Panglima TNI Innovation Award

63
95
AK-47 Rusia
AK-47 Rusia

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko bicara soal inovasi demi memperkuat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI. Ia yakin TNI dan rakyat Indonesia bisa membuat senjata sefenomenal AK-47.

AK-47 sendiri adalah singkatan Avtomat Kalashnikova 1947. Senjata tersebut merupakan senapan serbu fenomenal yang merupakan rancangan Mikhail Kalashnikov.

“Dia yang membuat senjata AK-47 itu dan terkenal sampai sekarang,” kata Jenderal Moeldoko dalam rapat tertutup bersama tim dewan juri ajang ‘Panglima TNI Innovation Award’ di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/9/2014).

Jenderal Moeldoko meyakini di lingkungan TNI banyak inovator yang mampu membuat inovasi dalam bidang persenjataan yang bisa fenomenal seperti AK-47. Ia juga yakin putra-putri Indonesia di luar TNI punya kemampuan itu.

“Saya punya keyakinan penuh di lingkungan TNI juga banyak sebenarnya para inovator-inovator itu. Cuma, mungkin tidak terakomodasi, tidak terkomunikasi, yang pada akhirnya temuan itu begitu saja,” ucap jenderal bintang empat itu.

Berangkat dari keyakinan itu, Moeldoko optimis ajang ‘Panglima TNI Innovation Award’ disambut antusias. Katanya, ajang yang diselenggarakan oleh Mabes TNI bekerja sama dengan CIS School of Innovation dan Yayasan Planet Inovasi tersebut akan menampilkan berbagai inovasi anak bangsa.

“Melalui ajang ini kita garap dengan sebuah penghargaan yang mudah-mudahan bisa bergengsi nantinya, karena selama ini mungkin inovasi dipikirkan oleh teman-teman pemuda inovasi Indonesia. Tapi sekarang Panglima TNI juga ikut memikirkan inovasi,” imbuh Moeldoko

“Saya Ingin melihat potensi para inovator di TNI, demikian juga melihat para inovator di luar TNI yang memikirkan berbagai alutsista yang sangat memungkinkan, pada akhirnya bisa memberikan kontribusi positif bagi kemajuan TNI,” sambung Moeldoko.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko (VIVAnews/ Anhar Rizki Affandi)
Panglima TNI Jenderal Moeldoko (VIVAnews/ Anhar Rizki Affandi)

Ajang ‘Panglima TNI Innovation Award’ sendiri diadakan menyambut HUT ke-69 TNI. Panitia acara akan memilih dan memberikan penghargaan kepada 10 inovator yang terbagi dalam 4 kategori.

Para peserta merupakan organisasi, unit kerja, satuan, tim, atau individu dari TNI dan sipil yang memiliki karya inovasi dalam lima tahun terakhir. Kategori pertama diikuti finalis lomba karya cipta teknologi dan karya cipta ilmiah 2010-2014 yang diselenggarakan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan di lingkungan TNI.

Kategori kedua merupakan produk unggulan. Kategori ini adalah hasil karya kerja sama TNI dan organisasi di luar TNI yang inisiatifnya datang dari TNI. “Ada 30 produk unggulan yang akan diikut sertakan dan hal ini kami memperoleh data dari Dislitbang Angakatan,” kata Avanti.

Kategori ketiga kata Avanti adalah individu, tim, unit kerja, satuan yang ada di lingkungan TNI yang telah melakukan inovasi-inovasi tidak saja untuk lingkungannya di TNI, tapi untuk luar TNI atau masyarakat.

Kategori keempat, pesertanya dari luar TNI. Bisa dari individu atau unit kerja yang melakukan inovasi untuk TNI yang manfaatnya untuk penunjang tugas dan kemajuan TNI.

“Penjaringan peserta kami lakukan proaktif. Kami dari panitia mencari, menemukan melalui riset kajian. Kedua peserta boleh mengajukan diri atau pihak lain yang mengajukan nama peserta,” imbuh Ketua Umum Yayasan Planet Inovasi itu.

Bicara kriteria peraih penghargaan, Avanti menjelaskan, penilaian dimulai pada faktor apa yang membuat inovasi tersebut muncul. Selain itu, bagaimana proses inovasi itu dilakukan, dan apa dampak dari inovasi itu sendiri.

“Karena inovasi, sebagus apa pun ide yang dihasilkan kalau belum memberi dampak sebetulnya belum dikatakan inovasi. Jadi poin pentingnya adalah tidak sekadar ada ide membuat menjadi produk, tapi untuk apa? Outcome atau dampak menjadi poin penting yang kami perhatikan di samping proses dan input inovasinya,” jelas Avanti.

Seluruh proses penilaian dan pencarian para inovator akan dilakukan hingga menjelang HUT ke-69 TNI. Penghargaan ‘Panglima TNI Innovation Award’ akan diberikan kepada pemenang pada 7 Oktober 2014 di Surabaya bertepatan dengan HUT ke-69 TNI. (detik.com).

63 KOMENTAR

  1. Pasti bisa asal didukung sepenuhnya oleh pemerintah lewat R&D dan aturan yg tegas agar user wajib membeli dan menggunakan produk2 buatan putra-putri indonesia

    Trus rencana pemerinta yg baru apa?….
    Menghemat anggaran untuk mensejahterakan rakyat kan, trus ini ada berita sperti ini lagi maksut dan tujuanya apa, wong saat ini negara kita aman og malah ada rencana sperti ini lagi, apa ini nama bukan pemborosan πŸ˜€

    Pak presiden terpilih saya mohon pilihlah pembantu2 anda yg benar2 cinta NKRI agar mau berjuang demi kejayaan dimasa yg akan datang

  2. Kalau gue jadi menteri perdagangan/bumn, gue suruh pindad bikin copyan ak 47 lalu jual ke pasar USA + Africa + timur tengah + black market Hampir semua negara ex pakta Warsawa + China + Israel + UKM senjata di USA (sudah ADA ak 47 made in USA) melakukannya. Uni soviet ngga pernah mempatenkannya. Nah paten m16/ar 15 juga sudah habis. Pindad bikin juga ar 15/ m4, jual ke USA. Demand ADA market ADA. Buat APA cape2 bikin senjata lebih ok dari ak 47? Habis itu panglima tni mengganti ss1 ss2 dgn AK 47 made in Pindad. Ak47, ak 74,ak 102 lebih hebat dari ss1/2.

  3. Ilmuwan Indonesia bejibun dan siap menghadirkan teknologi teknologi terbaik unruk Indonesia baik untuk militer atau sipil
    Jgn ragukan kualitasnya,beri kepercayaan dan lihat hasilnya dalam beberapa tahun ke depan
    klo kita mau memanen,kita harus mau menanam