Apr 152018
 

Sistem pertahanan udara S-300PMU Rusia. © Kremlin.ru via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Rusia harus menjual sistem pertahanan udara S-300 kepada Iran, Korea Utara dan Suriah, secara bersamaan melatih para prajurit di negara-negara itu untuk menggunakan senjata tersebut, sebut wakil ketua komite pertahanan parlemen rendah Rusia, Alexander Sherin kepada Sputnik pada hari Sabtu.

Sebelumnya Kepala Direktorat Operasional Utama Staf Umum Rusia Jenderal Sergey Rudskoy mengatakan bahwa Rusia mungkin sedang mempertimbangkan akan menjual sistem S-300 ke Damaskus menyusul serangan yang dipimpin AS terhadap Suriah.

“Penting untuk mempertimbangkan bukan hanya untuk mengirim sistem pertahanan rudal, namun juga ditemani oleh spesialis yang dapat melatih personel negara-negara ini, sehingga Suriah, Iran dan Korea Utara dapat menerapkan sistem ini, jika mereka mau”, kata Sherin.

S-300 merupakan sistem rudal pertahanan udara jarak-jauh Rusia yang dikembangkan untuk mempertahankan diri dari pesawat dan rudal jelajah.

“Sistem-sistem ini seharusnya telah disediakan disana sejak lama. Jika kita tidak ingin tentara dan perwira kita mati, jika kita tidak ingin, katakanlah, sejumlah perang skala besar dengan tewasnya penduduk sipil, semuanya sangat sederhana: sistem S-300”, tambahnya.

Pada hari Sabtu pagi, Presiden AS Donald Trump mengumumkan aksi militer di Suriah sebagai tanggapan atas dugaan serangan senjata kimia di kota Duma di Ghouta Timur pinggiran Damascus.

Akibatnya, Washington, dan sekutu-sekutunya – Prancis dan Inggris – menembakkan rudal ke fasilitas militer dan sipil di Suriah, yang menurut mereka terkait untuk produksi senjata kimia.

Menurut pihak berwenang Suriah, koalisi Barat menembakkan lebih dari 100 rudal ke target Suriah, namun sebagian dari rudal tersebut telah dicegat oleh pertahanan udara Suriah. Tidak ada orang yang terbunuh, tetapi setidaknya tiga luka sebagai akibat dari serangan tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mencatat bahwa Angkatan Bersenjata Suriah kini telah menggunakan sistem pertahanan udara era Soviet seperti S-125, S-200, Buk, dan Kvadrat untuk menangkis serangan rudal tersebut. Semua sistem pertahanan udara itu diproduksi di Uni Soviet, lebih dari 30 tahun yang lalu, tambahnya.

Bagikan :

  45 Responses to “Parlemen: Rusia Harus Jual S-300 ke Suriah, Iran dan Korea”

  1.  

    Napa RI gak masuk sih? Apa nunggu S-400 atau S-500 ya?

  2.  

    Tni juga butuh om

  3.  

    haha rusky mau minggat dr suryah,,,,udah cape bela assad,,..
    lha sekarang malah nyuruh suryah beli S-300…..

    emang pake duite sopo ??

  4.  

    indonesia juga wajib punya ni barang, mau baru atau second gak maslah kalau di upgrade tetap serem kayaknya ni barang

    politik usa serem soalnya, kalau gak nurut sama mereka langsung invansi aja, sepertinya salah satu target potensial di indonesia saat ini ya freeport, mengingat ngototnya pemerintah RI untuk divestasi 51% sahamnya

    dengan keterbatasan anggaran yang ada semoga kedepannya akan ada kebijakan menambah Sukoi family (minimal su 30 aja di banyakin) dan pembelian S300

    AMIN

  5.  

    Tidak ada yg bisa menjamin perang akhir ini selamanya usai, untuk itu berikan saja dulu mrk sementara sistem pertahanan udara segudang

    Hahhaahaaaa

  6.  

    Terutama dulu adalah suriah, karna perang disuriah semakin meningkat

    Hahhaahaaaa

  7.  

    Itulah kenapa sy lebih suka menyebut “Indonesia darurat butuh rudal” ketimbang darurat destroyer, karena dalam perang yg dibutuhkan adalah rudal bukan kapal destroyer apalagi jika destroyer nya tidak pakai rudal malah jadi parah lagi, usahakan jangan beli produk amrik kuatir nya malah melempem gak bisa kerja … xixixi

    Beli teknologi rudal dari russia bukan beli produk russia biar gak kena embargo rezim amrik

  8.  

    S-300 Long Range Surface to Air Defence Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=Nrtm1dKjrAo

  9.  

    Oalaaah…punya S300 aja gak punya apalagi s400 atau s500…pantas hasilnya cuma 7 pencegatannya kemaren….berarti hanya kelas medium saja utk penangkal rudalnya…bukan pesawat…coba kalo ada S300 nilainya bisa 9..kalo ditambahi S400 bisa 15 nilainya…lho??..kog 15…yg 5 ditembakan utk bonus tahun baru…wkwkwkw

  10.  

    Ha, ha, ha, ha Tukang Ngitung ,PhD……Ternyata adalah LoL

  11.  

    Rupanya Israel ma usa keder juga lawan s 300. Ayo kapan dong RI beli s 300?

  12.  

    Betapa pentingnya pertahanan udara itu,bayangkan kita masih banyak bolongnya gimana coba kalau diserang kayak gitu!https://youtu.be/CDkGS3zD20o

  13.  

    Kondisi aslinya biasanya:
    Parlemen Russia keturunan Arya&Viking dan suku Slavic MENYETUJUI penjualan missiles.
    Parlemen Russia keturunan Yahudi Azhernazy MENOLAK.

    Arya&Viking: penguasa technology & science Russia — populasi terbesar di St.Pete, sebagian migrasi ke Kazakhtan & Vladivostok.
    Yahudi Azhernazy: penguasa finansial Russia — populasi terbesar di Caucasus & Kazan.
    Slavic: ahli seni. Penduduk asli Russia yg terkenal cantik, sexy, manja, pemalas, boros and suka dandan.
    Sangat bangga jadi bintang porno, krn tubuhnya jadi seni dan dikagumi banyak org.

    Kalau ada yg pernah latihan militer dgn komandan Slavic, pasti isinya cuma standard. Malamnya mabuk & ditawari wanita.
    Kalau kita kaya & punya bisnis, dgn bangga anaknya, istrinya & seluruh pacarnya ditawarkan untuk “dicoba & dilihat” utk bintang iklan, dll.

    Yg nego beli Sukhoi & alat militer Russia pasti sdh tau ya? ???

  14.  

    Wah serangan amriki cs ke suriah permainan belaka ternyata 40 menit sblm serangan pentagon kasih tw rusia jadi sebagai imbalannya s 400 dimatikan serta pesawat rusia yg sdang patroli pulang ke khemeim asal jgn menyerang latakia ckckck

 Leave a Reply