Panglima TNI Terbang ke Aceh Tinjau Satgas Kesehatan tangani Korban Gempa

Panglima TNI saat memberi pengarahan ke Satgas Kesehatan. Foto: Dok. Puspen TNI

Gempa Bumi berkuatan 6,5 SR yang mengguncang Aceh pada rabu pagi (6/12/2016), dengan jumlah Korban luka seperti yang dirilis BNPB sebanyak 128 orang luka berat, 489 orang luka ringan dan ratusan bangunan rusak menjadi gempa terparah yang terjadi di tahun 2016 ini.

Sementara data terakhir dari BNPB, jumlah korban meninggal berjumlah 94 orang yang tersebar di tiga kabupaten yaitu Pidie Jaya, Bireun, dan Pidie. Sebagian korban sudah teridentifikasi dan sebagian lagi masih dalam proses pendataan. Ada juga laporan korban hilang.

Demi program kemanusiaan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun terbang ke Aceh untuk mengecek Satgas Kesehatan yang dikirimnya untuk membantu penanganan pasca gempa. TNI menerjunkan seribuan lebih prajurit untuk membantu korban.

Menurut Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto, Gatot berangkat dari Lanud Halim Perdanakusumah jelang dinihari, Kamis (8/12/2016), dengan Pesawat Boeing VIP TNI AU. Panglima TNI akan meninjau wilayah-wilayah paling terdampak akibat gempa 6,5 SR itu. “Ke Pidie dan tentu saja je Pidie Jaya,” ungkap Wuryanto kepada detikcom, Kamis (8/12).

Sebelum berangkat, Gatot melepas langsung Satgas Kesehatan Mabes TNI ke Aceh. Ada 218 personel gabungan yang terlebih dahulu berangkat ke Aceh untuk membantu penanganan usai gempa. Mereka diangkut dengan tiga pesawat Hercules TNI AU.

“Saya akan ke sana nanti. Saya sampai di sana tenda sudah tergelar, pasien sudah masuk,” ujar Gatot saat melepas pasukan.

Satgas Kesehatan Mabes TNI dikirim untuk mendirikan rumah sakit lapangan. Sebanyak 218 personel itu terdiri dari 82 prajurit Yonkes Kostrad TNI AD, 61 prajurit Marinir TNI AL dan 31 personel Basarnas.

Sementara itu RS. Mintohardjo TNI AL mengirimkan 6 orang dokter Spesialis, yakni satu orang dokter umum dan 35 orang tim kesehatan marinir yakni dua dokter umum dan 33 personel kesehatan Marinir.

Sementara itu, Kodam I/Iskandar Muda sudah menerjunkan 704 personel langsung setelah gempa terjadi pada Rabu (7/12) pagi. Prajurit yang membantu evakuasi dan penanganan korban tersebut terdiri dari berbagai satuan.

Sumber : detikcom