Panser Kanon Negara Jiran

44
574
Sibmas AFSV-90 Malaysia
Sibmas AFSV-90 Malaysia

Jika Indonesia baru saja meluncurkan panser badak 6×6, maka tetangga Jiran kita Malaysia sudah lebih dulu memilikinya. Sibmas 6×6. Pada tahun 1983 Angkatan Darat Malaysia memesan 150 Sibmas 6×6 AIFV dari Belgia dan 450 Condor 4×4 APC dari Jerman.

Panser Sibmas dilengkapi canon Cockerill 90mm Mk III serta senjata mesin coaxial 7.62 mm dan senjata anti-pesawat 7.62 mm machine gun yang ditujukan Malaysia sebagai fire support. Kendaraan ini memiliki top speed 100 km dan daya jelajah 1000 km.

Bedanya dengan Indonesia, Sibmas 6×6 ini buatan Belgia, sementara Panser Badak buatan dalam negeri, PT Pindad.

Sibmas AFSV-90 Malaysia
Sibmas AFSV-90 Malaysia

Namun demikian, kini Malaysia telah melompat mengadopsi panser 8×8 yakni AV-8 yang akan digunakan untuk APC maupun IFV. AV-8 8×8 merupakan kandidat pengganti Sibmas 6×6 dan Condor 4×4. AV-8 atau PARS merupakan kerjasama Malaysia dengan FNSS Turki yang sebelumnya mensupport Malaysia dan Tank ACV-300.

AV-8 Malaysia
AV-8 Malaysia

Dengan format 8×8 maka panser ini bisa mengadopsi berbagai varian, karena memiliki platform yang lebih stabil.ย  AV-8 bersifat modular dan memiliki perlindungan armor tingkat 4 yang mampu menangkis amunisi 14.5 mm, 7.62mm dan 14.5mm. Kemampuan menangkis amunisi 14.5 mm setara dengan kemampuan Stryker AS.

AV-8 menggunakan sistem integrator Thales yang membuatnya bisa berkomunikasi dan bertukar data dengan MBT PT-91 Malaysia. Kendaraan 8×8 ini menggunakan mesin diesel Deutz turbocharged buatan Jerman yang menghasilkan tenaga 524 hp dengan mesin yang terletak di tengah hull, di belakang kompartemen sopir dan bersifat fully amphibious, bisa diangkut oleh pesawat kargo C-17 atau pun A400M.

contoh mast mounted sensors
contoh mast mounted sensors

Malaysia memesan 178 AV8 dengan konfigurasi: turret 30 mm, turret 25mm, RCWS 12,7. Varian lainnya adalah kendaraan surveillance yang dilengkapi battlefield radar dan mast mounted sensors (24), command vehicles (13), armored ambulances (9), armored recovery vehicles (9), maintenance vehicles (9), 120-mm mortar carriers (8), engineering and NBC reconnaissance vehicles (4) dan signals vehicles (3). (JKGR).

44 KOMENTAR

  1. Maaf, tapi kita memang suka mencela Malay ya. Bukankah penggantinya, AV-8, dibuat Malay bekerjasama dgn Turki?
    “AV-8 atau PARS merupakan kerjasama Malaysia dengan FNSS Turki yang sebelumnya mensupport Malaysia dan Tank ACV-300.”
    Dan jika melihat spesifikasinya, AV-8 ini selain armornya setara stryker juga fully amphibious dan punya komunikasi yg terintegrasi. Seberapa besar natinya, lokal konten yg akan dimiliki Malon? Ingat bahwa, dlm teknologi kendaraan roda 4, Malon sdh lebih mandiri dari Indonesia.
    Jangan sampai kebanggaan kita menutupi kewaspadaan akan kemajuan tetangga.

  2. Maaf oot..perolehan medali sementara AARM 24th Vietnam..Indonesia memimpin dg 8emas,6perak,2perunggu Pinoy peringkat 2 dg 2 emas..malay br dpt 1perak..lomba hr kedua..sayangnya kontingen malay ngga pake vita berair kan biar bisa diadu sm SS Pindad..hurraaa

  3. Ya walau pun pindad bisa bikin anoa. Tapi belum semua itu bikinan pindad. Pindad cuma buat body anoa saja. Enjin, sistem dan canon masih import dan kerjasama. Bagi saya singpore lagi mandiri bisa membuat terrex, primus, howitzer dan senjata lain nya.

    AV8 malaysia ada 12 variant. Semua nya 257 unit bukan 178.

    • Sistem anoa sudah dibuat sendiri bung, singapura juga sama mesin dari luar, canonnya juga kecuali senjatanya.

      Mau bikin nasi rendang tidak mesti nanam bawang, nanam kelapa, nanam cabe, cukup dengan kepintaran dan rajin berkreasi, dari segala aspek dikumpulkan menjadi nasi rendang ala anoa,,,dum..dum bikin jebol perut lawan

      • Kalau menurut saya 8×8 belum jadi kebutuhan utama, jadi karena duit yg terbatas, kebutuhan panser 6×6 sangat tinggi jadi dari pada kesedot duitnya untuk riset 8×8 mending dipakai dulu untuk kebutuhan 6×6 untuk ditaruh diperbatasan, sudah terbukti Anoa sangat diperlukan pada saat serangan dari teroris di papua

        Sebentar lagi ada versi anoa amphibi utk marinir jadi kebutuhan 6×6 yg lebih utama, tapi arahnya sepertinya 8×8 juga akan dijajaki agar bisa membawa senjata yg lebih besar dan proteksi yg lebih tebal

  4. maaf bung boku… memang pindad blom sepenuh nya mandiri… panser anoa, komodo dan badak sebagian masih ada yg dibuat diluar seperti mesin, transmisi, canon dan lainnya.. tpi kita boleh bangga ada kemauan dan tekad untuk membuat sendiri dari hasil karya nya.. perlahan namun pasti menuju kemandirian.. klo bung suka membaca artikel tentang alutsista masih banyak produsen dari luar negeri yang memakai produk dari luar.. bahkan negeri maju pun macam amerika atau eropa juga ada yg memakai sparepart dari luar biarpun kadar pemakainya tidak begitu besar… jdi klo sepenuhnya dibuat didalam negeri bisa2 untuk membuat panser seperti anoa msh jauh menunggu 10 tahun lagi.. ga papa kaya sekarang dari pda cuma ngerakit kerakit doang…

  5. Engine, transmisi, hal2 yang high tech perlu investasi Besar…manufaktur juga begitu kenapa Mobil dengan jenis sedang, mpv bagian suv mengunakan basis mesin yang sama…agar efisien. Jadi nasionalisme perlu bersinergi dengan efisiensi. GA usah lah 100% kalau dijual susah…