Paramiliter Bakamla Latihan Kompas Bintang dan Jungle Survival

Paramiliter melaksanakan teknik memasak dengan kelapa dan bambu. Masing-masing regu berbagai tugas pada anggotanya, ada yang mencari kelapa, bambu, ranting/daun kering dan batu.

Setokok, Batam, Jakartagreater.com    –   Ratusan Paramiliter Bakamla melaksanakan latihan berganda penggunaan kompas bintang dan jungle survival pada Jumat 12-4-2019 di Pulau Setokok Jl. Trans Balerang, Batam.

Bertindak sebagai pelatih Sertu Marinir Arik dan Kopral Marinir Supriyadi memberikan arahan kepada ratusan paramiliter Bakamla dalam menggunakan kompas bintang sebelum dilepas ke hutan.

“Di luar sana perhatikan keselamatan diri anda maupun anggota setiap Regu, atur jarak dalam langkah setiap anggota, hati-hati dengan binatang buas terutama ular karena ini malam hari”, ujar Sertu Marinir Arik.

Tanggung jawab Danru (Komandan Regu) menghitung personelnya kembali dengan jumlah dan material yang utuh. “Pastikan dalam menghitung personel sentuh wajah anggotanya jangan sampai anggotanya berkurang apalagi bertambah”, pungkas Supriyadi.

Selanjutnya paramiliter di bagi menjadi 12 Regu untuk melakukan praktek penggunaan Kompas Bintang di hutan pulau Setotok. Setiap Regu terdiri dari 17 anggota.

Sertu Marinir Arik mengingatkan kembali batas tempat, sebelah kanan laut, sebelah kiri tanaman bakau dan batas depan laut. “Apabila melewati batas tersebut maka regu dinyatakan nyasar”, ujar Sertu Marinir Arik.

Selanjutnya, pada pagi hari ditengah hutan paramiliter kehabisan bahan makanan Natura. Sehingga materi pembelajaran tentang Jungle Survival yang sebelumnya sudah diberikan kepada mereka oleh pelatih Sertu Marinir Budi Setiawan dipraktekkan.

Paramiliter melaksanakan teknik memasak dengan kelapa dan bambu. Masing-masing regu berbagai tugas pada anggotanya, ada yang mencari kelapa, bambu, ranting/daun kering dan batu.

Mereka mempraktekkan teknik menyalakan api dengan bambu, kemudian cara mengupas serat kelapa menggunakan batang kayu yang sudah dilancipkan.

Kemudian mulai memasak nasi di dalam kelapa yang sudah dikupas seratnya, selain itu juga mereka mempraktekkan memasak dengan bambu. Dengan lihainya mereka mampu mempraktekkan teknik memasak tersebut karena kalau tidak demikian bahaya kelaparan akan dialami mereka di tengah hutan.

Untuk menghindari hadirnya binatang buas mereka juga memasang jebakan disekeliling tempat mereka beristirahat menggunakan tali akar hutan yg diikat ke pohon.

“Latihan berganda ini tujuannya supaya paramiliter Bakamla mampu bertahan hidup dihutan, terhindar dari bahaya kelaparan dengan memanfaatkan sumber daya alam disekitar mereka serta menjauhkan diri dari gangguan binatang buas”, ungkap Sertu Marinir Budi. (Humas Bakamla RI).

Tinggalkan komentar