JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 272015
 
Pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skuadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru mendarat di bandara Lanud Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar, Rabu (25/2). Sebanyak empat pesawat hawk 100/200, serta satu unit Pesawat C-130 Hercules dari Skadron 32 Malang, dan helikopter Super Puma yang berada di Aceh sejak 20 hingga 28 Februari tersebut dalam rangka Operasi Lintas Angsa 2015 dan latihan Air Refveling (pengisian bahan bakar di udara). SERAMBI/M ANSHAR

Pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skuadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru mendarat di bandara Lanud Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar, Rabu (25/2). Sebanyak empat pesawat hawk 100/200, serta satu unit Pesawat C-130 Hercules dari Skadron 32 Malang, dan helikopter Super Puma yang berada di Aceh sejak 20 hingga 28 Februari tersebut dalam rangka Operasi Lintas Angsa 2015 dan latihan Air Refveling (pengisian bahan bakar di udara). SERAMBI/M ANSHAR

Banda Aceh – Pangkalan Komando TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, sejak Jumat (20/2) lalu, kedatangan empat unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin Pekan Baru, Riau. Empat unit pesawat tempur itu melakukan patroli udara wilayah Indonesia bagian barat selama satu minggu.

(foto: Antara News)

(foto: Antara News)

Amatan Serambi, dalam beberapa hari terakhir wilayah udara Banda Aceh dan Aceh Besar sering dilintasi empat pesawat tempur ini. Selain patroli udara, kedatangan empat pesawat tempur itu dalam rangka misi Operasi Lintas Angsa 2015 dan latihan air refueling, yang melibatkan Pesawat C-130 Hercules dan Skadron 32 Malang.

Dalam rilis yang diterima Serambi kemarin, Komandan Skuadron Udara 12 Pekan Baru, Letkol PNB Jajang Setiawan menyebutkan, patroli udara wilayah barat Indonesia itu dilakukan untuk menindaklanjuti surat perintah Asops Kasau, tentang Operasi Lintas Angsa di Lanud SIM. “Patroli ini juga untuk memperkenalkan pembinaan potensi Dirgantara kepada seluruh masyarakat Aceh,” kata Letkol PNB jajang.

(foto: Antara News)

(foto: Antara News)

Sementara Danlanud SIM, Kolonel PNB Basuki Rochmat mengatakan, patroli udara itu sangat bermanfaat bagi warga Aceh karena bisa menyaksikan dari dekat keempat pesawat tersebut dan menyaksikan kecanggihan alat sistem persenjataan yang di milki TNI Angkatan Udara. Maneuver-manuver yang dilakukan di langit Aceh dalam beberapa hari ini diharapkan dapat memberi kekaguman tersendiri bagi masyarakat.(aceh.tribunnews.com)

Berbagi

  49 Responses to “Patroli Hawk 100/200 Skadron 12 RSN di Aceh”

  1.  

    Hebat

  2.  

    Pesawat tua…. Rawan jatuh

  3.  

    ra popo seng penting gaya, d laman tetangga d bali su bikin geger warga karna terbang rendah

  4.  

    melihat kecanggihan apa keuzuran nie.

  5.  

    Hawk jenis pesawat yang banyak trouble nya…..

  6.  

    Semoga dengan perawatan yang baik dan berkala masih bisa dimaksimalkan untuk menjaga wilayah NKRI, salam hormat

  7.  

    Moncongnya kok pada beda yaa.?

    •  

      Yg gambar pertama itu hawk 109 dual seat, trus yg gmbr ke2 da 3 itu hawk 209 single seat, ntu hawk yg warna biru baru ganti camo di madiun rencana mau diganti camo warna biru semua

      •  

        Hehehe….entetau aja maksud ane.

      •  

        jika tidak salah yang bermoncong runcing radarnya sudah diupgrade setara F-16A/B. makanya ia bisa menggotong & menembakkan Sidewinder

      •  

        Pada hawk 209 ada penambahan radar jenis APG-66 yang juga digunakan pesawat F-16A/B.
        Dengan penambahan radar APG-66 maka hawk 209 bisa melakukan peran tempur / pesawat tempur ringan dan dapat mem bawa AGM-65 Maverick dan AIM-9 Sidewinder.

        •  

          kalau dilihat pada photo no:2 n 3 udah bawa missile diujung sayap…mestinya secara nalar udah bawa radar lah…

          nggak seperti gambar pertama.
          denger2 dulu waktu nyerahin nih hawk 109/209 di thailand radarnya pada di copotin oleh british ya?

  8.  

    Pesawat boleh jaman dulu

    Tapi skiLL harus selalu terasah
    Biar tetep gesit

  9.  

    walaupun patroli pespur ini tidak akan membuat para tetangga merasa terancam, namun keberadaanya cukuplah untuk merepresentasikan kehadiran negara di perbatasan.

  10.  

    Ko’ g’ skalian ja sukhoi di terbangkan di langit Aceh,,,biar warga Aceh pada berhamburan keluar rumah…di kirain nya Gempa lagi karna dengar gemuruh si SUKHRO………apalagi kalau terbang rendah….

  11.  

    Apa tidak bisa ditambah hawk 200 nya. .? 4 s/d 8 saja…biar Tetap genap 2 squadron.. .saya kira sekarang kan harganya sudah murah….

  12.  

    Sudah Obsolete Hawknya. Hawknya di jual saja ke Filipina. Diganti dengan EF2000

    •  

      Usul menarik. Tapi nanti cuma dpt ganti 2-4 Typhn he he.., padahal kuantitas perpur kita masih belum memenuhi ya? Maaf jika salah

      •  

        2 skuadron dong, hawk 2 skuadron di ganti 2 skuadron EF2000 atau Pak Fa.

        Kan anggarannya renstra 2 katanya perlu tambahan 3 skuadron. jadi 1 skd su 35 buat gantiin F5 dan 2 skuadron Pak Fa untuk ganttin hawk 200.

        duit dari hasil jual hawk 200 untuk beli pantsir saja atau nasams

    •  

      Hawk ini cocoknya diganti ama T50 GE, secara hawk inikan pesawat tempur latih ringan beda jauh ama typhun yg heavy fighter lagian kalo diganti ama typhun semua ntar yg untuk nglatih pilot tempur kita menjadi fighter handal pake apa? gk mungkinkan cuma ngandelin t50 16biji doang, percuma punya banyak pespur canggih tapi pilotnya pada dodol semua

  13.  

    mutan

  14.  

    kira2 kapan pensiunnya ya, terus penggantinya nanti apa ya..?? PAKFA Kah?? hahaha

  15.  

    lumayan nih pesawat untuk pilot muda. biar lah mereka training….

    Grob G 120TP – tukino – hawk – T-50i – F-5 / F16 – Sukhoi family , & saat sudah berumur lanjut. Tunggangi hercules / CN 295 / boing 737 intai. saat Pensiun….jadi pilot Airlines nusantara / luar. 😀 cemerlang kehidupanya seep lah….

  16.  

    Peti mati terbang

  17.  

    Selamat bertugas….kalo dipikir wilayah Sumatra cuman dijaga 1skuadron Hawk 100/200 plus F-16 blok 25 upgrade Kayak nya masih kurang nih deterennya….semoga kedepan ada skuadron Heavy Fighter di Sumatra

  18.  

    Mulanya hanya patroli, berikutnya pindah tidur/menetap di sini krn tempat asalnya diganti dng adiknya yg lebih muda dari spayol yg lagi dinego utk ote-ote dng DI. xixixixi.

  19.  

    bener bung kuantitas dulu, baru kualitas nya nanti nyusul…

  20.  

    Pesawat untuk patroli memang yg cocok pesawat ringan (light) seperti Hawk ini..:)

  21.  

    Nih pesawat rutin banget latihan terbang di langit pekanbaru….sekarang udah sampai ke Aceh…mantap..!! ntr F-16 nya ikut patroli juga ke aceh…biar tetangga Sonora pantengin radar terus..

  22.  

    Mantap, kalau bisa indonesa mempunyai pesawat tempur canggih seperti F35

 Leave a Reply