PBB Bujuk Kelompok Bersenjata Hentikan Pertempuran di Tripoli

A man identified by onlookers at Sultan Yahya, apparently a defected Libyan army officer, discusses strategy with unarmed civilians, Commons Wikipedia.org

Tripoli, Jakartagreater.com – Kelompok bersenjata, yang berlomba menguasai ibukota Libya, sepakat mencari cari melaksanakan gencatan senjata, yang baru-baru ini disetujui, kata duta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Libya UNSMIL pada Minggu 9-9-2018. Dirils Antara

Pada Selasa 4-9-2018, Perserikatan Bangsa-Bangsa membujuk berbagai kelompok bersenjata menghentikan pertempuran, yang sudah menewaskan puluhan orang di Tripoli, satu dari banyak tempat kerusuhan, yang mencekam penghasil minyak tersebut.

“Para pihak pada hari ini sepakat membekukan gerakan pasukan mereka, membuat cara pemantauan dan pengujian untuk menggalang gencatan senjata dan mengembangkan rencana menarik kelompok bersenjata dari tempat berdaulat dan prasarana penting di Tripoli,” kata UNSMIL di Twitter.

Dalam pertemuan, utusan UNSMIL Libya, Ghassan Salame, mendesak kelompok bersenjata mengatasi masalah melalui pengertian, bukan pertumpahan darah, kata UNSMIL, dengan menunjukkan foto acara itu. Tidak ada rincian lebih lanjut.

Tripoli secara resmi dikendalikan Pemerintah Kesepakatan Bangsa, yang diakui antarbangsa, tapi kelompok bersenjata bekerja dengan GNA bertindak secara mandiri. Libya Timur dikendalikan oleh pemerintah saingan.

Pertempuran dimulai pada akhir Agustus 2018 karena kelompok bersenjata di luar Tripoli menentang kelompok empat “petempur hebat”, yang menguasai jalur ke dana negara dan mata uang asing dengan korting besar dari bank sentral.

Gencatan senjata sebagian besar dilaksanakan, yang memungkinkan warga membeli makanan serta bahan bakar untuk pembangkit listrik, karena listrik padam di Libya Barat.

Tinggalkan komentar