Oct 252016
 
Kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Canberra, Australia

Kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Canberra, Australia

Canberra – Indonesia – Australia perlu mewaspadai munculnya isu cyber sebagai tantangan baru yang membahayakan kehidupan bangsa dan negara, di lingkungan strategis baik pada tataran regional maupun global. Hal ini disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam Sidang ke-4 High Level Comitte (HLC) Australia-Indonesia (Ausindo) di Canberra Australia, Selasa (25/10/16).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberi perhatian lebih terkait isu Cyber pada HLC Ausindo, mengingat saat ini tercatat sejumlah negara seperti Singapura telah terkena serangan cyber terhadap peralatan IT di sejumlah lembaga dan kementerian negara, dimana saat ini telah diambil langkah-langkah pencegahan secara dini guna menghindari kemungkinan memburuknya situasi sebagai akibat dari serangan cyber tersebut.

Kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Canberra, Australia

Kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Canberra, Australia

“Kedua negara khususnya Indonesia dan Australia perlu memberikan perhatian serius terhadap meluasnya bahaya cyber tersebut pada berbagai lini kehidupan, baik pada tataran kenegaraan maupun masyarakat,” tegas Panglima TNI.

Melalui forum ini, Panglima TNI mengajak seluruh peserta sidang untuk mengevaluasi dan membahas langkah-langkah kerja sama yang lebih produktif. “Saya yakin bahwa upaya yang kita lakukan hari ini bermanfaat bagi peningkatan kapasitas kedua Angkatan Bersenjata, peningkatan keamanan perbatasan kedua negara serta di kawasan sekitarnya, bahkan lebih penting dari itu untuk mempererat ikatan kerja sama militer kedua negara,” tambah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Canberra, Australia

Kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Canberra, Australia

Dalam pelaksanaan Forum ke-4 HLC Ausindo dilaksanakan di Australia, menurut Panglima TNI telah menghasilkan kesepakatan yang komprehensif dan strategis serta mampu menjawab segala tantangan yang dihadapi guna kepentingan bersama. “Kesepakatan yang dicapai dalam Bidang Intelijen, Bidang Operasi Latihan, Bidang Pendidikan dan Pelatihan serta Bidang Logistik,” ujar Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI juga menyampaikan bahwa ke depan hubungan dan kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata agar lebih baik guna menghindari ketegangan pada tataran politis, diantaranya adanya kerjasama militer agar tetap terjaga dengan baik, sejauh tidak menyangkut yurisdiksi kedaulatan dan kehormatan negara masing-masing. “Perlu adanya kerjasama long distance call, apabila terdapat isu yang sangat penting untuk dibicarakan pada tataran Panglima Angkatan Bersenjata kedua negara,” tutup Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Canberra, Australia

Kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Canberra, Australia

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Wakasad Letjen TNI M. Erwin Syafitri, Wakasau Marsdya Hadiyan Sumintaatmadja, Chief of Navy Vice Admiral Timothy Barret, AO, CSC, RAN dan Air Commander Australia Air Vice Marshall Gavin Turnbull, AM.

Puspen TNI

Berbagi

  14 Responses to “Panglima TNI Kunjungi Australia Bahas Serangan Cyber”

  1.  

    Kapan kapan…..

  2.  

    Panglima bilang dalang proxy di tim2 krn ikut cmpurx ausit
    Sy tdk suka ausit

  3.  

    Good job panglima, satu pesan buat mereka.

  4.  

    Akhirnya indonesia akui kelemahan di bidang cyber cari “teman” utk tidak di serang
    Indonesia kalau di serang internetnya lansung lumpuh dan itu membahayakan komunikasi antar instasi juga pertahanan negara

  5.  

    Apakah Kasau-nya aushitt(marshall gavin turnbull)bersaudara ama PM aushitt(malcolm turnbull)….?????

  6.  

    tinggi

  7.  

    ngapain

  8.  

    Saya juga heran bung ,AIRNAV beli radar baru untuk PKU,PADANG ,YOGJA, dan 2 untuk SUETTA. Seharusnya HANG NADIM BATAM di tinggaktkan setara Singapure kalau perlu lebih canggih sebagai persiapan untuk mengambil alih FIR dari singapure .
    Nanti pas mau di ambil alih alasannya alat belum siap ….ya tidak dipersiapkan dari sekarang masa ujug ujug ada ?
    Kita pertanyakan keseriusan pemerintah mau ambil alih FIR dari Singapure?
    batampos.co.id – AirNav Indonesia membeli lima radar baru tahun ini senilai Rp146 miliar. Seluruh radar buatan INDRA -perusahaan asal Spanyol yang dibeli sebagai bagian dari program peremajaan fasilitas navigasi penerbangan.

    “Pembelian radar ini merupakan bagian dari investasi AirNav Indonesia pada 2016 yang mencapai Rp2,2 triliun,” ujar Direktur Teknik AirNav Indonesia Lukman F. Laisa.

    Kelima radar ini bertempat di empat lokasi, yakni dua Radar di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta Rp75 miliar serta masing-masing satu Radar di Yogyakarta Rp24 miliar. Kemudian Pekanbaru Rp22 milliar dan Padang Rp25 miliar.

    Lukman menjelaskan penggantian radar di Bandara Soetta, Yogyakarta dan Pekanbaru dilakukan untuk menggantikan radar yang sudah tua. Di mana Radar di Bandara Soetta sudah berusia 32 tahun, Yogyakarta 18 tahun, dan Pekanbaru 35 tahun.

    Pada 2015 lalu, usia rata-rata radar AirNav Indonesia yang beroperasi adalah 11,5 tahun. Peremajaan radar yang dilakukan pada 2016 ini menjadikan usia rata-rata radar AirNav Indonesia menjadi 9,5 tahun.

    “Usia ideal radar adalah 15 tahun, maka dari itu kami mengganti radar di tiga kota tersebut,” jelas Lukman.

    •  

      @komerat

      Proses ambil alih FIR membutuhkan waktu 3-5 tahun…prioritas airnav tentunya didasarkan atas usia radar sekaligus kepadatan frekuensi penerbangan.

      Utk batam tentu sudah ada time framenya sendiri

  9.  

    Menjaga kedaulatan negara masing-masing itu lemparan bola yg bagus dari pak Panglima TNI…agar si ausi mikir lagi jika mau bikin rusuh wilayah Irian Jaya. Saya mau komen foto yg di atas…itu barisan pasukan yg menyambut pangliman TNI kita kok tingginya tidak rata? kayak badut aja, ngak menghormati kita sepertinya. Itu Jendral-jendralnya juga, kok model kayak kakek kakek? ndak wibawa blasss…Jika ada kunjungan balasan dari panglima nya si ausi datang ke Indonesia, panggil satpol PP untuk berbaris menyambut kedatangan mereka….badan lebih tegap dari foto yg di atas…

    •  

      Itu pramuka yg pake sragam putih sepertinya memang sengaja di bentuk seperti V tingginya, tapi untuk pramuka yg sragam ijo mereka tingginya hampir rata semua bro,,, hehehehe

 Leave a Reply