Des 202018
 

Pasukan Keamanan Kosovo (KSF) © Visar Kryeziu via TASS

JakartaGreater.com – Parlemen Republik Kosovo telah menyetujui pembentukan pasukan yang didasarkan pada pasukan keamanan Kosovo. Pertemuan parlemen tersebut disiarkan secara langsung di Facebook, seperti dilansir dari laman TASS.

Tiga RUU dimasukkan ke dalam pemungutan suara, yang menetapkan pembentukan tentara Kosovo. Sebanyak 106 anggota parlemen mendukung RUU pada pembentukan Kementerian Pertahanan, sementara 105 memilih mendukung RUU mengubah Pasukan Keamanan (KSF) menjadi tentara yang diperluas.

Jumlah anggota parlemen yang sama mendukung RUU ketiga, yang menyangkut pelayanan di Pasukan Keamanan Kosovo (KSF). Anggota partai Serb List memilih WO (walk-out) dan tidak mengambil bagian dalam pemungutan suara.

Kosovo baru saja menerima 24 unit Humvee dari Amerika Serikat © Bujar Terstena via RFE/RL

Menyusul berlalunya RUU, pemimpin Kosovo Hashim Thaci dan Perdana Menteri Ramush Haradinaj mengucapkan selamat kepada para anggota parlemen dan rakyat Kosovo.

Angkatan Bersenjata Kosovo itu direncanakan terdiri dari 5.000 personel pasukan aktif dan 3.000 personel pasukan cadangan. Menurut undang-undang baru, pengeluaran pertahanan tahunan Kosovo adalah sebesar € 98 juta. Angkatan Bersenjata Kosovo direncanakan punya Pasukan Artileri, Angkatan Udara, serta Pasukan Anti Senjata Biologi dan kimia.

Angkatan Bersenjata Kosovo berparade di alun-alun “Zahir Pjaziti” untuk peringatan deklarasi kemerdekaan Kosovo keenam © Suhejlo via Wikimedia Commons

Komandan KSF, Rahman Rama mengatakan pada hari Jumat bahwa Angkatan Bersenjata akan melayani semua warga negara dan aktif di seluruh Kosovo, termasuk bagian utara.

Beograd telah sangat prihatin dengan rencana Kosovo ini. Pada hari Jumat, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengunjungi unit-unit pertahanan negara yang dikerahkan di perbatasan Kosovo. Pasukan Kosovo yang dipimpin NATO (KFOR) telah mengirim patroli ke Kosovska Mitrovica untuk mengawasi jembatan di atas Sungai Ibar, yang menghubungkan bagian kota berpenduduk Serbia dengan bagian kota berpenduduk Albania.

Menurut sekretaris jenderal NATO, Kosovo telah mengumumkan rencana untuk membentuk Angkatan Bersenjata sendiri disaat yang salah karena dapat merusak stabilitas dan merusak prospek aksesi NATO di Kosovo.

Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan bahwa langkah pemerintah Kosovo dalam hal membentuk ‘tentara’ mereka sendiri dapat menyebabkan konsekuensi paling, parah bukan hanya bagi penduduk Serbia di wilayah itu tetapi juga untuk seluruh keamanan Balkan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengharapkan KFOR untuk melaksanakan mandatnya dan mengambil langkah-langkah komprehensif guna menetralkan dan melucuti lembaga seperti itu jika dibentuk.