Panser Pindad Cobra untuk Batalyon Infanteri Mekanis

JakartaGreater – Industri militer Indonesia terus bergerak untuk mengejar kemandian dalam mendapatkan Alutsista yang handal dalam pertempuran. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan itu adalah digarapnya kendaraan tempur (Ranpur) jenis panser yang bernama Pindad Cobra.

Kendaraan tempur ini merupakan Alutsista hasil kerja sama antara PT Pindad dengan perusahaan asal Czech, Excalibur Army Group dari CzechoSlovak Group.

Kendaraan tempur ini telah didatangkan dari Czech (Ceko) sejak 4 Februari 2020. Dalam hal ini PT Pindad dan Kementerian Pertahanan sepakat membuat pengadaan kendaraan tempur senilai 80 juta dolar AS untuk memasok 22 unit kendaraan tempur.

Panser Pandur II 8×8 . (@czechoslovakgroup)

Pesanan ini diperuntukan untuk Batalyon Infanteri Mekanis (Yonifmek) yang merupakan pasukan Infanteri yang termekanisasi yang dibekali dengan pengangkut personel lapis baja (APC) atau kendaraan tempur infanteri (IFV) sebagai kendaraan pengangkut personil untuk tempur, dikutip dari situs KKIP, 21-1-2021.

Beberapa satuan di luar Jawa juga mulai dilengkapi dengan kendaraan tempur (Ranpur) Anoa untuk menunjang tugas pokoknya, seperti :

  1. Yonif Mekanis 113/Jaya Sakti di Kodam Iskandar Muda.
  2. Yonif Raider Khusus 134/Tombak Sakti di Kodam I/Bukit Barisan.
  3. Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti di Kodam IX/Udayana.
Panser Pandur II 8×8 berkemampuan Amfibi. (@czechoslovakgroup)

Bila menilik lebih lanjut, kerja sama Alutsista dengan Czech ini sebenarnya menguntungkan Indonesia.

Hal ini karena Excalibur Army Group, memberikan kemudahan produksi panser buatannya dengan memberikan Transfer of Technology (ToT) kepada PT. Pindad, sehingga PT Pindad dapat meracik spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan Yonifmek TNI AD sebagai pengguna.

Dengan demikian PT Pindad bisa melakukan eksplorasi lebih dalam untuk pengembangan dari panser buatan Czech ini.