Panglima TNI: Lihat Alutsista yang Canggih, Ngiler juga

47
211
Panglima TNI Jenderal Moeldoko berikan salam kepada crew heli SeaHawk yang akan membawa panglima mengunjungi KRI Banda Aceh yang berada di lokasi pencarian, di pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa 6 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi
Panglima TNI Jenderal Moeldoko berikan salam kepada crew heli SeaHawk yang akan membawa panglima mengunjungi KRI Banda Aceh yang berada di lokasi pencarian, di pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa 6 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

Banyak negara sahabat kut membantu Indonesia mencari badan pesawat dan evakuasi korban pesawat AirAsia QZ 8501 di perairan Selat Karimata. Mereka bahkan mengerahkan kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) canggih.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengapresiasi terlibatnya sejumlah negara asing pada misi evakuasi AirAsia. Moeldoko juga mengaku iri dengan alutsista canggih yang belum dimiliki TNI.

“Ya pasti kalau kita lihat alutsista yang canggih ngiler juga, ada jenis heli Viper luar biasa. Kita sungguh menginginkan,” kata Moeldoko dalam jumpa pers di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (6/1/2015).

Dalam upaya evakuasi korban termasuk mencari black box pesawat AirAsia yang jatuh di lautan, Badan SAR Nasional menerima bantuan dari negara sahabat yakni AS, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Australia, Tiongkok, Rusia dan Jepang.

Mereka menurunkan kapal-kapal SAR dan perang dengan kemampuan sonar locator, pinger locator serta helikopter.

“Saya ucapkan terima kasih dan hormat saya sebagai Panglima TNI yang merasa sangat dibantu oleh negara-negara sahabat,” tutur Moeldoko. (detik.com).


Panglima TNI Jenderal Moeldoko tengah berbincang dengan seorang kru helikopter US Navy di pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa 6 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi
Panglima TNI Jenderal Moeldoko tengah berbincang dengan seorang kru helikopter US Navy di pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa 6 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

Menurut Panglima TNI Jenderal Moeldodko, helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat cocok untuk digunakan TNI AU. Apalagi dirinya telah mencoba menggunakan saat meninjau area pencarian.

“Kami lihat Sea Hawk itu bagus untuk operasi TNI Angkatan Udara,” terang dia. (Merdeka.com/06/01/2015).


Dua heli SeaHawk yang membawa panglima menuju saat mengunjungi KRI Banda Aceh yang berada di lokasi pencarian, di pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa 6 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi
Dua heli SeaHawk yang membawa panglima menuju saat mengunjungi KRI Banda Aceh yang berada di lokasi pencarian, di pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa 6 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

Panglima TNI Minta AL Bikin Skenario Modernisasi Alutsista

Panglima TNI Jenderal Moeldoko memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dari Laksamana  Marsetio kepada Laksamana Madya Ade Supandi di Dermaga Ujung, Koarmatim Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/1/2015).

Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan, awal tahun 2015 hingga lima tahun ke depan merupakan babak baru keberlanjutan pembangunan kekuatan dan pengembangan kemampuan TNI.

Pembangunan kekuatan dan pengembangan kemampuan TNI, disusun dalam kerangka kebijakan Minimum Essential Force (MEF), yang ditujukan guna mengamankan kepentingan nasional.

Implementasinya harus melalui tahapan Fiscal And Program Guidance, yang merupakan salah satu tahapan krusial dalam pembangunan kekuatan, karena merupakan penghubung antara ends dengan means untuk mendapatkan Available Forces.

“TNI telah menetapkan Renstra Pemeliharaan dan Perbaikan Alutsista 2015-2019 dan Renstra Pembangunan Kesejahteraan Prajurit 2015-2019, sebagai upaya mengeliminasi potensi disparitas tersebut,” kata Panglima TNI.

Disamping itu, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa berlakunya Asean Political Security Community, termasuk di dalamnya Asean Maritime Forum, yang bersamaan waktunya dengan pelaksanaan pembangunan kekuatan TNI.

Hal ini menuntut Indonesia menjadi pemain yang aktif, sebab Asean Maritime Forum akan lebih banyak memainkan aspek operasional yang membutuhkan penggunaan instrumen militer, dalam hal ini Angkatan Laut yang kredibel dan mempunyai kemampuan penangkalan, dalam rangka kerja sama menjaga stabilitas keamanan kawasan Asia Tenggara, yang kian rumit dalam tahun-tahun ke depan.

“Untuk menghadapi semua tantangan yang berkembang, TNI AL saat ini telah memiliki perencanaan Midlife Update terhadap sistem senjata yang esensial, untuk tidak memberatkan di masa mendatang, di samping skenario modernisasi Alutsista, yang bentangnya dari sekarang hingga 15 tahun mendatang,” kata Jenderal TNI Moeldoko. (tribunnews.com).

47 KOMENTAR

      • Seahawk belum ada pembicaraan dan memang tidak ada direncana MEF. Seahawk hanya bisa mendarat di LPD kayak KRI Banda Aceh. Jangan harap bisa mendarat di KRI Bung Tomo dan Sigma, bisa kebalik. Kalau mau beli seahawk, harus sepaket beli KRI baru yg tonasenya besar. Yang sudah jelas itu beli Eurocopter Caracal sebagai heli CSAR sebanyak 6 unit.

        Blackhawk dan apache paling cepat datang tahun 2017.

        • Saya tambahin bung Sempak. Waktu ketemu Kapuspenerbad beliau mengatakan bahwa mereka sudah siapkan rencana yaitu pada MEF II mendatangkan BlackHawk dan pada MEF III fokus pada Chinook. Tapi nanti kembali lagi kepada persetujuan pemerintah baru, itu kata beliau.

          • Terima kasih koreksinya mas. Saya juga bingung dengan status blackhawk ini karena di proposal yg akan dimajukan ke Presiden kemarin, blackhawk ini tidak tercantum. Chinook malah ada, nah lho, makin hingung saya..hehehehe

          • Iya bung Sempak, waktu itu saya nanya saat beliau menghadiri acara perpisahaan pak Budiman…. Udah lama sih, maksud dari persetujuan pemerintah baru, waktu itu kan masih dijabat era lama. Jadi sesuai dengan kebijakan presiden lama, nah untuk yg baru mungkin karena heli Chinook lebih diutamakan karena kebutuhan untuk CSAR sangat dibutuhkan (menurut pemerintah sekarang). Makanya pada November kemarin ada revisi yang dilakukan Mabes TNI. Saya sih lebih setuju Chinook dan pesawat transport yg didahulukan, karena pengalaman bencana alam yg sering terjadi atau kejadian pesawat AirAsia kemarin jadi bisa dilihat alutsista ini sangat dibutuhkan di negara kita ini. Semoga segera terealisasi bung.

          • Oh begitu ceritanya. Kebingungan saya terjawab sudah atas penjelasan mas Jalo, terima kasih. Sama mas, sama juga lebih suka chinook datang duluan, lebih banyak manfaatnya ketimbang mudaratnya, hehehehe.

      • kalo kondisi sekarang …embargo sulit dilakukan oleh Amrik..lagipula Indonesia adalah negara yg sdh sangat sesuai standar Amrik…saya kira petinggi2 Amrik juga masih waras2 aja..mereka fokus menghadapi kebangkiran Red China..artinya Indonesia mereka sgt butuhkan..dan ahli strategi Indonesia juga sdh menyediakan plan A dan Plan B…mereka juga pasti sdh menghitung resiko2 ketergantungan pada satu pemasok tunggal krn Indonesia bukan negara aliansi…

  1. Sabar pak skrng ini bukan bapak saja yg ngiler kita juga ngiler liat kualitas alutsista negara2 sahabat,tpi tetep harus diterima pak keadaannya skrng buat beli alutsista2 canggih tsb butuh dana yg besar dan klo buat sendiri kita belum mampu lagi2 krn belum punya modal tapi tetap semangat pak

  2. Terima kasih dan hormat untuk semua pihak yg membantu berkontribusi dlm misi kemanusiaan Air Asia..saya sebagai warga negara Indonesia merasa terpukul atas tragedi ini dan mengapresiasi setinggi”nya untuk semua pihak yg membantu baik dari dalam maupun yg negara” lain..Terima kasih..

  3. itu kan cuma basa basi Panglima aja,masak tetangga lelah2 membantu kemudian kapal perang dan Heli nya di bilang nggak canggih kan KETERLALUAN,agar semua tau orang Indonesia itu setinggi apa pun pangkat dan jabatan nya tapi sopan santun dan merendah diri slalu di utama kan

  4. panglima koplak..

    seorang panglima sampai bilang ngiler dengan alutsista negara lain menunjukkan kapasitas beliau yang tidak mumpuni..
    dalam pertempuran atau operasi SAR, disamping alutsista canggih yang lebih penting adalah bagaimana menerapkan strategi & management pertempuran untuk memaksimalkan alutsista itu..

    saya tidak respect dengan ucapan panglima..

  5. seahawk boleh jg ya utk menambah otot tni al,apache sdh pasti,dan blackhawk ok jg..destroyer secanggih amerika harus kita miliki,ditambah bbrp kapal selam buatan rusia,klo mmg bs kita beli kelas akula,krn klo nggak salah rusia akan membuat kapal selam yasen sbg penerus/pengganti akula

  6. hadeeeh ngiler kepunyaan orang,,,,, aplg px amrk,,,,, knpa g PAL dan LAPAN ja bnyakin dna risetnya ketimbang beli dr amrik yg g ada TOTny atau blum kapok d embargo kh, kalo mo ngiler barang orang mbok y pikir2, jgn ngiler barangx ja boz tp TOTnya,,,,, mending ama korsel tau Iran,,,,,,

    • Kabaranahan pernah ngomong gini, kalau cuman beli kita bisa masalahnya bisa ngerawat atau tidak itu yg jadi masalah. Kalau ada ToT dan offset yg bagus, bukan hanya merawat, kedepan kita bisa bikin sendiri.

      Cuman mengutip omongan kabaranahan aja, waktu saya nanya soal kapal selam kilo.