Sep 112018
 

A man identified by onlookers at Sultan Yahya, apparently a defected Libyan army officer, discusses strategy with unarmed civilians, Commons Wikipedia.org

Tripoli, Jakartagreater.com – Kelompok bersenjata, yang berlomba menguasai ibukota Libya, sepakat mencari cari melaksanakan gencatan senjata, yang baru-baru ini disetujui, kata duta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Libya UNSMIL pada Minggu 9-9-2018. Dirils Antara

Pada Selasa 4-9-2018, Perserikatan Bangsa-Bangsa membujuk berbagai kelompok bersenjata menghentikan pertempuran, yang sudah menewaskan puluhan orang di Tripoli, satu dari banyak tempat kerusuhan, yang mencekam penghasil minyak tersebut.

“Para pihak pada hari ini sepakat membekukan gerakan pasukan mereka, membuat cara pemantauan dan pengujian untuk menggalang gencatan senjata dan mengembangkan rencana menarik kelompok bersenjata dari tempat berdaulat dan prasarana penting di Tripoli,” kata UNSMIL di Twitter.

Dalam pertemuan, utusan UNSMIL Libya, Ghassan Salame, mendesak kelompok bersenjata mengatasi masalah melalui pengertian, bukan pertumpahan darah, kata UNSMIL, dengan menunjukkan foto acara itu. Tidak ada rincian lebih lanjut.

Tripoli secara resmi dikendalikan Pemerintah Kesepakatan Bangsa, yang diakui antarbangsa, tapi kelompok bersenjata bekerja dengan GNA bertindak secara mandiri. Libya Timur dikendalikan oleh pemerintah saingan.

Pertempuran dimulai pada akhir Agustus 2018 karena kelompok bersenjata di luar Tripoli menentang kelompok empat “petempur hebat”, yang menguasai jalur ke dana negara dan mata uang asing dengan korting besar dari bank sentral.

Gencatan senjata sebagian besar dilaksanakan, yang memungkinkan warga membeli makanan serta bahan bakar untuk pembangkit listrik, karena listrik padam di Libya Barat.

Berbagi

  3 Responses to “PBB Bujuk Kelompok Bersenjata Hentikan Pertempuran di Tripoli”

  1.  

    Libya sepeninggalan kaddafi….malah tambah ancur.kekacauan & penjarahan dimana-mana terjadi.persaingan kelompok antar faksi demi kepentingan politik.ASU dimana-mana kerjaannya memang merusak keseimbangan.

    •  

      Sebelumnya intelejen Inggris yg sejak awak mendanai dan mempersenjatai kelompok yg sudah di pecah dari para militer di sana dan citra satelit Inggris yang menangkap iring-iringan dari rombongan Khadafi, dengan menggontak darat para pemberontak dukungan Inggris untuk melakukan penyergapan dadakan dan kemudian Khadafi gugur tertembak. Dan pecahlah perang antar faksi untuk mengusai Tripoli, dan di saat militer terpecah, saat itulah ISIS di masukan oleh AS.

  2.  

    USA and sekutu nya tidak tanggung jawab …
    Setelah hancur berantakan jadi negara gagal …ditinggal begitu Saja ..
    Ya begitu lah…tidak kaget…tidak Heran.

 Leave a Reply