Pasukan Suriah Temukan Puluhan Ribu Dokumen Rahasia ISIS

Syrian Democratic Forces (SDF) atau Pasukan Demokratik Suriah menemukan lebih dari sepuluh ribu dokumen rahasia ISIS di sekitar Kota Manbij, Suriah. Dokumen ini nantinya akan digunakan dalam operasi selanjutnya untuk melawan teroris.

Menurut keterangan salah seorang pasukan, seperti dikutip dari Sputnik, selama sepekan terakhir, aliansi milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menemukan sejumlah dokumen, buku, catatan rahasia dan berkas lainnya yang berisi informasi penting. Benda-benda ini ditemukan di daerah yang menjadi eks-basis kuat ISIS, sebelum akhirnya berhasil dibebaskan oleh SDF.

SDF merupakan koalisi pasukan Kurdi dan Arab dukungan Amerika. Pasukan SDF ini terdiri dari para milisi Kurdi, Arab, Assyria, Armenia, Turkoman, Sirkasia, dan Chechnya, yang turut berjuang melawan ISIS dan al-Nusra.

Dalam sebuah dokumen temuan SDF, tercantum informasi tentang rute yang digunakan militan asing untuk dapat masuk ke Suriah dari seberang perbatasan dan juga informasi titik pusat pengoperasian para anggota militan tersebut.

Salah seorang sumber yang masih dirahasiakan identitasnya juga menambahkan bahwa dokumen-dokumen tersebut sangat berguna untuk bisa mengetahui titik lemah persiapan strategi setiap serangan para teroris di masa yang akan datang.
Selain dokumen berisi catatan, buku harian, daftar nama para anggota militan ISIS dan peta, SDF juga menemukan beberapa telepon genggam, laptop dan kartu memori.

Manbij merupakan wilayah strategis dan penting bagi ISIS karena mereka bergantung pada kedekatannya dengan perbatasan untuk menyelundupkan pejuang asing, persediaan dan ekspor terorisme ke Barat.Kota Manbij terletak sekitar 36 kilometer sebelah utara Damaskus dan 8 kilometer sebelah timur Aleppo. Pada 23 Juni 2016 lalu, pasukan SDF mengumumkan serangan mereka di kota tersebut untuk membebaskannya dari cengkeraman teroris ISIS. Saat itu, SDF juga telah berhasil menyelamatkan ribuan pengungsi, yang terdiri dari kaum wanita, anak-anak dan para manula.

Sumber: sputniknews.com

Sharing

Tinggalkan Balasan