Feb 182015
 
Panglima TNI Jenderal Moeldoko menggelar jumpa pers terkait dugaan oknum bintara pembina masyarakat (babinsa) yang mengarahkan masyarakat memilih pasangan capres dan cawapres tertentu, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (8/6/2014). Moeldoko meminta publik tak resah dengan kasus tersebut dan menjamin TNI tetap netral, serta jalannya pilpres akan dikawal dengan baik.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko

Jakarta – Kisruh antara KPK dengan Polri semakin memanas saat ini. Meski TNI demikian, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan TNI tak akan menggerakkan pasukannya. Saat ini kondisi konflik dan potensi gangguan pertahanan negara masih dalam kategori low intensity.

“Kami perlu melihat konteksnya. Kalau sudah memasuki medium intensity apalagi high intensity, no way! TNI harus turun. Sekarang masih masuk low intensity,” ujar Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Rabu (18/2/2015).

TNI disebut Moeldoko memiliki ukuran dan indikator untuk bisa menentukan kadar konflik atau potensi gangguan dan kondisi pertahanan negara saat ini disimpulkan masih masuk dalam kategori low intensity. Sayang, mantan Pangdam Siliwangi tersebut tidak bersedia menjelaskan mengenai kriteria yang dimaksud.

“Oh kita punya ukuran, punya indikator. Dari situasi hijau, hijau ke kuning, kuning ke merah, kita memiliki indikator untuk itu. Kapan TNI harus melakukan hal-hal yang diperlukan dalam situasi,” kata Moeldoko.

Meski riak-riak pertikaian sudah mulai terlihat dalam kisruh KPK-Polri, untuk saat ini TNI belum mau terlibat. Panglima TNI hanya mengingatkan kepada pihak-pihak terkait agar jangan sampai mengganggu stabilitas nasional. TNI menegaskan akan langsung turun tangan jika negara sudah terancam.

“TNI tidak mau melibatkan diri dan terlibat yang itu tidak masuk domain TNI. Kalau masih konteks hukum dan politik silahkan ditangani. Kalau sudah mengganggu stabilitas ya TNI perlu turun tangan ya kita akan turun,” tegas Jenderal Bintang 4 tersebut.

Kisruh KPK dan Polri semakin memanas usai Komjen Budi Gunawan memenangkan praperadilan dan juga karena ditetapkannya Ketua KPK Abraham Samad. Reaksi dari masyarakat cukup kencang untuk membela KPK. Namun beberapa aksi dukungan kepada Komjen BG pun juga bermunculan. (Detik.com).

Bagikan :

  69 Responses to “Panglima TNI: Kalau Konflik Sudah High, Kami Harus Gerak!”

  1.  

    Next RI 1 sdh bersiap siaga nihh

  2.  

    Lanjutkan Jendral..

  3.  

    Siapkan leopardnya Pak..

  4.  

    Aha..terima kasih Panglima…tensinya sudah sedikit menurun lagi, mungkin karena komentar anda ini akhirnya dipilihlah pak BH yang diajukan jadi Kapolri yang baru. Mudah-mudahan bisa membuat Polri kembali sebagai abdi hukum yang benar.

  5.  

    Profesional pak moel

  6.  

    Panglima lagi sibuk nih. Belum sempat urusin SU35. Jgn jgn di tunda dl

  7.  

    Yupps..betul pak Moel..kalo kondisi sudah berbahaya bagi NKRI sudah seharusnya TNI turun tangan..

  8.  

    Dah agak reda ini,,
    ayo pak jokowi ganti mikir alutsista :mrgreen:

  9.  

    Pastti sdah ad planing A….planing B….planing C dan seterusnya…..terburuk KUDETA MILITER saja next RI1……

  10.  

    Memang belum saatnya TNI turun tangan.Cukup TNI awasi saja.Jokowi sudah bergerak kok,udah ambil putusan.Tinggal pelan pelan benahi kedua institusi negara ini. Jokowi sudah menunjuk BH calon kapolri baru,tinggal bolanya di DPR.

  11.  

    Sabar Pak santai dulu saja tunggu Su-35 kelar ditanda tangani dulu aja, tapi kalo beneran TNI mo bergerak mending semua saja disapu Pak jadi gak ninggal bekas noda Lama2 capek Pak liat kelakuan para Elite Politik sekarang

  12.  

    @bung biru langit:Nyambung bung, silahkan di pelajari lagi bung tugas dan wewenang TNI, jika negara dalam kondisi darurat.contoh kasus thailand bung, militernya turun tangan krn konflik politik yang berujung pada terancamnya negara tersebut.
    maaf kalo ada salah kata (pendapat tukang servis komputer)

  13.  

    tembakin ja stu persatu oknum kpk atau polri yg coba mengusik kedamaian nkri tercinta.
    musuh dlam selimut lbih berbhaya.

  14.  

    “Oh kita punya ukuran, punya indikator. Dari situasi hijau, hijau ke kuning, kuning ke merah, kita memiliki indikator untuk itu. Kapan TNI harus melakukan hal-hal yang diperlukan dalam situasi,” kata Moeldoko.

    Indikator diberikan oleh Bais?

  15.  

    saya dukung pa Mole secepatnya negosiasi SU35 2 skuadron, hehee

  16.  

    Leopardnya cukup ditabrakin aja ke gedung besar yg disana ituu..pasti seisi gedung tsb dari yg posisi jabatannya tertinggi smp terendah lari kalangkabut saling tabrak..sampai amplop amplop di sakunya pd berjatuhan..

  17.  

    Salut, bisa menahan diri dan semoga tidak ikut terseret ke ranah ‘politik’. Sekali lagi salut. Bravo TNI

  18.  

    Wah emosinya stabil cocok untuk RI ONE

  19.  

    Mantabb….panglima….

  20.  

    TNI berasal dari rakyat,oleh rakyat dan untuk rakyat,tidak seperti korps baju coklat yang mau nya menang sendiri lawan rakyat kecil,kalo ketemu yang baju hijau loreng baru seng ada lawan.Meskipun tidak semuanya busuk,hanya oknum tertentu saja

    •  

      Betul bung, ditempatku anggota koromil diminta untuk melatih baris berbaris cuma dikasih minum air mineral saja sudah mengucapkan kata terima kasih, mereka bangga generasi muda mau dilatih baris berbaris,setiap datang latian tepat waktu, malah lebih dulu yang dilatih, luarbiasa, Salut TNI

  21.  

    Kalau yg di Laut bukan buaya tapi godzila, US saja mengakui itu

  22.  

    mungkinkah ini jenderal masih ada keturunan darah dr Sri Aji Joyoboyo

  23.  

    Hidup pak moel..
    The next RI1…
    Gw dkung spnuhnya…

  24.  

    saya dukung, Pak thanks, supaya hidup bisa nyaman tenang, Pak IKUT Pilpres dong. saya PILIH anda

  25.  

    Terbukti tni paling reformis dan konsisten,dukung pak moel jd the nex president 2019

  26.  

    Gara-gara masalah ini kurs Dollar melambung tinggi, bapak-bapak petinggi apa anda gak sadar kalian merusak ekonomi Indonesia, tolong secepatnya masalah ini diselesaikan jangan sampai berlarut-larut

  27.  

    kalau tni udah ngamuk bahaya itu…pasti yang di cari duluan si mbah bowo hehehe… peace mbah.. 🙂

  28.  

    Wah..kalo prajurit gerak tanpa ada perintah panglimanya namanya apa ya..mhn pencerahan..

  29.  

    Kalau nagara dalam bahaya, tni lah hulubalang terakhir yg kita harap dapat menyelamatkan negara dari kehancuran, itu sudah sumpah setia prajurit prajurit tni, negara kesatuan Republik indonesia adalah segalanya buat tni dan rakyat Indonesia

  30.  

    Kalau presidentnya bukan dari latar belakang militer ya begini akibatnya, galau n bimbang menghadapi persoalan sepele.

  31.  

    Meskipun sama-sama tidak usah bawa senjata (tangan kosong) semuanya juga sudah tahu siapa yang akan menang

  32.  

    lebih baik bergerak tanpa perintah panglima untuk memerangi kebusukan, daripada diam melihat panglima dikendalikan segelintir golongan. Yah seperti anda ini bung BG.

  33.  

    Presiden panglima tertinggi..

  34.  

    kami harap Pak Moeldoko maju sbg Calon Nex RI 1,,,, tp jangn lewat partai KIH,,,,, setuju,,,,,,,

  35.  

    jangan pilih presiden dr sipil ok,,,,, meski dr mantn jdral tni tp yg pntng bkn si To,,,,

  36.  

    pengacara itu pasti kakek buyutnya bukan pejuang…

  37.  

    Saya dukung Pk. Moeldoko sebagai Menhan …………… !!!

 Leave a Reply