Jan 102014
 
Manusia Perahu Pencari Suaka Menuju Australia

Manusia Perahu Pencari Suaka Menuju Australia

Jakarta. Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan dia menghargai upaya Australia mengembalikan manusia perahu (boat people) yang diangkut oleh kapal berawak warga Indonesia ke Australia. Hal ini disampaikan Panglima Angkatan Bersenjata Australia pada dua pekan lalu. Jenderal Moeldoko membantah mendukung upaya Australia mengembalikan manusia perahu ke Indonesia.

“Yang dibicarakan adalah kalau kapal dari Indonesia, kru (kapten) dari Indonesia,” kata Panglima TNI, di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, (9/1/2014).

Jenderal Moeldoko menekankan dia tidak dalam posisi menerima atau menyetujui pengembalian manusia perahu yang dilakukan Australia. Namun selama pembawa manusia perahu merupakan kapal berawak Indonesia maka Indonesia, menerima pengembalian karena hal tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga perbatasan.

“Jawaban saya apa, bukan menyetujui. Bukan. Saya memahami langkah-langkah taktis itu. Dasar saya apa, karena ada dalam UN Declaration mengatakan setiap negara berhak melindungi atas kedaulatan wilayahnya,” lanjut dia.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko (photo:Kompas.com)

Panglima TNI Jenderal Moeldoko (photo:Kompas.com)

Hal tersebut disampaikan Jenderal Moeldoko menyusul pemberitaan sejumlah media yang mengatakan dia mendukung pengembalian manusia perahu ke Indonesia yang disampaikannya kepada media saat berada di markas besar TNI, Cilangkap.

Komunikasinya dengan Panglima Angkatan Bersenjata Australia adalah mendiskusikan hal tersebut.

Jenderal Moeldoko mengatakan dia hanya menjalankan kebijakan perbatasan dan tidak mencampuri politik luar negeri kedua negara. “Nah, saya berproyeksi kalau tugas itu diberikan pada saya, saya juga akan melakukan hal yang sama. Jadi itu konteksnya,” ujar Panglima TNI.

Beritasatu.com/Ezra Sihite

  26 Responses to “Panglima TNI Soal Manusia Perahu”

  1. trus bagaimana tanggapan bpk jenderal tentang ucapkan tentara australia yg di ucapkan ke para imigran tentang tni katanya kecil,kmi sebagai rakyat indonesia gk bsa nrima klu tni di hina apa memang bnr klu tni kita kecil gk di anggap sma tentara australia sya mewakili bangsa indonesia siap duel sma tentara australia 1 lawan 1 biar bangsa ini gk di spelekan lgi sma bangsa bule sbelah kmi malu pak pada para pahlawan bangsa ini kmi sebgai penerus bangsa gk rela klu bngsa ini slu di hina bngsa bule sbelah

    • sabar bro abdhe..
      itu kalimat dari seorang berstatus ilegal, agar posisinya aman dan mendapat simpati dari kita.
      sekali lagi..sabar bro,
      inilah yg dicari media (kompor), kebetulan juga kita lagi tdk akur sama Aus.
      sanjungan atau hinaan (bahkan melecehkan) antar tentara itu sesuatu yg sering terjadi, selama konteksnya individu

      harus diakui, tentara kita juga melakukan hal serupa kok saat di ambalat dengan Malay.
      dan sebagai warga pengamat, kita membiarkan itu kan? bahkan ada kebanggaan (menghina angkatan bersenjata negeri tetangga)

      Namun ceritanya akan beda kalo pernyataan pelecehan dilakukan oleh seorang perwira tinggi dan resmi atas nama institusi / negara.

      untuk artikel ini, pak Jenderal cuma menyampaikan kalau beliau faham dan mengerti, aturan internasional memang seperti itu.

      –maaf kalo salah komen–

  2. Sabar…sabar…lagi musim panen jadi yang jaga lom dateng…

  3. Membantah mendukung pengembalian manusia perahu oleh Australia, tapi mendukung pemulangan kapal dan awak kapal Indonesia. Koq terdengar ambigu ya? pengungsi ilegal, kapal dan awak kan satu paket 😀 Masalah itu saya faham, yang saya kritik adalah masuknya kapal asing sampai ke lepas pantai Indonesia walau alasannya mengawal kapal dan awak Indonesia, IMO- harusnya ada KRI yang menyambut di perbatasan.

    Kejadian ini hanya salah satu kasus dimana pengiriman imigran gelap tertangkap, perahu yang lolos masuk Australa masih lebih banyak lagi. Jika ini terus berlanjut yang akan lebih repot tetap pemerintah Australia. Memandang kemungkinan tersebut bisa saja hal ini disengaja dan merupakan strategi balasan pemerintahan SBY akibat kasus penyadapan

  4. lagi main taichi…
    hehehe topik utamanya pelanggaran wilayah, tapi jadi ditarik ke soal pemulangan awak kapal indonesia..
    eniwei kalaupun ada hal2 yg tidak bisa diungkap ke publik perihal kenapa respon TNI thd pelanggaran itu spt membiarkan, tetap saja Panglima TNI setidaknya bisa berhati2 dalam memberikan keterangan pers tanpa terlihat seperti menerima saja pelanggaran ini.

    rakyat kita skr sedang mabuk kebanggaan setelah sekian lama jadi bangsa yg dianggap rendah, ekonomi skr meningkat pesat, militer kita sedikit demi sedikit mulai berotot; wajar kalau berita2 seperti ini bisa menyulut emosi.. orang2 awam masih ingat di alam bawah sadar bagaimana dulu dengan arogannya Aussie memimpin Interfet masuk ke Tim-Tim.
    bahkan sempat kontak senjata dengan pasukan Brimob di perbatasan gugur satu orang polisi kita….

    sensitiflah sedikit ke perasaan rakyatnya, Pak… 🙂

  5. Panglima jadi serba salah, mau ngelawan ausi tapi pesanan yang gede2 belom dateng, gak dilawan dihujat mulu, hadeuuuhh.. 🙁

  6. Pak….ini sekedar usul..sekedar namanya juga :

    1.Patroli KRI permukaan tetap ada sebagai Observer Pemulangan (mendorong masuk ke wilayah NKRI),
    2.Lontong juga standby,
    3.Kapal Perang Asing tetap sampe batas ZEE, tidak ada acara nyelonong2 dgn alasan escorta.

    Entah itu Manusia Perahu mau muter lagi ..nyari celah dan kesempatan, ya biarkan z (indikasi tidak ada kerja sama), repot2 dah bagi RAN…tapi bagi kru manusia perahu jadi latihan Manuver juga ya..hehe…yg nyopir siapa dulu..:D 😀

    Dengan begitu akan sejalan dgn acara diem2an versi Pemerintah… mr.abbott kehilangan kursi (ngarep) itu sudah surplus, kenapa engga..?? hehe

    • setuju dg langka 2 dan 3 . krn klo di biarin terus nerobos nya ke 2 ke 3 dan seterusnya gimana dan berulang ulang apa jadi nya ?apa mau di biarin ??

      maka perlu lontong yg power full untuk ngingatkan gak boleh masuk kedaulatan RI atau berakhir ke dasar laut.

      klo gak mau orang perahu balik silahkan tongkrongin di laut international . Kapal aus gak boleh terubos kedaulatan RI. (titik) apapun alasannya.

  7. Sebenernya kalo Manusia perahu memaksa diri dgn manuver ..dan ternyata lolos (tidak kena tabrak), kira2 hukum Internationalnya gimana tuh..?? apa kemungkinan di tembak karam.?
    mohon pencerahannya…trims.

  8. Kalau melihat banyaknya respon emosional terhadap tindakan australia dan juga tanggapan TNI menurut saya wajar. Namun kalau menjurus kepada pendiskreditan TNI atau panglima TNI yang terkesan melakukan pembiaran, tidak punya nyali dsb dsb, saya kok tidak setuju. Saya masih percaya kalau TNI, panglimanya serta panglima tertingginya masih punya nyali dan bisa berbuat tegas. Sudah dibuktikan kok kemarin dengan pemanggilan dubes, penarikan F-16 dari latihan, penghentian kerjasama penanganan manusia perahu dll.

    Bisa saja yang terjadi adalah tidak seperti yang diberitakan mediam, hanya saja tidak dibuka ke umum takut dibilang pembiaran atau persetujuan. Bisa saja kemarin pembicaraan antara panglima oz dan panglima TNI adalah seperti ini (maaf sebelumnya kalau ngawur, ini cuma kira2 saya saja, agar kita tidak terlalu terburu-buru menghakimi TNI dan panglimanya):

    Panglima oz : “Gan, ni ada manusia perahu mau masuk perairan ane, gimana nih, PM ane gak mau negara ane dimasuki makhluk2 aneh dari luar”

    Panglima TNI : “Yawdah ente usir balik aja ke perairan internasional, gitu aja kok repot”

    Panglima oz : “Wah gak mungkin gan, ntar kalo kapal perang ane dah pergi, pasti mereka balik lagi ke perairan ane. Lagian ni perahu asalnya dari perairan ente, pake perahu orang negara ente juga, malah kaptennya orang situ”

    Panglima TNI : “Yang bener gan?”

    Panglima oz : “Yaelah kagak percaya, ntar kalo udah nyampe ke darat ente bisa buktiin. Gini aja, sekarang ente jemput aja mereka pake kapal ente”

    Panglima TNI : “Lhah di sekitar situ kagak ada kapal2 ane yang patroli gan, lagi pengiritan BBM”

    Panglima oz : “Yawdah biar kapalnya anak2 aja yang giring mereka ke pantai ente. Nanti lampu kapal ane gak dinyalain, takutnya rakyat ente salah paham nanti, padahal kan ane dah minta ijin sama ente. gimana gan”

    Panglima TNI : “Terserah ente lah”

    Maaf kalau ngawur, sekedar intermezzo aja.

  9. Setiap hari ane buka website ato blog tentang perkembangan TNI karena ane makin cinta dan sayang, tapi begitu lihat penjelasan panglimanya yang lembek dan gak punya wibawa dalam menjaga kedaulatan wilayah, ane jadi muak. Muak melihat pemimpinnya yang lebih membela kepentingan bangsa lain daripada menjaga harkat dan martabat bangsa ini. Jelas ane kecewa apapun alasannya… percuma rakyat kita beli pentungan buat TNI kalo tidak berani menggunakannya karena lebih mementingkan kepentingan bangsa lain ketimbang kepentingan bangsa sendiri.

    • Menurut saya, inilah salah satu potret kekuatan real angkatan laut kita. kalau TNI berani melarang Kapal Australia masuk ke perairan Indonesia, konsekuensinya, TNI AL harus bisa mensterilkan manusia perahu yang bertolak dari laut Indonesia ke Australia. Dan untuk operasi seperti ini tentu, butuh dana operasi yang sangat besar. Dan karena hal itu tidak kita lakukan, maka Panglima TNI tidak memiliki banyak pilihan.

      Itu adalah tanggung jawab hubungan antar negara. Setiap negara, harus bisa menjaga perkarangan rumahnya. Kalau Australia hendak memulangkan manusia perahu yanng berasal melintas dari Indonesia, ya wajar. Indonesia berarti tidak bisa menjaga perkarangan rumahnya.

      Makanya solusi saat itu, untuk melakukan patroli bersama, sudah keputusan tepat dan cantik. Lah sekarang, karena kerjasama diputus, dan Australia masuk masuk perkarangan kita (meski kulonuwon dulu) memburu para manusia perahu, saya sih sebagai warga negara, merasa malu juga. Gak gagah gitu lho 😀 Negara itu harus punya pride dan sikap

  10. rakyat kecewa sama argumentasi panglima tni yang lemah tentang pencari suaka ke aus.

  11. Rapim TNI mengakui personil kurang
    tersebar merata. Secepatnya pindahin
    dan tambah personil tuh TNI AL ke
    perbatasan laut kayak daerah Indonesia
    tengah dan timur….. sipil ntar nyusul
    sendiri !! Ntar ramai dah !! Contoh itu
    kapal perang udah sedikit ngumpul saja
    kerjaannya di Perak sama Priok…
    semoga alasan kurang bbm dijawab yg
    berwenang dan dugaan kencing dilaut
    lepas berkurang !!!! Jadi kesimpulannya
    buat negara kepulauan kita kekurangan
    kapal penumpang antar pulau buat TNI
    kapal patroli, corvette, fregat plus
    destroyer.
    Buat yang suka cela pemimpin.. !!! Ente pade kalau jadi yg ente cela, bisa lebih parah dan ancur daripada yg ente cela… ancur …. tau gak…
    Inggris aja kemarin reaksinya lama begitu armada Russia tes nyali dipekarangannya !!!! 2 pulau aja tu Inggris yg pernah dijulukin daerah jajahannya matahari gak pernah tenggelam !!!!
    Negara tercinta baru bangun dari embargo !!!!

  12. Sebaiknya kita tidak perlu bereaksi terlalu berlebihan terhadap TNI kita. Kalo kita berpikir secara cerdas sesungguhnya peristiwa2 seperti itu juga diperlukan TNI sebagai sarana menyampaikan pesan kepada pemerintah dan DPR, bahwa menjaga kedaulatan NKRI bukan harga yg murah.
    Kita tidak boleh terlena dengan semangat patriotisme pahlawan2 kita yg ingin memperjuangkan kemerdekaannya dengan bermodalkan bambu runcing dan semangat juang semata. Jaman telah berubah, teknologi berkembang begitu pesatnya.
    Tidak mungkin menjaga keutuhan wilayah NKRI dengan mengandalkan alutsista yg telah lama dan semangat militan rakyatnya.
    Sebagaimana kita ingat peristiwa tabrakan KRI dengan Kapal perang Malon diperairan Ambalat. Momentum itu kemudian dijadikan awal kebangkitan untuk memodernisasi alutsista TNI yg sering disebut MEF. Untuk membuka mata para wakil rakyat di DPR agar memuluskan anggaran tersebut.
    Seperti kita ketahui bersama kalau untuk urusan anggaran, DPR kita terkesan sangat alot, contoh kongkritnya pengadaan MBT Leopard dan pespur SUKHOI. Berbagai argumentasi dilontarkan dng mengatas namakan rakyat dan indikasi mark up, yg berbanding terbalik dengan suara rakyatr yg mendukung pengadaan tersebut
    Nah..momentum penerobosan kapal perang OZ ke perairan Indonesia inipun diharapkan sebagai pesan kepada Pemerintah yg akan datang serta DPR yg akan datang untuk tetap komitmen menjalankan program peremajaan alutsista TNI pada MEF yg ke 2.
    Pemerintah bukannya tidak punya uang ( untuk menalangi BLBI 700 triliun aja sanggup kok…), namun utk memuluskan itu semua tentulah ada di tangan DPR kita yg terhormat.
    Demikian sedikit pengetahuan dari saya…mohon diralat jika keliru….

  13. kalo di tentara kita bilang kecil, kita warga sangat sakit hati.. walaupun mungkin pada kenyataannya seperti itu

  14. tentara kita bukan kecil, itukan yang bilang manusia perahu, belum tentu tentara australi bilang begitu. kalaupun benar tentara australi bilang begitu menurut saya itu tentara baru masuk yang belum tau tentara indonesia sebenarnya. padahal para petinggi mereka selalu was-was terhadap TNI, bukinya mereka selalu nguping setiap ada perkembangan di TNI dan bukan hanya australi tapi seluruh negara yang mengelilingi Indonesia. Pak Moel, TNI dan seluruh rakyat geram dengan adanya berita ini, tapi tidak serta merta harus ngotot kayak anak kecil rebutan mainan, terlebih pak moel tentu beliau banyak yang harus dipertimbangkan. Salam NKRI

    • walaupun secara pribadi saya sendiri kurang setuju dengan momentar pak moel, terlebih ausie sudah masuk jauh ke wilayah kita. saya hanya berharap betul apa yang di ulas para sesepuh warjag bahwa itu memang ada unsur pembiaran sebagai salah satu strategi di pihak TNI, dan hanya TNI yang tau maksudnya walau orang awam tidak/blm bisa menerima secara akal (fikiran orang awam)

      • yup menurut saya spertinya sengaja pembiaran, tapi dampaknya akan ke australia sendiri dimata internasional. buktinya sekarang PBB bereaksi..:D. apalagi PBB mendengar ausi akan beli skoci untuk mengusir mreka. mungkin reaksi internasional bahkan dinegara mereka akan lebih extrim lagi.:D

  15. Waduh…. Mana nih ks kilo.. Ks astute.. Hmm

  16. To Kawan-kawan….

    Ini kan tata bahasa Panglima AB suatu negara…harus terukur dan ngerti norma-norma pergaulan internasional.
    Tidak memanaskan suasana dan mengedapankan sikap bersahabat.

    Tapi: yang diucapkan didepan mungkin bisa saja begitu…, tapi action dibelakang mah lain lagi…
    Bisa saja cakra-nenggala sudah ngiter di laut sana….

    So bijaklah menilai ucapan-ucapan petinggi2 (militer)….karena tatabahasanya emang beda :DD

  17. Rasanya info tentang kapal si OZ masuk ke perairan 12mil itu juga dari imigran yg ketangkep.. kl masuk ZEE 200mil itu bebas negra lain mo lewat, kita cuma ada hak pengolahan kaya nelayan, minyak dll. n bisa juga si OZ bener2 masuk karena udh BT karena semua kapal patroli di daerah situ ditarik sama TNI makanya ngga ada yg jaga. kl ada kapal TNI disitu si OZ bisa aja protes ada imigran ilegal ngga pake surat resmi keluar dari Indonesia dibiarin, repot juga kan. sabar om2 semua, jarang2 juga si OZ kena masalah sama badan kemanusiaan, PBB lagi. bisanya kan kita yg kena terus… gantian lah sekarang si OZ.

  18. Karena bahasa diplomasi alutsista blum terlalu kuat. Yakin bkanya tidak terdetek radar kita. Kalau kapal permukaan jelas bkan jawaban tepat walaupun tidak ada krjasama smugling. Paling bnter intercept pake KS. Biarkan para petinggi tni yg paling tahu. Salam kenal semua warjager.

  19. Langgar Wilayah RI, Australia Minta Maaf

    Pemerintah Australia pada Jumat (17/1/2014), meminta maaf tanpa syarat kepada Indonesia setelah pasukannya melanggar perairan Indonesia. Mereka mengaku, pelanggaran itu dilakukan tidak disengaja selama operasi keamanan perbatasan.

    Australia berjanji untuk mematuhi garis perbatasan dalam upaya menghentikan laju para pencari suaka atau “manusia perahu”. “Kami sangat menyesal atas kejadian ini, ” kata Menteri Imigrasi Australia, Scott Morrison, dalam konferensi pers.

    Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, semalam juga menyampaikan permintaan maaf kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty M. Natalegawa.

    “Permintaan maaf yang wajar tanpa pengecualian atas nama seluruh Pemerintah Australia, karena tidak sengaja memasuki wilayah perairan Indonesia,” ucap Morrison. “Kami menjamin, hal itu tidak akan terjadi lagi.”

    Morrison mengatakan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, juga akan membuat permintaan maaf secara resmi pada hari ini. “Saya harus menekankan hal ini terjadi tidak sengaja dan tanpa sepengetahuan pemerintah Australia,” imbuh Morrison.

    Letnan Jenderal Angus Campbell, yang memimpin operasi militer dan hingga memasuki wilayah perairan Indonesia menolak menjelaskan detail pelanggaran tersebut. Alasannya hal itu masalah operasional. “Kesalahan dibuat dalam gerakan kapal kami,” ujarnya, seperti dikutip ABC.
    —————————————————————————————————————————————————-

    SUDAH NONJOK BARU MINTA MAAF….
    HOIIII………..YANG KEMARIN NAMPAR (penyadapan) LO BELOM MINTA MAAFF

 Leave a Reply