Sep 232016
 

Pengurangan anggaran di berbagai sektor akibat berkurangnya pendapatan negara dialami oleh semua kementerian, badan, lembaga, dan instansi pemerintah. Kondisi ini juga dirasakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Akan tetapi, Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengatakan bahwa pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI tetap berjalan sesuai Minimum Essential Force (MEF) II. Namun, hal ini disesuikan dengan sejumlah prioritas.

Panglima TNI menyatakan pemerintah telah menaikkan remunerasi dari 39 persen menjadi 56 persen sejak tahun 2015 lalu. “Dalam kondisi ekonomi seperti belakangan ini, saya pikir itu sudah kesejahteraan yang luar biasa dari pemerintah,” ujar Jenderal Gatot, seperti dilansir antaranews.com pada Jumat (23/9).

Di sisi lain, pemerintah tidak hanya perlu memikirkan kesejahteraan. Sebab, pengadaan dan pemeliharaan alutsista serta ancaman yang akan dihadapi juga penting untuk menjadi fokus pemerintah.

“Alutsista harus mengikuti MEF II dengan asas prioritas yang harus diterapkan. Pasti ada yang ditunda, tapi pulau-pulau terluar, di antaranya Kepulauan Natuna, Morotai, Biak, Saumlaki, dan lain-lain harus dibangun. Ini sudah diprioritaskan,” kata Panglima TNI.

Minimum Essential Force disusun dalam tiga tahap, yaitu MEF I (2010-2015), MEF II (2015-2019), dan MEF III (2019-2024).

Sumber: antaranews.com

  24 Responses to “Panglima TNI Tegaskan Pengadaan dan Pemeliharaan Alutsista Sesuai MEF II”

  1.  

    di aminin aja…
    semoga tetap pada jalur nya

  2.  

    Lanjutkan jenderal!

  3.  

    Tambah terus jendral alutsista nya

  4.  

    Welah..betul spt yg sdh lunas rupanyaa..

  5.  

    Siiiiip……Laaaah

  6.  

    Setuju jendral… coba kalo pak Muldoko yg jadi menhan nya… pasti military fanboys bergairah terus dan warung bung diego tambah rame, tdk spt sekarang warung agak sepi

  7.  

    Menhan sekarang klo dari statement nya ngandelin rakyat, jumlah penduduk RI klo terjadi perang. Terlalu pede nganggap saat ini gk ada ancaman, lucu sekali padahal sdh menjadi kewajiban pemerintah & militer melindungi segenap bangsa indonesia sesuai UU, klo perang ya sdh pasti rakyat juga maju tapi bukan berarti jd kontraproduktif dalam pengadaan, penguatan, modernisasi alutsista. Jangan samakan dgn jaman bambu runcing…..mmg cocoknya pemimpin di gantikan orang2 muda yg kreatif penuh semangat, yang sepuh sepuh jadi kekuatan penyeimbang/penasihat saja

  8.  

    ni pasti rudal dengkul..sama dengan otak dengkul….haha….

  9.  

    Kubilang juga apa.

    Panglima bilang “Natuna, Morotai, Biak, Saumlaki dan lain-lainnya”.

    Ada 8 pangkalan terdepan yg harus dibangun.

    Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, Saumlaki, Kupang, Piabung.

    Itu yg utama.

    Sesudah selesai dibangun, saat itu alutsista juga sudah siap.

    Jika nggak ada duit cash maka masih bisa gunakan daftar pinjaman luar negeri plus pinjaman dalam negeri seperti yg dikeluarkan bappenas tempo hari.

    Dari pinjaman dalam negeri saja bisa dibuat KCR 60 sebanyak 12 unit.

    Dari pinjaman luar negeri yg sebesar USD 7 milyar lebih itu ada termasuk USD 3 milyar lebih dari Rusia.

    Pinjaman USD 3 milyar lebih dari Rusia itu termasuk USD 1,14 milyar untuk pengganti F5 plus USD 1,6 milyar untuk pembelian 4 unit kapal selam, sisanya bisa jadi untuk sistem rudal dan lapis baja amfibi.

    Dari pinjaman luar negeri juga ada tercantum USD 225 juta untuk 1 unit PKR.
    Juga ada USD 215 juta untuk 2 unit OPV (Ocean Patrol Vessel).

    Datangnya pastinya sesudah tahun 2019.
    Bayar hutangnya sesudah alutsista datang.

    Jadi sudah on the track, tenang saja.

  10.  

    kasihan juga ni panglima harus tanggung jawab pikul masalah pertahanan negara tapi modal persenjataan sangat kurang di semua angkatan akhirnya terpaksa beli ketengan senjata2 ringan dari Cina itupun pesanan panglima sebelumnya, yang penting semangat jenderal walau C705 di jammer sama orang pas latihan, paling tidak semangat prajurit tidak bisa di jammer orang

  11.  

    Klo presiden berani Ambil alih Pt Freeport semuanya 100% bayangkan kita bisa punya pespur 50 skuadron KS 200 kapal perang bisa 500 plus ratusan rudal jelajah..mantabb
    Tiap kepala keluarga di indonesia bisa dpt emas dri Pt Freeport.

    •  

      blom tentu bung @ Gajah mada asli
      Dulu saham Feeport sdh pernah ditawarkan ke pemerintah, tp nilainya tinggi sekali, tidak sesuai harga sahamnya di pasar bursa. Itu artinya bisnis freeport sedang lesu. Biaya operasional dan investasinya besar sementara harga jual menurun.

  12.  

    Gajah mada asli@ siapa bilang…yg ada freeport malah rugi terus tiap tahun karena hasil nya buat korupsi pejabat2 wkwkwkwkwk

  13.  

    1 pangkalan isinya :

    1 atau 2 Frigate
    2 atau 3 Corvette
    3 atau 4 KCR-40/60
    2 Kapal Selam

    nah jumlah pangkalan ada 14, tinggal dihitung deh …

  14.  

    Anggran mulai d sunat

  15.  

    Tes

  16.  

    Syukur dah….

  17.  

    Ngoceh aja dibanyakin, buktikan dong, dr awal tahun 2016 blgnya pengadaan alutsista terus, tp yg kmrn2 tiba itu pesanan pak Beye, yg pesanan pemerintah skr nol kosong alias blon ada bukti konkrit, hanya omong tok tok tok…sdh ga percaya lg sm pemerintah skr mengenai alutsista, mungkin hrs ganti presiden dl baru bisa pengadan alutsista akan trbukti, smoga pak Beye ikut pilpres thun 2019 agar alutsista kita gahar semua…salam..!!,

  18.  

    Wait and see saja ahh…
    Percuma teriak-teriak juga, karena mereka semuanya bermain di politik untuk kebijakan militer negara tanpa ingin shareing atau tukar pendapat atau minimalnya dapat melihat arah pertempuran dan pertahanan di masa yang akan datang…
    Bukannya pesimis, hanya saja jika sudah menjadi kebijakan lebih baik kita beropini dengan sehat yang berdasarkan ilmu untuk di cari dan di bagi…

    Peace…

 Leave a Reply