Agu 252017
 

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Mengecek Patok Batas MM1

Jayapura – Perwira Topografi Satgas Yonif Para Raider 432 Kostrad Lettu Ctp Joko Setiono bersama 2 orang Anggota Waltis Kopda Melky dan Prada Ayubi mendampingi Kepala Topografi Kodam XVII/Cendrawasih Letkol Ctp Tri Basuki bersama stafnya Mayor Ctp Eky Ashari mengecek patok batas MM1, Skouw -Jayapura, Papua.

Lettu Ctp Joko Setiono menyampaikan untuk bisa sampai di posisi Patok yang berada di bawah tebing di pinggir pantai dekat dengan Kampung Wutung wilayah PNG, perjalanan dengan menuruni anak tangga dari kayu yang sebagian sudah rusak dan melewati tebing dengan menggunakan tali repling dengan waktu tempuh 2 jam pergi pulang bisa di laksanakan dengan lancar dan aman.

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Mengecek Patok Batas MM1

Secara umum wilayah perbatasan  RI-PNG sudah disurvey dan di pasang tanda tanda batas yaitu dari patok MM1 berada di koordinat Lat 02°35’39”.01 dan Long 141°00’00” membentang sepanjang garis batas 821.1 Km keselatan sampai wilayah Merauke pada patok MM14B di posisi koordinat Lat 09°07’36”.01 dan Long 141°01’10” dekat dengan Pos TNI AL.

Satgas Yonif PR 432 Kostrad Mengecek Patok Batas MM1

Satgas Pamtas RI-PNG khususnya Yonif PR 432 Kostrad sendiri mempunyai tugas dan tanggung jawab keamanan di Sektor Utara mencakup Distrik Muaratami, Distrik Arso dan sebagaian masuk wilayah Kab. Keerom dan juga bertanggung jawab terhadap pengawasan 6 Patok MM sepanjang perbatasan di sektor  Utara ini. Penkostrad, 24-8-2017.

jakartagreater.com

  8 Responses to “Pasukan Para Raider 432 Kostrad Periksa Patok Batas Negara”

  1.  

    top

  2.  

    Semoga kedepannya…antara patok 1..kepatok lainya..dihubungkan jalan beraspal…lebih mudah..tempat dagang…tempat wisata..utk batas..daratan diseluruh indonesia..(tapi harus yang strategis pembangunannya,jadi sangat2 menguntungkan bagi Indonesia,sebagai keamanan,pertahanan dan ekonomi)..

  3.  

    Jika di liha potonya, medannya rumayan sulit, berbukit2, mungkin perlu di buatkan pos pantau tertentu yang sekiranya strategis untuk mengawasi area perbatasan. Tugas yang sangat berat.

  4.  

    Sepertinya SNIPER militan perusuh keamanan / Teroris bentukan FPDA di PAPUA sudah lemah. tiap kali baca artikel soal kegiatan TNI di tapal batas untuk mencari patok di PAPUA adem ayem tidak terdengar yg macem2, kita jadi adem kalu seperti ini.

    Ayo Rakyat di Papua Maju bersama NKRI membagun masa depan anak cucuk kita.

    •  

      Secara garis keras angkat senjata memang semakin melemah bung, terutama kebijakan satu harga dan pembangunan fisik yg masiv pemerintah sekarang, tp waspadai kelompok terpelajar yg msh gerilya di ln terutama belanda dan lain2 via medsos, media beralih ke cyber corp yg maju.

  5.  

    Perlukah akses jalannya dibangun biar para petugas jaga lebih mudah kesana…………………….