Jun 062017
 

Panser lapis baja WZ551 milik militer Kenya hancur terkena ranjau atau mungkin bahan peledak improvisasi (IED).

Bukan hanya rusak, panser terlihat hancur pada bagian bawah lambung, bahkan pada kompartemen penumpang terlihat porak poranda.

Hancurnya bagian bawah panser WZ551 buatan perusahaan China North Industries Group Corporation (NORINCO) kemungkinan karena desain lambung bawah yang tidak menggunakan desain V-hull. Desain V-hull sangat berguna untuk menahan dan membelokkan daya ledak ranjau atau bahan peledak yang menyaras bagian bawah kendaraan sehingga meminimalkan impact dan kerusakan pada kendaraan lapis baja.

Meski di klaim menggunakan lapisan baja yang mampu menahan tembakan senapan mesin berat yang berkaliber hingga 50 mm, namun dengan desain bawah lambung yang berbentuk kotak, saat mendapat serangan ranjau atau bahan peledak dari bagian bawah maka sangat besar kemungkinan kendaraan lapis baja akan hancur karena daya ledak frontal.

  9 Responses to “Panser WZ551 Tanpa Desain V-Hull Hancur Terkena Peledak”

  1.  

    Itu bukan kaliber 50 mm, tapi kaliber .50 inchi (alias 0.5 inchi), alias tahan tembakan 12,7 mm (ingat bahwa 1 inchi = 2,54 cm, maka 0,5 inchi = 12,7 mm)

  2.  

    Norinco lagi…

  3.  

    Wajib borong, harga lebih murah dr yg sekelas komisi bs cingcay la!he3. Apakah RI masih berminat made in China?

  4.  

    Mati kita dibuat china :ngakak

  5.  

    katakan tidak pada produk china (untuk pertahanan)

    sambil lirik keyboard saya yg merk nya logitech tapi made in china xixixixi