Oct 172017
 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan pembekalan kepada Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa, di Mabes TNI, Jakarta, 16 Oktober 2017.

Cilangkap, Jakartagreater.com – Tentara Nasional Indonesia berkomitmen dalam menutup celah korupsi di lingkungan TNI, sehingga tidak menimbulkan kerugian negara. Peran pengawasan dan pemeriksaan kepada Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Unit Layanan Pengadaan dan Pejabat Penerima terhadap proses pelaksanaan pengadaan barang secara konsisten guna menciptakan tata kelola yang baik dan bersih.

Hal ini disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada pembekalan para pejabat Pengadaan Barang dan Jasa di Unit Operasi Mabes TNI, khususnya para pejabat yang telah ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Unit Layanan Pengadaan  dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan, Senin 16-10-2017 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.

Panglima TNI menyampaikan bahwa, sedang trend di media mainstream nasional sekarang ini ketidakefektifan dan kebocoran keuangan negara yang paling besar adalah pada sektor pengadaan barang dan jasa. “Dari hasil pemeriksaan dan pengawasan oleh Irjen TNI ditemukan hasil pengadaan yang terindikasi korupsi, pemborosan, ketidakefektifan, mark-up dan lain-lain yang saat ini sedang dalam proses hukum,” jelasnya.

“Kita semua harus berkomitmen untuk mengeliminir, mencegah dan menutup celah korupsi di lingkungan TNI, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan Alutsista karena hal ini akan melemahkan kekuatan TNI dan menyengsarakan prajurit,” jelas Panglima TNI.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan pembekalan kepada Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa, di Mabes TNI, Jakarta, 16 Oktober 2017.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan sesuai Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2010 beserta turunannya dan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 17 tahun 2011 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan TNI telah mengatur prosedur yang benar dan merupakan landasan bagi TNI.

“Sesuai kebijakan pemerintah terkait pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI, agar mengutamakan pengadaan dari industri pertahanan dalam negeri, bila hal ini tidak memungkinkan boleh menggunakan pabrikan dari luar negeri, namun harus dengan persyaratan administrasi yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo .

Panglima TNI menekankan kepada seluruh peserta pembekalan untuk menemukan kelemahan regulasi yang berlaku sekarang ini, yang dapat menimbulkan kerawanan dan berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Rumuskan saran, masukan dan rekomendasi kepada pimpinan dalam rangka pengawasan pengadaan jasa serta cari akar permasalahan yang terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Mabes TNI yang dapat menimbulkan kerugian negara,” ujarnya.

Mengakhiri amanatnya Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada seluruh peserta pembekalan agar menggunakan prosedur yang benar dalam pengadaan barang/jasa. “Saya tidak pernah merekomendasikan rekanan siapapun juga. Apabila ada rekanan yang mengaku adik, kakak dan saudara saya yang bekerja di Mabes TNI, langsung blacklist saja perusahaan itu,” jelas Panglima TNI. (Puspen TNI).

  10 Responses to “Panglima TNI : Tutup Celah Korupsi di Lingkungan TNI”

  1. Hmmm…bisa ga ya? kyk nya tipis berhasil nya…korupsi sdh mengakar ke segala bidang dan institusi…jd pesimis bs berhasil…

  2. HARUS

  3. Semangat boleh poooool tapi penegakan hukum jg harus lebih pooooooooooool!

  4. Saya bangga kepada TNI yang komitmen memberantas korupsi di lingkungan internalnya. Dan saran saya harap semua pembelian barang ALUTSISTA di buat 1 pintu saja, dimana user hanya meminta, satuannya menganalisa spesifikasi dan menentukan alternatifnya, angkatan memeriksa serta inspeksi barang dan menetapkan harga tertingginya berdasarkan perbandingan dengan pihak pabrikan dan negara yang sudah memakainya, selanjutnya Kemhan yang membelinya dengan patokan harga tertinggi yang ditawar serendah-rendah dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh satuannya.
    Dimana jika ternyata harganya lebih mahal tetapi mendapatkan benefit lainnya yang lebih besar lagi Kemhan bisa membicarakannya lagi dengan angkatannya (AD, AL, AU).

 Leave a Reply