Okt 082019
 

Keerom, Papua, Jakartagreater.com  – Salah satu tugas pokok Satgas Pamtas Yonif Raider 509 Kostrad adalah menjaga perbatasan Negara RI-PNG wilayah darat dan mengamankan patok-patok perbatasan yang ada.

Untuk menjaga dan mengamankan patok perbatasan tersebut, Satgas Yonif Raider 509 Kostrad melaksanakan patroli patok MM.4.5 pada Sabtu 5-10-2019  yang dipimpin oleh Komandan Pos Ubrub Lettu Inf Katrub beserta 12 orang anggota gabungan personel Pos Somografi dan Pos Ubrub.

Sebelum melaksanakan patroli, para anggota melaksanakan briefing yang dipimpin langsung oleh Danpos Ubrub, untuk menentukan rute perjalanan dan mengetahui situasi medan sesungguhnya.

Para prajurit Satgas menempuh jarak kurang lebih 11 Km dari Pos Somografi menuju Patok MM.4.5 melalui medan yang berat melewati jalan setapak, rawa, sungai, gunung dan hutan.

Selama 2 hari perjalanan akhirnya, Satgas berhasil menemukan Patok MM.4.5 dalam kondisi baik dan tidak bergeser sesuai dengan koordinatnya.

Usai melaksanakan patroli patok perbatasan, Prajurit Satgas Yonif Raider 509 Kostrad bergerak menuju Pos Tatakra untuk melaksanakan patroli patok berikutnya yaitu patok MM 5.0.

Perwira Topografi, Kapten Ctp Rudito mengatakan, patroli tersebut wajib dilaksanakan untuk mendata letak (koordinat) patok tersebut, dan meyakinkan patok tersebut tidak bergeser.

“Usai menemukkan patok, nantinya para prajurit akan memasukkan data koordinat patok tersebut ke GPS, dan akan dilaporkan ke Komando Atas,” tutur Kapten Ctp Rudito. (Penkostrad)

 

  11 Responses to “Patroli Perbatasan Satgas Yonif R 509 Kostrad di Papua”

  1.  

    inilah yg namanya LAKI2 SEJATI .. menyusuri lembah dan bukit untuk menjaga kedaulatan NEGARA ..
    coba ada Ir Soekarno ke 2 ya …

  2.  

    TNI Mati matian menjaga Perbatasan demi Utuhnya NKRI…..Ini SeEnaknya BENY WENDA mau merusak dan mengacau NKRI…..Seandainya aku Bertemu Langsung dg BENY WENDA…sudah aku masukin Karung Buat Umpan Ikan HIU

  3.  

    Saya selalu was was kalau melihat para satgas ini. Terkait dengan kelompok kkb yang merongrong kedaulatan dan keamanan negara tetapi bersembunyi di negara tetangga. Kalau kalau bertemu dengan satgas ini. Atau mungkin diwilayah yang berbeda kah? Tuhan menyertai perjalanan anda para penjaga negara. Bravo tni!

  4.  

    kalau soal fisik tentara kita pasti rajanya.
    kalau peralatan tempur.bisa nomor sekian kali.

  5.  

    Kok gak ada yg bawa senapan runduk yaa.? Dan gak dilengkapi teropong malam.
    Kalo ketemu GPK yg lebih menguasai medan disana.gmn.tuh.?
    Biasanya GPK yg pengecut itu kan berani melakukan penyerangan malam hari.
    Paling ridak dalam 1 regu patroli harus dilengkapi
    1 personil yg membawa senjata mesin ringan
    1 personil membawa senapan runduk sebagai snipernya.
    1 teropong malam.
    Sehingga jika ada penyergapan apalagi di malam hari, pasukan lebih bisa melacak posisi gerombolan penyergap beserta jumlah personilnya.

  6.  

    Kok gak ada yg bawa senapan runduk yaa.? Dan gak dilengkapi teropong malam.
    Kalo ketemu GPK yg lebih menguasai medan disana.gmn.tuh.?
    Biasanya GPK berani melakukan penyerangan malam hari.
    Paling ridak dalam 1 regu patroli harus dilengkapi
    1 personil yg membawa senjata mesin ringan
    1 personil membawa senapan runduk sebagai snipernya.
    1 teropong malam.

  7.  

    Berharap saja tni menggunakan senjatanya secara profesional krn kalau tdk opm bisa saja merampas senjata yg digunakan oleh tni lalu senjata yg direbut dr tangan tni akan dipakai utk menyerang tni dan jg polri yg selalu menjadi target utama opm.

  8.  

    kalau di daerah kerom masih mending tuh.coba naik sedikit ke daerah senggi.betapa susah nya tni kita di sana.sinyal hp ga ada.smp tni kita cari sinyal di lereng2.
    kita pernah merasakan di sana serba sulit.
    tp itu cerita tahun 2007.
    ga tahu sekarang .mudah2 sdh bnyk perubahan.