Jan 042019
 

File:US Army 51900 Obama calls Afghanistan NATO’s most important mission.jpg, commons wikimedia

Moskow, Jakartagreater.com   –    Amerika Serikat berencana menarik sekitar 7.000 dari 14.000 tentaranya yang dikerahkan di Afghanistan, namun Pasukan Operasi Khusus (SOF) aksi langsung akan tetap berada di negara itu untuk melanjutkan misi serangan terhadap gerilyawan Taliban dan kelompok teror Daesh, media melaporkan, dirilis pada Rabu 3-1-2019 Sputniknews.com.

Jenderal Austin Scott Miller, komandan pasukan AS dan NATO di negara Asia, berusaha untuk mengimplementasikan rencana itu selama delapan hingga 12 bulan ke depan, Military.com melaporkan, mengutip sumber informasi yang berbicara dengan syarat anonimitas.

“Kami akan memiliki pasukan penyerang di negara ini,” kata sumber itu kepada media, merujuk pada kontingen SOF.

Rumor tentang dugaan rencana Washington untuk menarik pasukannya keluar dari Afghanistan muncul pada bulan Desember 2018 setelah pengumuman penarikan pasukan oleh Presiden AS Donald Trump dari Suriah karena kekalahan Daesh di sana.

Namun, Gedung Putih telah menolak klaim ini, dengan mengatakan bahwa Trump tidak memerintahkan untuk mengurangi kehadiran militer AS di Afghanistan.

Saat ini ada sekitar 14.000 tentara AS di atas sekitar 16.000 prajurit dari NATO dan negara-negara mitra yang dikerahkan di Afghanistan. Pasukan terlibat dalam pelatihan dan misi dukungan untuk militer Afghanistan di sana.