Feb 232019
 

Belawan, Jakartagreater.com – Patkor Malindo 143/19 (Patroli Koordinasi Malaysia-Indonesia) antara TNI AL Indonesia dan TLDM Malaysia secara resmi dibuka oleh Danguskamla Koarmada I Laksma TNI Dafit Santoso pada Rabu 20-2-2019 di Gedung R. Mulyadi Mako Lantamal l Belawan, Sumatera Utara.

Danguskamla Koarmada I menyampaikan bahwa posisi strategis Selat Malaka yang merupakan salah satu choke point dari 9 choke points di dunia dimana Selat Malaka merupakan jalur pelayaran, disamping itu juga menjadi jalur perdagangan international yang memiliki lalu lintas terpadat.

Kerjasama Patroli Koordinasi antara unsur TNI AL dengan Tentara Laut Diraja Malaysia diharapkan dapat menciptakan keamanan di Selat Malaka.

Kegiatan Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu mampu mencapai sasaran operasi yakni menjamin keamanan perairan Selat Malaka.

“Seiring dengan perkembangan lingkungan strategis dan kompleksitas permasalahan di laut serta arti penting Selat Malaka, diperlukan peningkatan kerjasama dan koordinasi serta manajemen penanganan yang harus semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Unsur laut Patkor Malindo akan tetap berpedoman pada Protap dan saling berkoordinasi selama pelaksanaan operasi serta mengutamakan keselamatan didalam melaksanakan tugas”, ujar Danguskamla Koarmada I.

Sementara itu, Pangwila 3 TLDM Laksma Mohamad Azuwan bin Harun mengatakan Patkor Malindo yang sudah dilakukan sejak lama dan melibatkan banyak Kapal Perang antara kedua negara diharapkan mampu menangani segala ancaman di Wilayah Selat Malaka.

Pangwila berharap Patkor Malindo Akan mengakrabkan dan meningkatkan hubungan baik antara kedua negara serta mengakrabkan seluruh personel Kapal Perang yang terlibat langsung pada Patkor Malindo 143/19.

Pada pelaksanaan Patkor Malindo 143/19 ini pihak TLDM mengirimkan 2 kapal perang yaitu KD Jerai-12 Dan KD Ledang 13 yang saat tiba di dermaga Lantamal l Belawan yang disambut oleh Komandan KRI Clurit-641 Mayor Laut (P) Tri Hermawan M. Afandi, M.Tr.Opsla, selaku Dansatgas dan Pejabat Lantamal l dengan Upacara Militer.

TNI AL melibatkan 2 Kapal Perangnya yakni KRI Clurit – 641 dan KRI Sigalu – 857. PATKOR Malindo 143/19 akan dilaksanakan selama 15 hari dan akan ditutup pada 5 Maret 2019 di Malaysia. (Dispen Koarmada I)