Panser Anoa Amankan Kunjungan Presiden ke WIFT 2017

Kepulauan Widi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, tempat berlangsungnya Widi International Fishing Tournament (WIFT) 2017, 25-29 Oktober 2017 (photo : wift.events)

Ternate, Jakartagreater.com – Korem 152/Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut) mengerahkan kendaraan tempur lapis baja yang merupakan salah satu alutsista kebanggaan Satuan jajaran Kodam XVI/Pattimura dalam rangka menyukseskan Widi International Fishing Tournament (WIFT).

Kapenrem 152/Babullah Kapten Inf Heru Darujito mengatakan pada Minggu 22-10-2017 di Ternate, bahwa Korem 152/Babullah akan mengerahkan personel dan kendaraan tempur lapis baja untuk mengamankan kedatangan Presiden RI dalam rangka event Widi International Fishing Tournament.

Menurutnya, Ranpur Armoured Personnel Carrier atau lebih dikenal dengan Anoa 6 x 6 APC, demikian PT Pindad Indonesia menamai kendaraan tempur tersebut, merupakan alat Angkut Personel Sedang (APS) dengan kapasitas 3 awak kendaraan dan 10 orang penumpang, sehingga sangat efektif digunakan untuk menyokong kegiatan pengamanan VVIP dalam rangka WIFT tahun 2017 di wilayah Korem 152/Babullah.

Adapun spesifikasi teknis kendaraan tempur besutan PT Pindad tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan standar militer maupun fitur-fitur opsional untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI secara optimal.

Selain itu, Korem 152/Babullah juga mengerahkan peralatan standart Anoa APC yang meliputi Winch Capacity 6 ton, Pioneer Set, Pemadam Kebakaran, Penyejuk Udara, Toolkit Pengemudi, Lampu-Peta, Jaring Kamuflase, Hydraulic Rear Rampdoor System, Smoke Grenade Dischargers cal. 66 mm.

Sedangkan, untuk fitur opsional pendukung meliputi Peralatan Komunikasi, GPS, NVG, Add-on keramik lapis baja Armament dan Remote Control Weapon System 12,7 mm dimana Senjata di bagian belakang adalah Senapan Mesin 7,62 mm.

ilustrasi : Panser Anoa 2

Kapten Inf Heru Darujito mengatakan, panser Anoa ini menjadi produk unggulan dari PT Pindad dikarenakan mutu dan kualitas yang sangat baik dilihat dari sisi teknologi dan kecanggihan yang ada, nama Anoa sendiri diambil dari nama salah satu jenis kerbau asli Indonesia.

“Panser tersebut pertama kali diperlihatkan ke publik pada ulang tahun ke-61 TNI pada 5 Oktober 2006 di Markas Besar TNI Cilangkap, semenjak 9 April 2010 sekitar 13 unit Anoa telah digunakan untuk mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon bersama Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil,” kata Kapten Inf Heru Darujito  .

Anoa biasa digunakan untuk pengawalan kegiatan-kegiatan penting Negara dan pada 15 November 2011 Anoa varian 6 x 6 yang menggunakan persenjataan Senapan Mesin 7.62 mm digunakan sebagai kendaraan tempur untuk Patroli dan Penjagaan Ring pada acara KTT Asean di Nusa Dua Bali. Anoa juga dipakai oleh Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan Presiden RI. (Antara)

Tinggalkan komentar