Mar 112018
 

Jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis. © Ronnie Macdonald via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Partai Kongres Nasional India (INC) pada hari Jumat, 9 Maret lalu menuduh pemerintah Modi “mengkompromikan” keamanan nasional serta membuat kerugian lebih dari $1,85 miliar pada kesepakatan pembelian 36 jet tempur Rafale dari Prancis, seperti di lansir dari laman NDTV.com.

Mengutip laporan tahunan produsen pesawat tempur, Dassault Aviation, partai INC menyebut bahwa perusahaan itu telah menjual jet tempur Rafale kepada India dengan harga $54 juta lebih mahal daripada yang mereka jual kepada Qatar ataupun Mesir 11 bulan yang lalu.

Pimpinan partai INC, Ghulam Nabi Azad dan Randeep Surjewala membandingkan 36 jet tempur Rafale telah dijual ke India seharga €7,5 miliar atau sekitar $9,2 miliar di tahun 2016, sementara itu 48 jet tempur Rafale dijual ke Qatar dan Mesir seharga €7,9 miliar atau sekitar $9,7 milliar pada tahun 2015.

“Ini berarti sebesar $257 juta per unit untuk India dan $203 juta per unit untuk Mesir dan Qatar. Ada perbedaan $54 juta untuk setiap unit pesawat terbang”, menurut klaim partai INC.

Dalam konferensi pers bersama Azad, Surjewala dan mantan Menteri Pertahanan India Jitendra Singh menegaskan bahwa pemerintahan Modi telah buta sepenuhnya dalam pembelian pesawat tempur Rafale.

Azad menegaskan bahwa jika saja pemerintahan Modi tidak membatalkan kesepakatan yang diajukan lewat dispensasi UPA untuk 126 jet tempur Rafale, itu bisa menghemat lebih dari $6,34 miliar.

“Taktik pengalihan dari pemerintahan Modi atas kesepakatan Rafale telah meninggalkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban”, kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Dengan menuduh Perdana Menteri India mengorbankan keamanan dan kepentingan nasional, Azad bertanya mengapa hanya 36 jet tempur yang dibeli, bukannya 126 jet seperti yang diajukan dalam tender internasional.

Namun partai BJP membantah tuduhan tersebut, menuduh partai INC menyesatkan mengenai masalah ini. Dikatakan bahwa pemerintah pimpinan partai Kongres tidak pernah menandatangani kesepakatan apapun untuk jet tempur sebelum tahun 2014.

Juru bicara partai BJP Anil Baluni menyebutkan bahwa tuduhan parai Kongres sebagai paket kebohongan dan bagian dari strategi untuk menyebarkan ketidakbenaran serta kebingungan terhadap pemerintahan Modi.