JakartaGreater.com - Forum Militer
Apr 102018
 

Dubes Spanyol H.E. Mr. Jose Maria Matres Manso menyampaikan salah satu prioritas dalam meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua negara khususnya Angkatan Bersenjata dalam bidang pertahanan militer dan perindustrian.

Jakarta, Jakartagreater.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P menerima kunjungan Kehormatan Duta Besar (Dubes) Spanyol untuk Indonesia H.E. Mr. Jose Maria Matres Manso didampingi Athan Spanyol Colonel Francisco Javier Saldana pada Senin 9 April 2018 di ruang tamu Panglima TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

Pada kunjungan ini Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P mengucapkan Selamat atas pengangkatan H.E. Mr. Jose Maria Matres Manso sebagai Dubes Spanyol untuk Republik Indonesia dan menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Dubes Spanyol ke Mabes TNI.

Selanjutnya Panglima TNI mengharapkan kerja sama antara Indonesia dan Spanyol dapat terus ditingkatkan terutama saling tukar pandangan yang berkaitan dengan Angkatan Bersenjata kedua negara. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama pengadaan kapal latih Angkatan Laut KRI Bima Suci dari Spanyol menggantikan KRI Dewaruci.

Saat ini KRI Bima Suci sudah bisa digunakan untuk kegiatan pelatihan di AAL. Dalam pembicaraan Panglima TNI menyampaikan, mengenal Spanyol dari perjalanan sejarah kerjasama antara PTDI dengan Spanyol mengenai produksi pesawat udara Cassa yang masih berlanjut sampai sekarang dan sangat membanggakan bagi Indonesia. Pada kesempatan yang sama Dubes Spanyol H.E. Mr. Jose Maria Matres Manso juga mengucapkan selamat atas diangkatnya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. sebagai Panglima TNI.

Selanjutnya Dubes Spanyol H.E. Mr. Jose Maria Matres Manso menyampaikan salah satu prioritas yang dilakukan sebagai Duta Besar untuk Republik Indonesia terutama dalam meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua negara khususnya kedua Angkatan Bersenjata dalam bidang pertahanan militer dan perindustrian serta tugas perdamaian dunia dibawah PBB.

Pada pembicaraan tersebut Dubes Spanyol mengatakan Indonesia mampu melaksanakan tugas misi perdamaian dunia dengan baik dan menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan misi Kontingen Garuda dalam perdamaian dunia dibawah PBB.

H.E. Mr. Jose Maria Matres Manso menyampaikan negara Spanyol mempunyai ancaman dan tantangan yg sama dengan Indonesia terutama dalam menghadapi ancaman terorisme. Selain itu Spanyol juga memiliki ancaman disintegrasi dari gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari negaranya.

Pemerintah Spanyol sangat menghargai sekali peran Indonesia dan membuka pintu untuk melakukan kerjasama dalam Isu-isu tentang penanganan terorisme yang terjadi termasuk dalam menghadapi gerakan separatis, kata Dubes.  Lebih lanjut Dubes Spanyol menyampaikan situasi saat konflik di area penugasan misi perdamaian sangat berbahaya dan semua mengetahui kemampuan yang dilakukan oleh Indonesia terutama misi Kontingen Garuda.

Dubes Spanyol mengharapkan Indonesia akan mendapat kesempatan untuk terpilih dalam pemilihan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Pada akhir pertemuan Dubes Spanyol mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang pertama kali mendukung keutuhan negara Spanyol, pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr (Han).  (Puspen TNI).

Berbagi

  11 Responses to “Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Spanyol”

  1.  

    Gagal Deh Catalonia Merdeka
    dari Spanyol Karena Indonesia yang pertama mendukung keutuhan negara Spanyol

  2.  

    Mantap! Untung Catalonia tdk jd merdeka MOTO GP dsn bs tdk berbedera Spanyol lg.

  3.  

    bargain power dan softpower
    kebanyakan kebijakan luar negeri kita menolak disentegrasi di negara2 shabat alhasil timbal balik nya kita juga punya dukungan dari negara2 tersebut terhadap kita yg punya wilayah bermasalah.
    kasus Sipadan dan Ligitan adalh kasus berbeda

 Leave a Reply