Panglima TNI Kunjungan Kerja ke Timika Papua

25
20
Dengan menggunakan Pesawat Boeing 737-400 TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta rombongan tiba pada Rabu 5-12-2018 di Bandara Internasional Mozes Kilangin, Timika Papua.

Timika, Papua, Jakartagreater.com   –   Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D, melaksanakan kunjungan kerja ke Timika Papua dalam rangka melihat langsung perkembangan situasi pasca penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Dengan menggunakan Pesawat Boeing 737-400 TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta rombongan tiba  pada Rabu 5-12-2018 di Bandara Internasional Mozes Kilangin, Timika Papua.

Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan disambut oleh :

  1. Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E.
  2. Wakapolda Papua Brigjen Pol Yacobus.
  3. Staf Ahli Pangdam XVII/Cen Kolonel Inf S. Mahury.
  4. Wakil Bupati Timika Yohanes Basan.
  5. Dirbinmas Polda Papua Kombes Pol Eko.
  6. Danlanud Timika Letkol Pnb Meito.
  7. Danlanal Timika Letkol Laut (P) Yadi Mulyadi.

Turut serta dalam kunjungan tersebut, diantaranya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos. dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang, M.Tr. (Han). (Puspen TNI)

25 KOMENTAR

    • Gak bisa asal pake alutsista bung, karena ntar bakal melanggar UU TNI/Polri. Harus liat musuhnya juga. Mereka disebut KKB berarti tanggung jawabnya Polri sebagai penegak ketertiban. TNI hanya backup. Kalo udah dinyatakan sebagai pemberontak dan dilakukan darurat militer disana baru TNI bisa pake full alutsista.

        • Ya, bagusnya kayak Ops Tinombala. TNI sebagai backup walaupun kenyataannya mereka yg maju terdepan. UAV ada, alutsista pendukung juga ada. So, gak ada salahnya langsung dihabiskan kecuali ada agenda lain. “Dipelihara” dengan dalih “PAM” misalnya,dari situ bisa dapat tambahan ULP mungkin. Kan dah jadi rahasia umum kalo “oknum” aparat diminta nge”PAM” biar dapat ULP tambahan. Yah, itu juga tergantung atasan di lapangan sih.