Sep 072019
 

ilustrasi: Soldier prepares to land in the water. (commons.wikimedia.org – US Navy)

Moskow, Jakartagreater.com   –    Perusahaan induk Tekhnodinamika (afiliasi dari Rostech) sedang melakukan penelitian ke parasut baru yang akan membantu pasukan payung bertahan dalam kasus  tercebur yang tidak disengaja, kata layanan pers perusahaan kepada TASS pada hari Jumat 6-9-2019.

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Parasut telah menemukan sejumlah solusi sehingga jauh lebih mudah untuk menyingkirkan sistem suspensi dan kubah parasut.

“Salah satunya adalah kunci pemutusan muatan cepat di ujung sistem parasut, serta carabiner pembuka cepat,” kata CEO Tekhnodinamika, Igor Nasenkov seperti dikutip. Carabiner akan dilengkapi dengan kunci pengaman khusus yang mencegahnya terbuka secara tidak sengaja.

Selain itu, sistem suspensi parasut akan dilengkapi dengan tas apung yang meningkat secara otomatis, langsung diaktifkan di dalam air. Lampu flasher yang diaktifkan secara otomatis akan memudahkan pencarian tentara di permukaan air. Parasut D-10 saat ini juga akan ditingkatkan untuk memastikan keselamatan personel setelah percikan tercebur ke air.

Tercebur fatal

Pada bulan Juni 2019, dua pasukan payung Rusia tenggelam dalam operasi serangan udara di Stary Krym (Old Crimea). Penyelidikan selanjutnya menemukan bahwa para prajurit memiliki masalah dengan melepaskan diri dari parasut di dalam air.