Panglima TNI Menerima Kunjungan Dubes AS

42
9
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Amerika Serikat H.E. Mr. Joseph R. Donovan, Jr. pada Senin 22 Januari 2018 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Jakarta, Jakaragreater.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Amerika Serikat H.E. Mr. Joseph R. Donovan, Jr. pada Senin 22 Januari 2018 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.

Duta Besar Amerika Serikat H.E. Mr. Joseph R. Donovan, Jr. didampingi Athan Amerika Serikat untuk Indonesia Kolonel Mike Spake.

Dalam kunjungan tersebut Dubes AS menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Marsekal TNI Hadi Tjahyanto, S.I.P., sebagai Panglima TNI.

Hal-hal lain yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut antara lain :

  1. Meningkatkan hubungan bilateral kedua negara meliputi kemitraan strategis dibidang keamanan dan stabilitas kawasan.
  2. Meningkatkan kerjasama dalam teknologi Alutsista.
  3. Kerjasama di bidang pendidikan untuk membawa militer masing-masing negara menjadi lebih profesional.

(Puspen TNI).

42 KOMENTAR

      • Tp bung blg sebelum thn 2024 sdh dimari tuh semua pesawat,,,tp kt menhan indonesia blm ingin beli lg, ga tau 5-10 thn lg,nah lhoo…apaan coba,,berarti smpe 2028 br bakal ada pembelian baru,,,tp 2026 ifx sdh beraksi.,batal dong beli viper nya,,,,xixii

        • Ealah pak RR khan memang begitu ambigunya :

          1. alutsista SAR
          2. beli jangan banyak-banyak yang penting punya
          3. masih cukup entar dulu belum ada duit
          4. lihat dulu duit ada nggak

          Khusus untuk nomor 3 dan 4, sebenarnya itu gambit untuk menawar supaya harga jadi lebih murah dan TOT/offset/ lisensi jadi lebih banyak

          • Indonesia bukan negara kaya raya seperti Qatar yang bisa main borong beli pespur mahal F-15/Thypoon/Rafale sampai 100an uniy…
            Tentu jika Indonesia bisa melakukanya, memborong 50 unit F-16V seperti yang sering disampaikan bung TN pasti sebagai warga negara Indonesia saya akan bangga sekali, tetapi jelas dengan situasi yang ada itu masih sulit untuk terlaksana… bukan karena F-16V nya tetapi besaran uangnya…