Nov 282014
 
 Panglima TNI Moeldoko lapor kepada Presiden Jokowi di Istana Bogor,  (28/11). (Foto: Nia)

Panglima TNI Moeldoko lapor kepada Presiden Jokowi di Istana Bogor, (28/11). (Foto: Nia)

Bogor – Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan bahwa TNI hanya memiliki satu garis komando, yakni dari Presiden RI dengan alur ke Panglima TNI, baru kepada Panglima Komando Utama (Pangkotama) hingga prajurit terendah.

Jenderal Moeldoko menyampaikan penegasannya itu dalam laporannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pengarahan kepada Pangkotama TNI seluruh Indonesia di ruang Garuda, Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/11).

“Menjadi atensi kami semuanya agar satu garis komando dari presiden mengalir ke Panglima TNI, dan seluruh jajaran sampai prajurit terendah,” kata Jenderal Moeldoko.

Kepada seluruh Pangkotama TNI, Jenderal Moeldoko memberi kesempatan untuk menyampaikan langsung laporannya kepada Presiden Jokowi, akan mendengarkan curhat para pangkotama TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Setiap Pangkotama diberi waktu tiga menit, mulai dari Pangkostrad, Pangdam jaya, Pangdam Siliwangi sampai Pangdam Cendrawasih.

Usai laporan para Pangkotama, Presiden Jokowi akan memberikan arahan. Hadir pada acara ini antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja: Menteri Koordinator Bidang Polhukam: Tedjo Edy Purdijatno, Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani, Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. (Setkab.go.id).

Bagikan Artikel :

  19 Responses to “Panglima TNI: Satu Garis Komando”

  1. Tess…

  2. mantap pak moel

  3. siaaaapppp…

  4. aje muleh

  5. kalo satu garis, kok belom ada yang ditenggelemin kapal malingnya ? 😳

  6. mudah2an pak presiden mau menerima smua laporan/curhatan pangkotama..& juga pembentukan KOGABWILHAN & KODAM” baru secepatnya di realisasikan.

  7. menko bidang pembangunan manusia dan kebudayaan= ? ,tugasnya apa dan buat urusan apa ya? he3x

  8. Bagus sekali Pak Moeldoko atas pengarahan anda, sebab akhir-akhir ini para bintara dan tamtama seringkali lupa pada garis komando ini, sehingga selalu bertindak sendiri tanpa komando dari atasannya.

  9. Maaf OOT,
    Operator Su-37 : Russia, Brazil, Indonesia

    Silahkan cek : http://id.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-37

  10. Jadi miris..gimana seandainya kita tiba-tiba diserang musuh? Apa iya tni bisa menghadapi? Secara untuk operasional kapal butuh bbm besar. Belum lagi kalau operasional pesawat lebih besar lagi…hadeuh….mimpi untuk menjadi blue or green water navy, serta doktrin preemtive strike kelihatannya masih jauhhhh…..dari nyata

  11. …Selama ini, kami utang ke Pertamina, utang jadi makin banyak. Utang terakhir TNI itu sekitar Rp 6 triliun. Enggak tahu tuh mau diputihkan atau bagaimana…

    kasihan panglima, pusing sendiri, padahal cuma 6T sementara pemborosan subsidi bbm per tahun 300T.

    emang gak mudah ngurus negara, jual premium rp 8,500 udah mau diinterpelasi, padahal itu baru 66,6% dari harga yang dibayar rakyat vietnam, jadi DPR / KMP maunya apa, biarkan penjarahan asing 300T/tahun dari lautan kita berlanjut ?

    (klo cuma ngurus pencitraan emang jauh lebih mudah sih…)

  12. Om Rusky menawarkan bantuan kepada NKRI untuk membangun dan mengembangkan NUKLIR .. Stronggg Rusky, stroong Su 37 Terminator dan stroong Akula Class ..

 Leave a Reply