Dec 092014
 

(Ilustrasi)

MALINAU  – Pelaksanaan patroli patok batas Indonesia-Malaysia di Pos Pengamanan Perbatasan (Pospamtas) di Desa Metun, Kecamatan Kayan Hilir, Malinau, Kalimantan Utara, terkendala biaya. Hal itu diungkapkan Praka TNI Tepu, anggota Pospamtas di desa tersebut, Minggu (7/12/2014), kepada Kompas.com.

Tepu mengatakan, jarak antara posnya dengan 33 patok batas yang menjadi tanggung jawabnya, sekitar 30 kilometer jika ditarik garis lurus.

“Kalau waktu tempuhnya lumayan lama. Dua hari dua malam. Satu hari pakai ketinting. Satu hari lagi pakai jalur darat, jalan kaki,” ujar Tepu.

“Jarak yang jauh itu menyebabkan kami sulit menggelar patroli. Kami tidak punya uang untuk patroli ke sana,” lanjut dia.

Tepu mencontohkan, untuk sekali patroli dibutuhkan biaya minimal Rp 10 juta. Alokasi dana paling besar adalah untuk menyewa motorist serta ketintingnya. Pada bulan November 2014 lalu, Pospamtas sempat menggelar patroli patok batas. Namun, di tengah perjalanan, ketinting mereka terbalik di sungai akibat cuaca buruk. Personel pun terpaksa kembali ke Pospamtas.

Itu saja kami bisa patroli karena patungan dengan Polhut. Jadi biayanya ringan,” ujar dia.

Seharusnya, kata Tepu, patroli patok batas dilaksanakan setiap satu bulan satu kali. Akan tetapi, sulit dilaksanakan karena keterbatasan dana.

“Akhirnya kami tunggu perintah atasan. Kalau disuruh patroli, ya kami usahakan patroli. Tapi kalau enggak ya sudah, enggak” ujar dia.

Menurut Tepu, keterbatasan dana untuk melakukan patroli sudah sama-sama diketahui. Tepu dan personel lain pun hanya menjalanlan tugas mengecek patok batas.

“Tugas kami hanya cek patok. Kita kan tidak bisa melaporkan langsung ke Panglima TNI atau presiden,” ujar dia.

 

Sumber : Kompas.com

Bagikan Artikel :
 Posted by on December 9, 2014

  42 Responses to “Patroli Patok Batas Indonesia-Malaysia Terkendala Dana”

  1. Horeee

  2. tambahin uangnya pak Jokowi biar kita dak diusik lagi

    • Iya mungkin bakal Ditambahin, Tapi Dananya jgn sampe Nyecer di jalan.
      Misal turun 1T, yg sampai ke tujuan cuma 1 M, wah seperti Lagu lama itu,
      semua Rakyat sudah tahu… lagu2 an nya petinggi TNI.
      mungkin itu yg bikin pemerintah malas memerikan alokasi DANA.

  3. hmmm

  4. Beratnya petugas penjaga perbatasan kita, moga Panglima mengetahui hal ini…

  5. Beli yang ghoib bisa urusin perbatasan mumet

  6. Semoga Pemerintah mendengar keluhan ini, serta secepatnya mencari solusi untuk mengatasi persoalan mereka.

  7. Uang memang bukan segalanya.., tapi tanpa uang kita tdk bs memperoleh segalanya

  8. Miris memang mengakui fakta yang terjadi di bumi pertiwi ini, perjuangan dari dulu hingga sekarang tidak pernah berakhir, hanya sekedar memastikan patok perbatasan saja sudah terkendala biaya operasional, padahal patok perbatasan itu peranannya sangat penting yang mana bertujuan guna memastikan kedaulatan dan keutuhan NKRI tidak terusik.
    Semoga permasalahan ini bisa cepat teratasi

  9. Danaaa.. Danaaa…danaaa…haahh… Buat patroli jalan kaki dan sewa katinting sekali sebulan susahnya bukan main.apalagi buat 50000 TKI yg mau di deportasi???

  10. Bukannya setiap lembaga negara/departemen sudah lazim menuliskan anggaran belanja tahunannya secara periodik.?

    dalam malasah seperti ini, kadang belum tentu anggarannya TIDAK TERSEDIA, investigasi juga pendistribusiannya.

  11. Yg goib dikurangin ajadeh om biar buat beli kpal patroli dulu,,,kasian kan klo patungan2(maksut patungan diatas itu gmanaya??aq kurang paham om,,,dari gaji apa dari mana??)

  12. Nasib……nasib…..

  13. seharusnya pns2 dan aparat tni polri di fokus penempatan di pulau2 terluar

    khusus tni pusatkan didaerah terluar sebagai basis , dalam kota khusus polri dan pasus2 dr tni.

    kalau abdi negara penempatan di luar sana saya setuju saja gaji min 10jt ,dengan melihat aspek jauh dari fasos fasum+jauh keluarga.

    maaf cucu lancang

  14. kemarin yang kabarnya uang untuk untuk patroli kapal udah di tambah?? sekarang kok kurang lagi kurang lagi?

  15. Katanya negara kita banyak uang, karena itu membeli alutsista2 canggih dan gahar seperti dalam List A1, tapi giliran buat patroli bilang gak ada dana………hadeuuuh mirrriiiiiiiiiissss !!!

  16. kecuali ehmm ehmm 10 jutanya itu opsi lebih menarik 🙁

  17. Setuju bung Danu, use technology lah.. kalau ada yang mencurigakan barulah kirim pasukan dengan helikopter. Jadwal patroli dibuat acak saja sesuai kebutuhan.

  18. aduh gmna mo memperkuat perbatasan klo dananya nggak ada..

  19. ringan di bibir : laksakan patroli, berat di ongkos……trenyuh

  20. beli 100 biji motor boat tempel fiberglass harganya paling @Rp100 jt an, total 10 M … duitnya dari eks subsidi BBM, gak sulit koq !!!

  21. Sebagai orang awam sya sering berpikir. Yg buat duit itu kan Bank Indonesia melalui peruri. Kenapa gk kita buat saja sbanyak2nya, mgkin agak konyol pemikiran saya.Mohon penjelasannya suhu suhu, apa mgkin ada sistem kah, tata cara kah

    • Gak bisa seperti itu bung @PK, BI bertanggung jawab atas kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.
      Lebih jelasnya BI bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai mata uang Rupiah, yg dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang.
      Jadi intinya apabila jumlah uang yg beredar terlalu banyak maka akan berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang tersebut

    • ini mah pertanyaan teoritis banget, anda kan prof, SE, coba kami Beri kuliah sedikit !!!

  22. Ga usah goab-ghoib…ini nyata TNI patroli pake klotok…mbok ya mikiiiiir…

  23. saat ini amerika yg merasa terusik kepentinganya di papua mulai menyiapkan segala sesuatu untuk mempertahankan hegemoni freeport, termasuk dg mengirim agen2 CIA untuk menyiapkan scenario jika pemerintah kelak tidak menyetujui perpanjangan kontrak freeport. sy berharap pemerintahan jokowi manpu menunjukkan kewibawaan negeri ini dg bermain cantik menghadapi freeport, ingat! kita tdk akan menang lawan amerika kalau kita main kayu, tp kita bisa menang jika kita mampu bermain cantik di papua. semoga Alloh selalu melindungi bangsa ini dari org2 dzolim amin…….

  24. Bung Danu, makanya saya dulu menentang parade2 untuk mengenang seseorang. Karena kayak gini, duit operasional yg harusnya bisa dijadikan patroli rutin menjadi patroli sesuai agenda atasan. Ada yg ngomong, agenda parade itu 100 M, hehehehehehe, dan itu sudah dianggarkan. Susah sih kalau kita menerima omongan itu tanpa periks datanya, Teluk Bintuni bermasalah karena dipaksakan agar bisa ikut parade, makanya saya gak kaget….

    Yg lebih ngenes lagi, itu sayang yah, penelitian2 TNI AD mangkrak karena yg pimpinan baru tidak punya visi untuk masa depan. Kasihan tuh mereka (peneliti) banyak yg teriak sekarang jalannya misi pimpinan mereka mengikuti pola ABS (asal bapak senang).

 Leave a Reply