Pasukan AS di Afrika Dikurangi untuk Hadapi Ancaman Baru

43
6
dok. Pasukan Amerika Serikat di Ghana. (US Army Africa)

Jakartagreater.com   –   Militer AS berencana untuk memangkas pasukan dari operasi kontraterorisme aktif di Afrika selama beberapa tahun ke depan untuk mendukung strategi pertahanan nasional Pentagon dalam menghadapi ancaman dari Rusia dan China, dirilis Sputniknews.com, Jumat 16-11-2018.

Awal tahun ini, militer AS mengumumkan bahwa mengkounter Cina dan Rusia telah menjadi prioritas, mematahkan tradisi lebih dari satu setengah dekade fokus pada perang melawan petempur militan.

“Pengurangan personil militer diproyeksikan sekitar 10 persen dari total 7.200 pasukan militer dan akan berlangsung selama beberapa tahun mendatang,” kata juru bicara Pentagon Komandan Candice Tresch, Reuters melaporkan.

Tresch mengatakan pemotongan itu akan meninggalkan aktivitas “counter-violent extremist organization”  yang sebagian besar tidak tersentuh di negara-negara seperti Somalia, Djibouti dan Libya, menambahkan bahwa di bagian lain di wilayah itu, penekanan AS akan bergeser dari “bantuan taktis untuk memberi nasihat, membantu, penghubung dan berbagi kecerdasan. ”

Awal pekan ini, mantan pejabat AS merilis laporan yang diperintahkan oleh Kongres AS yang menyatakan bahwa militer tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mendanai dirinya sendiri dan memenuhi tujuan yang dinyatakan oleh Menteri Pertahanan James Mattis awal tahun ini, menurut laporan Reuters. Pengurangan pasukan di Afrika dapat dikaitkan dengan masalah biaya ini.

Seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kepada Reuters bahwa pengurangan pasukan kemungkinan akan memakan waktu 3 tahun dan dapat mencakup negara-negara seperti Kenya, Kamerun dan Mali. Baik Rusia dan Cina memiliki hubungan jangka panjang dengan negara-negara Afrika. Selama Perang Dingin, Uni Soviet menyediakan bantuan kemanusiaan untuk banyak negara Afrika.

Setelah Uni Soviet runtuh, Rusia mencoba untuk menghidupkan kembali beberapa hubungan lama. Sejak 2014, Rusia telah menandatangani 19 perjanjian kerja sama militer dengan negara-negara Afrika sub-Sahara, termasuk Ethiopia, Nigeria, dan Zimbabwe, menurut informasi yang dipublikasikan oleh kementerian luar negeri dan pertahanan Rusia.

Cina juga memiliki kepentingan utama di Afrika. Pada 2015, Presiden China Xi Jinping mengumumkan bantuan dan pinjaman senilai $ 60 miliar untuk negara-negara Afrika untuk membantu pembangunan benua tersebut.  Pada 2017, negara Afrika Djibouti menjadi tuan rumah pangkalan militer pertama Beijing di luar Tiongkok.

43 KOMENTAR

  1. Di christmas sebuah pulau asing terbesar di ujung jakarta tahun 2014 sudah beredar beritanya akan ada penempatan sekitar 50.000 pasukan USA di sana…………… kini beritanya semakin nyata atau setidaknya mulai terang……………. pasukan USA di africa mulai di tarik dan di droping di ASIA………….. Hemm……. SUDAH KU DUGA

  2. yg menjadi ancaman bagi indonesia sudah amat jelas, klo cinak ingin memproyeksikan kekuatan ekonominya ke negara2 labil di asia, utk mencapai tujuan tsb kekuatan militer maritim cinak dijadikan penggerak,
    tpi jangkauannya dibatasi oleh amrik, dari okinawa sampai christmas island dijadikan benteng utk membendung ambisi cinak.

        • Yaa semua sama penguatan untuk daya tangkal…dan itu tidak terbatas pada satu negara…!!!
          Masalah tujuan mereka sebenarnya hanya mereka dan dewo yang tau… ;V
          Karna kedepan tidak dapat diprediksi baik kawan maupun lawan…kehati hatian diperlukan dan penguatan wajib dilakukan…karna faktor kedepan perang asimetris cedrung dapat peran utama sebelum infasi sesuguhnya…jadi tidak ada lawan tidak ada kawan abadi…yang ada hanya kepentingan…!!!

          • RAMALAN kitab kuno kadang terbukti …………. suka atau tidak suka politik eropa mulai jenuh di timgteng………. saat nya beralih ke ASIA……….Teng…..Waspadalah

          • sebaiknya anda buka bukunya robert gilpin tentang negara dan perubahan.

            tiap negara akan berubah mengikuti negara lainnya, dan tiap negara dibatasi kekuatannya oleh sda dan juga sdm, maka dari itu bagaimana negara menyikapi perubahan dengan mendistribusikan power(wewenang, politik dan jabatan) dengan baik.

            tidak ada yg namanya kepentingan, negara berubah karena mengikuti perubahan.

          • Berarti kamu masih lugu kalo gitu…banyak baca bagus dik…tapi juga tau apa yang dibaca dan kontek nya…

            Jadi menurut kamu kepentingan suatu negara tidak akan pernah berubah…???
            Terrrrlaaaaluuuuu lugu….liat sejarah perang dunia dik dan perang lain nya baik sekala besar maupun sekala kecil….faktor sumberdaya alam itu hal lain dalam tujuan perang…tapi kepentingan lebih dominan yang memicu konflik,,,baik sekala besar maupun kecil…
            Lcs dengan isu sumberdaya alam nya…tidak menonjol ketimbang kebebasan berlayar dan jalur perdagangan internasional nya…jadi saran saya lebih baik kamu baca lagi buku shincan dengan pahlawan bertopeng nya… 😀

          • kawan dan lawan masih bisa diprediksi yg harus di garis bawahi adlah interest kepentingan-kepentingan apa yg bisa menjadikn lawan menjadi kawan maupun sebaliknya.

            hegemoni pengaruh superioritas ekonomi,politik teknologi,militer dan budaya atas tetangga masih merupakan faktor2 penyelamat dan bargaining power masa depan negara

          • @jimmy… kepentingan suatu negara memang bisa berubah, kekayaan alam memang hanya satu dari tujuan peperangan…. menurutku nilai nilai dasar suatu bangsa lah yang masih tetap sama dari dulu yang mampu menggerakan berbagai peristiwa dan tujuan serta metode yang selalu berubah (kelihatannya) pada berbagai masa. perubahan peristiwa dan tujuan serta metode itu hanya kamuflase dari sutau tujuan untuk penerapan nilai nilai dasar itu.

          • Aneh kalau terlalu dini belum menyadari situasi perubahan…. hasilnya akan membuat berita dan asumsi yg nyatanya sangat rupa2 dan berbeda itu kembali pada keyakinan….. bahwa 2030 akan ada gejolak besar itu kata om No.2 hahahaaaa

          • @anu jika kawan dan lawan bisa diprediksi, kenapa norwegia diinvasi sama jerman ya 😆
            norwegia diinvasi bukan karena sda dan sdmnya melainkan karena swedia mau jual biji besi, namun jalur perdagangannya tertutup oleh lapisan es, sehingga terpaksa meminjam pelabuhan dinorwegia.

            @jimmy palsu 😆 …..
            dalam bernegara kata kepentingan sudah tidak ada, yg ada adalah tujuan(goal).
            dalam militer juga begitu….
            dan tujuan/arah selalu berubah mengikuti perubahan.

          • @jimmy palsu, jika anda hanya mengikuti kepentingan anda saja tanpa mengikuti perubahan, berarti anda orgnya keras kepala 😆

          • lah ini soal norwegia yg saya takut akan terjadi di kita

            norwegia diinvasi karena jerman ingin mengamankan rute perdagangan biji besi.
            kawan dan lawan masih bisa diprediksi dgn analisis informasi intelejen namun hanya terbatas prediksi kemungkinan bukan kebenaran terlepas dari benar atau tidaknya ini ada manfaatnya melatih kewaspadaan intelejen utk dijadikan pertimbangan pengambil2 kebijakan negara

            AS dan sekutunya masih memata2i satu sama lain kok terutama politisi2 sipil masing2 dan halal hukumnya baru haram kalo ketahuan.

            militer beda sma negara tergantung negara tersebut menganut sistem pemerintahan yg bagaimana, Otoriter, Demokrasi atau Meritokrasi atau yg lain2

          • kadang saya juga heron mana lubang enak sama gak enak…. dari CLUE kata om BeYe pernah bilang itu merupakan dasar manusiawi……..hahahaaaa