Oct 232016
 

Enam KRI Koarmabar melaksanakan Latihan Geladi Tugas Tempur Tingkat III/L-3 Terpadu Tahun 2016 di Perairan Selat Lampah dan Laut Natuna, Jumat (17/6/2016).

Enam KRI Koarmabar melaksanakan Latihan Geladi Tugas Tempur Tingkat III/L-3 Terpadu Tahun 2016 di Perairan Selat Lampah dan Laut Natuna, Jumat (17/6/2016).


TNI Angkatan Laut dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) akan menempatkan lebih banyak kapal patroli untuk memantau perairan yang rawan pelanggaran laut.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda (Laksda) TNI Aan Kurnia, mengatakan bahwa pihaknya akan menempatkan hingga empat kapal di daerah rawan.

“Perbandingannya yang jelas di daerah aman itu satu kapal, tapi di daerah rawan itu bisa empat atau tiga. Kalau memang eskalasinya meningkat kita pun bisa menambah armada sampai bisa lima atau enam kapal,” ujar Laksda Aan Kurnia, seperti dilansir beritasatu.com pada Minggu (23/10).

Lebih lanjut, Pangarmabar menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki tingkat kerawanan yang berbeda, misalnya wilayah perairan yang memiliki kekayaan ikan akan lebih rawan dengan kegiatan ilegal dibandingkan perairan yang memiliki sedikit ikan.

Di perairan rawan pelanggaran, seperti Perairan Natuna, Koarmabar mewaspadai kegiatan penangkapan ikan oleh kapal-kapal tanpa izin dari pemerintah Indonesia. “Terus kemudian kegiatan penyelundupan misalnya di mana, di perairan Singapura misalnya, ya di sana kita tempatkan. Jadi sesuai eskalasi,” kata Laksda Aan Kurnia.

Selain memiliki strategi dalam menjalankan tugasnya, Koarmabar juga berkolaborasi dengan sejumlah instansi untuk menjaga keamanan wilayah laut. Beberapa instansi itu misalnya adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Keamanan Laut, Bea Cukai dan Polisi Perairan.

Sumber: beritasatu.com

Berbagi

  9 Responses to “Pantau Wilayah Rawan, Koarmabar Akan Tempatkan Lebih Banyak Kapal Patroli”

  1.  

    meriamnya dah ada setiap puasa dibuat salvosalvo
    kl mariam dah berangkat jadi tki

  2.  

    Kasih dahh

  3.  

    Setiap provinsi seharusnya punya semacam satuan “quick respons” yang terdiri dari 2-3 kapal patroli yang dibekali setidaknya kanon 20 mm.

  4.  

    alutsista tni al ditambah lagi kapal fregat yang baru

  5.  

    Dronenya mana ??

  6.  

    tes

  7.  

    Bung Gorlax, ane punya usul…… gimana kalo mbt Leopard kita taruh diatas kapal patroli yg kita punya sekarang ??…. Ane jamin, keinginan anda terkabulkan, kapal patroli cepat dgn meriam yg besar plus minigun….

    Salam Sejahtera….

  8.  

    Kakau saya usul tempatkan satu kapal di tempat strategis . Kapal lego jangkar selama beberapa waktu ,jalan jika perlu saja . Diam di satu titik dengan menggunakan energi sesedikit mungkin ,seperti untuk penerangan,radar ,tapi mesin utama di matikan .
    Nah kapal supply yang memasok bbm,makanan ,air tawar dan lainnya seperti pengantian awak . Jadi biaya yang di keluarkan hemat ,tak usah bolak balik ke pangkalan buat isi ulang perbekalan. Semboyannya hemat,efektif dan masih karena di sebar di berbagai titik strategis.
    Pasti pencurian ikan akan berhenti ,termasuk illegal export seperti pasir timah,rotan ,kayu ,dan lainnya akanmenurun drastis dengan biaya sesedikit mungkin.

 Leave a Reply