Jan 122016
 

tentara afghanistan

Pasukan Afghanistan sedang berjuang keras menghadapi Taliban, namun ironisnya hampir 40% pasukan Afghanistan adalah “Pasukan Hantu”, atau pasukan yang hanya ada dalam kertas.

Karim Atal adalah adalah Kepala Dewan Propinsi di Helmand, dimana Taliban telah merebut sebagian besar wilayah, yang sebelumnya berada di bawah kendali pasukan Afghanistan.

“Pada pos-pos pemeriksaan dimana seharusnya dijaga 20 tentara Afghanistan, hanya ada 8 atau 10 tentara saja yang ada,” Kata Atal kepada Associated Press.” Itu karena beberapa tentara yang digaji tidak melakukan tugasnya karena memiliki hubungan dekat dengan Panglima Perang lokal.”

Dalam kasus yang lain, tentara atau polisi yang sudah tewas tapi masih terdaftar sebagai anggota aktif, sementara gajinya dikantongi para pejabat polisi atau tentara senior, lanjut Atal dan memperkirakan sekitar 40% dari anggota tentara dan kepolisian yang terdaftar sebenarnya tidak ada.

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Helmand, Pacha Gul Bakhtiar, mengatakan Propinsi ini memiliki 31.000 petugas kepolisian yang terdaftar, namun pada kenyataannya tidak seperti itu.

“Pemerintah Afghanistan mengabaikan masalah itu,” kata anggota Parlemen Afghanistan Ghulam Hussain Nassir kepada AP.”Ketika kita mengatakan memiliki 100 tentara di medan perang, pada kenyataannya itu hanya 30-40 tentara saja, dan itu bisa menimbulkan potensi bencana besar ketika mendapat serangan musuh.”

Pasukan keamanan Afghanistan sepenuhnya masih didanai dari masyarakat internasional dengan anggaran sebesar US$ 5 milyar per tahun yang sebagian besar berasal dari Amerika Serikat.

Sputnik

  16 Responses to “Pasukan Afghanistan Lemah Karena Memiliki “Pasukan Hantu””

  1. Pasukan Afgan apa pasukan Nasi Kotaknya Obama???

    Muehehehhehe

  2. Walau pasukan hantu tapi senjatanya asli lo bukan senjata dari pelepah pisang dan peluru pisang mainan beruk malon

  3. Bagus tuh….tinggal bikin bangkrut amerika

  4. Anggaran militer $5Milyar dgn jumlah tentara dgn jumlah tentara hanya 200rb (kalau benar), tanpa laut, udah cukup sekali membangun kekuatan darat dan udara yang sangat kuat.
    Ternyata tni masih jauh lebih baik dan berintegritas ya..

    Salam untuk semua anggota tni yang ada di plosok2 dan pulau2 terluar dan yang ada dilautan sana

  5. KALAU PASUKAN TNI KITA BENAR2 PASUKAN HANTU,TAK TERLIHAT,SENYAP,TIBA2 MUSUH SUDAH TEWAS DITEMPAT.
    TNI JAYA!!!!!!!!

  6. trus itu hasil penjualan opium buat siapa, pernyataan anggota parlemen afgan cuma buat alasan supaya militer asu lbh lama lg ngendon disana

  7. setuju ! pertamax tak bermutu

  8. Negara boneka ya mesti lemah, wong tentara, kumendan dan pemerintahnya berperang hanya mengharap uang dari negara donor, khususnya USA. Para pemimpin negara Afgan yg duduk dipemerintah sekadar menjalankan agenda kepentingan asing, jauh dari sifat kebangsaan apalagi demi tegaknya agama. Repotnya, di Afganistan banyak para pemimpin daerah / kabilah (suku/warlords) yg juga merasa berkuasa, walau hanya sebatasa wilayah tertentu. Klop sudah, para pemimpinnya korup, tentaranya takut mati negara amburadul, hanya para pemimpin dan mujahid yg benar-benar teguh demi tegaknya agama dan negara yg akan membawa Afganistan kembali menjadi negara utuh, jauh dari genggaman imperialis USA dan NATO..

  9. didanai dari masyarakat internasional dengan anggaran sebesar US$ 5 milyar per tahun….kalau disini US$ 5 milya bisa beli 80 su35 plus senjata pertahun

  10. Berhubung gajinya distor di Bank Sari akhirnya pasukan Taliban ga dapat gaji, memberontak dan ditumpas.

  11. Yang masalah di Afganistan adalah banyakk raja raja kecil atau pemimpin suku,tuan tanah yang punya pasukan sendiri sama seperti jazirah arab lainnya. Nah para pemimpin suku ini juga saling betrok sesama.

    Sumber perpecahan di Jazirah Arab adalah mereka ini .Itulah kelebihan Indonesia yang lebih mengedepankan kerangka negara dari pada suku ,agama dan ras. Kepemilikan senjata di sana juga bebas,karena sudah tradisi.

  12. Tentara boneka AS

 Leave a Reply