi etnis, multi ras juga, dan tentunya multi agama. Sedikit saja olahan bumbu SARA bisa membakar seluruh Indonesia.

 Leave a Reply