Parlemen Jerman Sebut Bundeswehr Kekurangan Alutsista

JakartaGreater.com – Bundeswehr – Angkatan Bersenjata Jerman – terus menderita karena kekurangan alutista, karena meningkatnya komitmen memberi tekanan pada personelnya pada 2018, menurut temuan sebuah laporan parlemen Jerman, seperti dilansir dari laman IHS Jane, Kamis.

Dalam laporan tahunannya yang disampaikan kepada Bundestag, parlemen Jerman, pada tanggal 29 Januari yang lalu, komisaris parlemen Jerman untuk angkatan bersenjata, Hans-Peter Bartels, mengidentifikasi 21.500 jabatan kosong di Bundeswehr.

Dengan total 173.000 tentara pada akhir 2018, 4.000 lebih dari setahun sebelumnya, Bartels menulis bahwa rencana pemerintah Jerman untuk menambah jumlah personel pasukannya menjadi 203.000 pada tahun 2024, sekitar 5.000 lebih dari yang direncanakan sebelumnya, meningkatkan tekanan kepada para perekrut.

Jerman IFV Puma

Kendaraan Tempur Infanteri (IFV) Puma Angkatan Darat Jerman © Katzennase via Wikimedia Commons

Laporannya mencatat bahwa Bundeswehr masih jauh dari lengkap, plus tank tempur utama Leopard 2 yang kini hampir tidak tersedia, program mahal untuk meningkatkan kendaraan tempur infanteri Puma baru, tidak ada tanker untuk Angkatan Laut Jerman selama paruh kedua tahun 2018.

Ditambah lagi, kapal selam yang rusak, kurang dari setengah pesawat tempur Eurofighter Typhoon dan Tornado yang mampu dan layak untuk terbang, persediaan amunisi berkurang seminim mungkin, serta mereka terlalu sedikit peralatan pribadi seperti pelindung tubuh, perlengkapan penglihatan malam dan pakaian.

Leave a Reply