Panglima TNI Terima Dubes Rusia

36
151

image

image

image

image

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Asintel Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington, S.E., Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Suselo menerima Duta Besar Rusia H.E. Mr. Mikhail Galuzin didampingi Chief Representative of the Federal Service for Military-Technical Coorperation Mr. Alexander Smirnov dan Colonel Nikolay V. Nikolayuk (Atase Udara dan Laut Rusia untuk Indonesia) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu sore (2/3/2016). Dalam pertemuan tersebut membahas tentang meningkatkan kerjasama dan mempererat hubungan kedua negara dibidang militer.

Puspen TNI

36 KOMENTAR

    • Selamat datang dan bertugas di Indonesia Mikhail Galuzin beserta rombongan sebagai perwakilan negara sahabat terdekat Indonesia. Semoga sejarah persahabatan pada tahun 1960 era Soekarno bisa terulang lagi dimasa kedepan. Rusia (Uni Soviet)lah yang mengukir sejarah persenjataan modern tahun 1960 sebagai bukti persahabatan yang tulus Rusia pada Indonesia. Dengan partisipasi Rusia pada perjuangan Trikora dan dwikora telah menanamkan kenangan diantara para veteran yang terlibat perjuangan saat itu. Selamat bertugas Mikhail Galuzin semoga makin memperkokoh persahabatan kedua negara.

      • coba di balik, indonesia berusha membantu dan meberikan sumbangan senjata untuk membantu perjuangan kemerdekaan PAL*ST*NE, setelah bisa merdeka, merka tumbuh baik dan maju. tapi tiba2 berdalih kerjasama dan berubah blok masuk ke blok barat, menjadi sekutu yang melupakan dan membuang Indonesia dalam daftar kerjasama. pye rasane?
        kacang lupa kulit? dgn negara yg tulus membantu?

    • Pak Dubes satu ini hebat, aktip menawarkan dagangan nya ke tiga matra TNI, wajib di contoh, lalu sambutan TNI juga luar biasa. yang pasti ada hubungan nya dengan rencana pak Menhan ke Rusia. semoga “mainan” baru yang ditawarkan pak dubes di beli pak panglima

  1. Lebih baik berteman ke semua negara sahabat yang menguntungkan tapi jangan terlalu terlena dengan negara sahabat yang suka mentung !!! tuh contohnya AMRIK baik sama NKRI kalau ada maunya…ahh lebih baik deket2 aja sama RUSIA walaupun sama2 pelit soal TOT tapi rusia lebih familier sama NKRI

  2. Perjuangan jaman TRIKORA n bantuan Tusia pada Suriah saat ini salah barometer tingkat kepantasan Rusia untuk dijadikan sebagai salah satu mitra paling paling penting negara ini…….

    Voting Indonesia untuk menolak penjatuhan sanksi PBB untuk iran saat masih dipimpin Ahmadinejad merupakan dasar yang kuat untuk meng inspirasi negara para mullah ini untuk mengulurkan tangan memberikan teknologi rudal, drone, n cyberware nya kpd Nusantara……..meskipun hal ini tidak akan diakui dalam waktu dekat oleh kedua belah pihak…..

    Pengiriman kasel kita saat konfrontasi India Pakistan untuk dukungan kpd Pakistan juga akan membantu kita mendapatkan pengetahuan tentang ICBM …………

    Netralnya sikap kita dalam konflik LCS sedikit banyak bisa merubah PROFIT ORIENTED China untuk bisa meraih teknologi C 705 sejak awal……..

    Didukung dengan karakter dasar bangsa yg masih memiliki unggah ungguh dalam pergaulan internasional kita serta dinginnya kepala dan semakin cerdiknya para punggawa bangsa dalam mengatasi benturan kepentingan dg negara lain, saya yakin, saat kondisi “darurat” seperti ini, Indonesia tidak akan menemui kesulitan dalam mencari banyak uluran tangan para negara2 sahabat untuk meraih kemandirian bangsa dalam berbagai sektor……..

    Jayalah NKRI…….
    Marilah kita bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan….

    Perbedaan akan selalu ada sampai akhir jaman………

  3. Ane kalau liat Pak Gatot ini kaya jenderal Ahmad Yani….kalem tapo garang. Cerdas pula. Ane liat saat instruksi presiden ttg relokasi penduduk korban gunung sinabung. Respon beliau cepat. Jenderal2 seperti beliau inilah yang kita dambakan semoga TNI dan bangsa ini kembali jaya seperti impian Pak Dirman dan Bung SOETTAH