Oct 182017
 

dok. Marinir AS, USMC memberikan bantuan tembakan bagi Free Syirian Army (FSA) dalam pertempuran di Raqqah, Suriah, 21/6/2017. (USMC)

Damaskus, Jakartagreater.com – Setelah menghadapi serangan selama 4 bulan dari Pasukan Demokratis Suriah (SDF), yang disokong AS, ISIS menghadapi tekanan kuat dan kehilangan ibu kota de faktonya di Provinsi Ar-Raqqah di Suriah Utara.

Personel SDF aliansi pasukan tempur Kurdi, Arab dan Assyiria dan dipimpin oleh YPG Kurdi dan disokong oleh koalisi pimpinan AS telah sepenuhnya merebut Ar-Raqqah pada Selasa 17-10-2017, dan menggusur pasukan ISIS dari jantung kekuasaan mereka di Suriah.

“Operasi militer di Ar-Raqqah sudah berakhir dan sekarang kota itu menghadapi operasi pencarian jaringan tidur jika ada,” kata Talal Silo, Juru Bicara SDF, melalui telepon kepada Xinhua. Kota tersebut juga menghadapi penyisiran untuk mencari ranjau, sementara situasi di Ar-Raqqah sudah sepenuhnya dikuasai oleh SDF.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pembebasan Ar-Raqqah,” kata Talal Silo, sebagaimana dikutip Xinhua, yang dipantau Antara pada Rabun18-10-2017 pagi di Jakarta. “Tentu saja, Kota Ar-Raqqah telah dibebaskan, dan operasi militer sudah berakhir, tapi kami sedang menyisiri kota tersebut,” ia menekankan.

Kemenangan itu menandai kelahakan besar pertama ISIS di Suriah, sebab Ar-Raqqah adalah Ibu Kota de Facto kelompok fanatik tersebut. Dalam satu pekan belakangan, satu kesepakatan dicapai antara SDF dan ISIS dengan penengahan suku setempat di Ar-Raqqah bagi penyerahan diri mereka.

Sebanyak 3.500 warga sipil mengungsi dari kota itu selama satu pekan belakangan, selain 275 petempur lokal ISIS, sementara sebanyak 300 lagi orang asing masih berada di kota tersebut untuk menghadapi nasib suram mereka.

Pegiat suku Kurdi mengatakan pasukan tempur ISIS yang menyerahkan diri dibawa ke penjara di Kota Tabqa di pinggir Ar-Raqqah, sementara pegiat lain, terutama yang pro-Pemerintah Suriah, mengatakan koalisi pimpinan AS dan SDF mengizinkan mereka dipindahkan ke pinggir Provinsi Deir Az-Zour di Suriah Timur. Di sana militer Suriah bergerak maju dalam pertempuran melawan ISIS di daerah yang kaya akan minyak di dekat Irak.

Koalisi dukungan AS tidak menerima kepergian mereka, Paris pun menentang pemindahan mereka sebab salah satu dari mereka adalah otak di balik serangan teror di Paris. (Antara/Xinhua-OANA).

  2 Responses to “Pasukan Dukungan AS, Kuasai Kota Ar-Raqqah”

  1. zzz

  2. Wich…. 4 bulan ya….

 Leave a Reply