Mei 102019
 


Sistem pertahanan anti pesawat Pantsir (foto : Tass)

Rusia melaporkan sistem persenjataan anti-pesawatnya di pangkalan udara Hmeymim di Suriah berhasil menghadang dua serangan artileri roket yang ditembakkan militan Suriah. Posisi musuh yang melepaskan tembakan kemudian dihancurkan oleh pesawat tempur Rusia dan artileri pasukan pemerintah Suriah.

Komandan Pusat Rekonsiliasi Rusia – Mayor Viktor Kupciszyn – menginformasikan tentang upaya serangan terhadap pangkalan udara Rusia di Hmeymim. Menurut data yang diberikan olehnya, serangan itu dilakukan oleh para gerilyawan dari dua kelompok militan “Katiba Ard al-Bab” dan “Katiba Jebel-Butma” yang menembakkan roket dari zona di sekitar Idlib.

Penembakan pertama terjadi pada 6 Mei 2019. Efeknya belum terungkap, tetapi diketahui bahwa sistem senjata anti-pesawat jarak pendek Rusia, yakni “Pantsir-S1” dan “Tor-M1” telah menembak jatuh sebanyak 27 rudal yang menyerang. Posisi lawan kemudian diketahui dan dihancurkan oleh pesawat tempur Rusia dan artileri pasukan pemerintah Suriah.

Keesokan harinya, sekitar pukul 15:15, serangan kembali diulang. Diperkirakan para militan menembakkan 15 rudal. Menurut Jenderal Kupciszyn, semua roket dihancurkan oleh sistem senjata anti-pesawat Rusia yang ditempatkan di sekitar pangkalan Hmeymim (tanpa menyebutkan tipenya)

Berkat pertahanan yang terorganisir efektif, tidak ada korban jiwa atau kerusakan. Keberhasilan Rusia lainnya adalah adanya sistem deteksi dan identifikasi lokasi penembakan oleh dua tempat peluncuran roket para militan menggunakan “sistem pengintaian artileri”.

Dan dalam kasus ini, dilaporkan bahwa posisi militan yang diidentifikasi kemudian dihancurkan oleh pesawat tempur Rusia dan artileri pasukan pemerintah Suriah.

Defence24

 Posted by on Mei 10, 2019