Sep 062018
 

Jet tempur F-16i Angkatan Udara Israel © Math Knight via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Setelah Suriah mengumumkan berhasil melakukan intersepsi terhadap 5 rudal yang ditembakkan militer Israel pada tanggal 4 September, baik rudal pencegat dan rudal yang dilumpuhkan mulai bermunculan, seperti diwartakan oleh Bao Dat Viet.

Sistem pertahanan udara Pantsir-S2 buatan Rusia yang digunakan oleh Suriah berhasil mencegat serangan beruntun dari rudal Israel yang dilancarkan ke Suriah pada tanggal 4 September 2018.

Meskipun tidak disebutkan berapa banyak rudal yang diluncurkan oleh Tel Aviv, tapi sumber itu mengatakan bahwa Damaskus berhasil mencegat lima rudal. Tak lama setelah berita diposting, banyak ahli mengatakan bahwa serangan rudal Israel hampir pasti menggunakan rudal jelajah Delilah dan bukan roket Popeye, seperti spekulasi oleh media.

Informasi ini cukup tak terduga karena rudal telah hancur sama sekali untuk mengenali kategori hanya dari sisa bagian belakangnya. Jika informasi ini dikonfirmasi oleh pihak Israel, ini adalah kedua kalinya rudal jelajah Delilah telah ditembak jatuh ketika menyelinap lewat serangan udara di Suriah.

Puing-puing rudal jelajah Delilah yang ditembakkan Israel © Bao Dat Viet

Rudal jelajah Delilah dirancang dengan sistem navigasi GPS bersama dengan navigasi otomatis selama penerbangan dan kemudian dikonversi ke inframerah atau Citra CCD pada tahap akhir penerbangan.

Delilah dapat melakukan fungsi-fungsi ini melalui tautan data yang memungkinkan orang untuk mengendalikan rudal memilih sasaran. Ini berarti bahwa kendali dari sistem senjata di dalam pesawat yang berjarak sekitar 150 mil akan dapat menavigasi rudal secara dinamis, ssehingga Delilah dapat mencapai sasaran dengan akurat.

Dengan fitur ini, rudal Delilah dapat mengubah target serangannya bahkan ketika diluncurkan oleh kontrol yang dapat menerbangkan rudal melalui saluran ventilasi atau melintasi jendela gedung untuk maju atau menuju arah yang telah ditentukan.

Ini merupakan rudal multitasking tercanggih di dunia, jadi selain target serangannya yang tetap, Delilah juga dapat secara akurat menyerang target yang bergerak dengan akurasi hampir mutlak. Perbedaan terbesar Delilah adalah ia dapat mengurangi kecepatan mesin untuk menghemat bahan bakar dan terbang di sekitar target untuk menentukan secara akurat.

Selain itu, rudal Delilah memiliki fungsi self-destruct jika pengendali tidak menemukan sasaran. Bersamaan dengan fitur yang dikendalikan manusia, Delilah dapat menyerang beberapa target secara otomatis hanya dengan sistem navigasi GPS atau INS.

Namun, kemampuan khusus Delilah tidak berhenti di situ karena itu juga dapat digunakan untuk menghancurpan pertahanan udara musuh jika rudal ini terbang melintas lokasinya dalam waktu tertentu. Ketika mendeteksi sinyal radar musuh, Delilah akan segera menyerang. Dengan ukuran yang relatif ringan, rudal juga bisa diintegrasikan pada helikopter tempur.

Tidak hanya itu, rudal juga dapat mengenali target otomatis dan mengoordinasikan kemampuan pemetaan untuk menggantikan intervensi manusia dalam setiap tugas. Delilah adalah rudal multitasking yang sangat kuat yang dapat mengubah kekuatan medan perang dan menciptakan keuntungan besar dalam pertempuran.

Namun ketika dihadapkan dengan Pantsir-S2 Suriah (varian modern untuk versi ekspor), maka kecerdasan dan kelincahan Delilah gagal terwujud. Berdasarakan informasi, Pantsir-S2 Suriah yang mencegat rudal Delilah meskipun masih belum dikonfirmasi secara resmi baik oleh Suriah maupun Israel.