Apr 252019
 

Komandan Komando Pelaksana Operasi Korem 121/ABW  Brigjen TNI Bambang Trisnohadi Memasang tanda peserta pada upacara pembukaan Patroli Terkoordinasi antara TNI dan TDM Seri 1/2019, wilayah perbatasan darat RI-Malaysia.

Pontianak, Jakartagreater.com   –    Komandan Komando Pelaksana Operasi Korem (Dankolaopsrem) 121/ABW, Brigjen TNI Bambang Trisnohadi dan Panglima 3 Briged Tentara Darat Malaysia (TDM) Brigjen TDM Mohd Isa Bin Jafar memimpin upacara pembukaan Patroli Terkoordinasi (Patkor) antara TNI dan TDM Seri 1/2019, wilayah perbatasan darat RI-Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., dalam rilis tertulisnya, pada Rabu 24-4-2019 di Pontianak, Kalimantan Barat.

Diungkapkan Kapendam, Patkor bersama TNI dan TDM ini dilaksanakan pada Selasa 23-4-2019, di Pos Komando Taktis Satgas Pamtas Yonif R 301/Prabu Kian Santang, di Desa Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu.

Lebih lanjut dikatakan, dalam sambutannya Dankolakopsrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Trisnohadi menyampaikan bahwa program Patroli Terkoordinasi ini akan dilaksanakan 2 kali dalam setahun. “Ini sebagai bentuk kerja sama pertahanan dalam menjaga perbatasan kedua negara yang dilaksanakan secara fisik terhadap patok perbatasan,”ujarnya.

IMG-20190424-WA0002

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya iklim yang kondusif sehingga dapat mendukung terlaksananya pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah di kawasan perbatasan darat RI-Malaysia,” tegas Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud hasil kesepakatan bersama pada kegiatan Unit Commander Meeting Siri I/2019 yang telah dilaksanakan. “Patroli bersama ini, selain sebagai simbol kebersamaan, juga merupakan bentuk aplikasi eratnya persahabatan antara kedua institusi yaitu TNI dan TDM dalam menjaga kedaulatan negara yang berbatasan darat,”jelasnya.

Patroli Koordinasi tambah Aulia Fahmi, berdampak positif guna mengontrol aktivitas berbagai kegiatan ilegal seperti Ilegal loging, ilegal mining, trafficking, pelintas batas dan kriminalitas. “Selain itu juga, peredaran Narkoba sering memanfaatkan celah di perbatasan kedua negara serta berbagai dampak lainnya yang timbul di perbatasan,” tandasnya.

Ditambahkan Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, alumni Akmil 1997 ini, kegiatan Patkor ini sebagai bentuk silaturahmi kedekatan antara pasukan TNI yang diwakili oleh Satgas Pamtas Yonif R 301/Pks dan pasukan TDM yang diwakili oleh Yon 10 Rejimen Renjer Diraja.

“Di sela-sela waktu yang ada akan diisi dengan kegiatan kemasyarakatan berupa bakti sosial di 2 lokasi yaitu masjid Nurul Huddud di Desa Sebindang dan rumah panjang di Desa Kekurak, Kecamatan Badau. Hal ini sebagai bentuk kepedulian TNI dan TDM terhadap masyarakat perbatasan,”imbuhnya.

“Kegiatan Patroli Terkoordinasi ini akan dilaksanakan selama 5 hari dengan dibagi 2 tim yang masing-masing tim beranggotakan 25 orang gabungan baik prajurit TNI maupun TDM,” pungkas mantan Dandim Sorong ini.

Hadir dalam kegiatan ini Kasiopsrem 121/Abw, Kasiterrem 121/Abw dan Dandim 1206/ Psb, pejabat TDM dari 3 Briged, Muspika Badau, Perwakilan PLBN Badau dan para tokoh adat serta tokoh masyarakat di Kecamatan Badau. (tniad.mil.id)

Bagikan: