Mar 052018
 

Jet tempur generasi kelima, F-35 Lightning II. © skeeze via pixabay.com CC0

JakartaGreater.com – Dimasa depan, program senjata paling mahal dalam sejarah AS, jet tempur generasi kelima F-35, tidak memerlukan manusia sebagai pilotnya, sebut seorang anggota parlemen AS pada hari Selasa, seperti dilansir dari Sputnik News.

Berbicara kepada Axios pada hari Selasa, Senator Gary Peters (MI-D) mengutip seorang jenderal militer mengatakan: “Pesawat tempur F-35 yang sedang kita bangun sekarang mungkin adalah pesawat tempur terakhir yang pernah dibangun yang akan memiliki pilot manusia”.

Otonomi diatur untuk memainkan peranan yang meningkat dalam peperangan, kata Peters. “Otonomi akan mulai mengubah wajah peperangan. Dan Anda akan memiliki pesawat yang beroperasi dengan fungsi otonom, mungkin juga tank-tank otonom”, tambahnya.

Salah satu konsep untuk mengintegrasikan F-35 dalam operasi tempur adalah dua F-35 berawak yang terbang mengendalikan empat F-35 tanpa awak. Pendekatan itu akan memungkinkan F-35 tanpa awak untuk membawa bagian terbesar dari persenjataan sortie dan melucuti sensornya, sehingga pesawat tanpa awak juga lebih murah.

Sejauh tahun 2006, Frank Mauro, Wakil Presiden dari Advanced Systems di Lockheed Martin, mengatakan: “Kami tetap fokus untuk memenangkan F-35 dalam tahap awal pengembangan pesawat nirawak. Sekarang kita perlu mendapatkan pengakuan bahwa kita berada dalam bisnis sistem tak berawak”.

Skunk Works dari Lockheed Martin telah mengembangkan sebuah konsep untuk tipe F-35 yang diujicobakan secara opsional dan juga F-35 nirawak.

Eksekutif Lockheed Martin pada tahun 2006 mengatakan kepada Flight Global bahwa dia memperkirakan AS akan lebih tertarik untuk melakukan uji coba kendali jarak jauh F-35 setelah ketiga varian F-35 yang telah ada.

F-35A Angkatan Udara AS dan F-35B Korps Marinir AS telah mencapai kemampuan operasional dan ditempatkan diseluruh dunia. F-35C Angkatan Laut AS diperkirakan akan mencapai status operasional tahun ini namun penyebaran diperkirakan sekitar tahun 2021.

Berbagi

  12 Responses to “Parlemen AS : Di Masa Depan F-35 Tak Butuh Pilot”

  1.  

    uji coba

  2.  

    Akhirnya semakin tergantung teknologi semakin kecil nyali manusia didalam perang cukup duduk lihat layar tangan mengendalikan joystick dan pencet tombol. Pernah lihat film dokumenter jg film holywood yg mengungkap betapa beban fsikologis para pilot pesawat nirawak yg membunuh manusia dibalik layar layar monitor menjadi stres karena perang batin antara hati nurani dan perintah atasan!

  3.  

    Atau bisa jadi sistem ini akan full otonom menggunakan AI , sepertinya akan menakutkan bagi lawan maupun kawan, karena kesalahan bisa saja terjadi dalam sistemnya

  4.  

    Parlemen rusia : dimasa depan rusia tdk butuh ket tempur, bumi sdh dikelilingi oleh senjata laser, rudal nuklir dan bomb ato yg bs di luncurkan dr luar angkasa via satelit…F35 bs jd bubur….xixiixi

  5.  

    Otak dari alusista moderen saat ini adalah kontrol satelite jadi mungkin kalau negara kita bisa kerjasama dgn negara maju seperti rusia untuk membuat senjata pengacau satelite,penghancur satelite atau heker satelite pasti pesawat sehebat f22,f35 dan anti missile thadd akan buta target dan tdk superior lagi

 Leave a Reply