Mei 242015
 

Jakarta – Tahun 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memesan sejumlah 14 unit Panser Anoa. Kendaraan Taktis (Rantis) buatan PT Pindad (Persero) yang dipesan dengan kelir putih dan tulisan “UN” ini sebelumnya telah dibeli sebanyak 46 unit.

Untuk mencapai keberhasilan dunia Internasional, jalan panjang dan berliku telah dilalui PT Pindad. Kendaraan angkut personel ini  dikembangkan untuk menjawab tantangan Panglima TNI saat itu, Jenderal Endiartono Sutarto.

Menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pada tahun 2005, Pindad merancang panser 6×6 yang berbasis truk Perkasa buatan PT Texmaco. Panser 6×6 pertama dengan kode APS1-V1 ini pun dinamai “Si Jablay”.

Penamaan “Si Jablay” dikarenakan karyawan yang terlibat proyek ini meluangkan waktu lebih dan merunjuk pada lagu yang sedang tren saat itu. Seperti yang disampaikan Direktur Teknologi dan Pengembangan, Ade Bagdja, yang tertulis di buku “Pijakan untuk Kemandirian Alutsista” 30 Tahun PT Pindad.

“Pada tahun itu (2008), kami hanya mendapat libur 1,5 hari. Sehari Idul Fitri, setengah hari Idul Adha. Bahkan, saya dan ada beberapa yang lain sempat dibekali koper oleh istri karena hanya pulang ke rumah untuk mandi dan makan saja,” tutur Ade.

Kini Panser Anoa buatan PT Pindad telah mendapat pengakuan dari PBB dan dibeli oleh beberapa negara lain seperti Malaysia, Brunei dan beberapa negara lainnya. Selain itu, sejumlah negara juga tertarik untuk memesan seperti Nepal, Irak, Bangladesh, Pakistan, dan beberapa negara lainnya.

Anoa menggunakan badan dengan desain monokok berlapis baja tahan peluru dengan sistem suspensi batang torsi. Panser Anoa memiliki beberapa varian yakni, Komando, Ambulans Logistik (untuk amunisi, pionir, dan bahan bakar), recovery, mortir, dan intai.

Panser Anoa sudah menggunakan hampir 65 persen komponen dalam negeri, seperti suspensi dan body hull di desain dan di produksi PT Pindad sendiri. Renault memasok jantung pacu Anoa yakni mesin diesel turbocharged MIDR 062045 yang berkekuatan 320 tenaga kuda dan transmisi Otomatis ZF S6HP502, 6 maju, 1 mundur.

Di bagian kedua ini, Tim Otomotif Liputan6.com akan mengajak sahabat Liputan6.com tentang interior dan asiknya mengendarai Panser Anoa. Seperti apa keseruannya, saksikan video yang dipandu oleh Host Liputan6.com, Amii Nindita ini :

 Posted by on Mei 24, 2015