PDIP Bakal Minta Pertamina IPO

268
96
Gedung Pertamina
Gedung Pertamina

Anggota PDIP usulkan Pertamina go public, jual sahamnya di Pasar Modal


Jakarta – Masalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi masalah yang besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Pasalnya, akibat subsidi yang tinggi, maka anggaran negara semakin tertekan.

Anggota Komisi VII DPR Effendi Simbolon mengatakan, keputusan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, akan bersandar pada konstitusi dan undang-undang (UU) yang mengatur khususnya mengenai migas.

“Namun demikian, pengenaan subsidi itu pada harkat hidup orang banyak memang benar. Ada masyarakat berhak atau tidak, kita melihat orang yang menggunakan BBM bersubsidi masyarakat Indonesia yang berkalangan menengah,” ujar di dalam diskusi Polemik Sindo di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (30/8/2014).

Dia mengatakan, koreksi-koreksi yang datang menjadi masukan khususnya mengenai migas. Menurutnya, dasar menaikkan harga BBM tersebut tentu berlandaskan dari hasil audit.

“Kami mengingatkan pemerintah baru harus memulai dari hasil audit. Kita membutuhkan audit sampai forensik, kita bedah tuntas, berapa sebetulnya harga per liter, mengapa kita berikan harga sekian dan ditambah dengan subsidi? Masyarakat perlu tahu,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya angka yang dapat dicek, maka tidak akan menimbulkan persepsi yang salah. Karenanya, dia berharap Pertamina dapat go public, sehingga akses kontrol bisa dilihat oleh setiap warga negara Indonesia.

“Bagaimana mungkin kita tahu belanja per liter, sementara belinya ke Petral saja berapa kita enggak tahu, ketergantungan kita bahkan ada di Petral, kenapa kita enggak mengoreksi saja, kenapa jadi orang-orang yang tidak terlibat jadi ikut dipusingkan,” kata dia.

“Seharusnya kita bisa cari tahu mafia-mafia migas yang tidak pernah tersentuh. Jadi jangan lagi kita berdiskusi di ruang tertutup, agar stake holder-nya bisa semua orang,” tutupnya. (okezone.com)

268 KOMENTAR

  1. klo di ingt2 lom pernah ada y presiden mikirin nasib kuli pabrik, boro2 kesejahteraan UMK/UMS aja di kutak katik angka nya persis angka togel, gak pernah tembus,..eh skrng malah pda ribut jual aset negara,…emm kira2 kuli/buruh kecipratan gk y…..hihihihi (mimpi kuli pabrik kaleng)

  2. Pemikiran ini yang menurut saya agak aneh dan kolot.

    1. Apakah TRANSPARANSI, PROFESIONALISME, MAJU dan BERKEMBANG nya suatu perusahaan negara harus dengan PENJUALAN SAHAM? Jawabannya TIDAK. Banyak solusi lainnya untuk TRANSPARANSI maupun PROFESIONALISME bagi perusahaan milik negara. Tentunya para pakar di bidang Management Mutu punya solusi2 tersebut.

    2. Selain itu apakah yang dimaksud dengan TRANSPARANSI adalah dengan membuka informasi keuangan perusahaan bagi SEMUA pihak. Jawabannya TIDAK.

    3. Apakah dengan IPO maka akan banyak rakyat indonesia yang akan berlomba2 membeli saham perusahaan2 negara tersebut? Jawabannya TIDAK. Kemungkinan yang akan berlomba2 membeli saham perusahaan2 negara tersebut adalah pihak ASING atau rakyat indonesia yang menjadi BONEKA ASING.

    Jadi solusi PEJUALAN SAHAM bagi perusahaan negara yang menguasai harkat hidup orang banyak dengan tujuan agar terciptanya TRANSPARANSI adalah ALIBI saja bagi para BROKER.

  3. Saya sebagai rakyat awam dan oot sangat senang dengan ulasan dan pencerahan para sesepuh (sambil colek Cak@Satrio ) Dalam setiap komentar selalu didasari oleh argumen yg jelas dan kuat. Sayangnya akhir2 ini banyak bermunculan komentar2 yg fulgar dan mencaci maki thd sesuatu yg belum terjadi dan mungkin bisa terjadi bisa tidak (spt warung sebelah yg suka saling lempar bata). Masih katanya tapi sdh dicaci maki, kalau mungkin sdh mau diputuskan atau bahkan sdh diputuskan, kalau tdk benar ayo bareng2 dikritik dan dicaci maki. Monggo saja (sambil colek Bung@Diego). Maaf hanya pendapat oot dari pedagang ayam di pasar.

    • Wkwkwwk… yah memang dinamika bung preman.. malah ane amati ini entah pendatang baru ato SR, nickname nya aja udah mengundang rame πŸ˜†

      politik itu kejam bung .. ortu ane dulu sampe ngelarang ane masuk kuliah jurusan politik biar gk jadi politikus hahaha

      Btw udah dapet belum si dia nya? :mrgreen: πŸ˜†

      • sama bung AFN alhamdulillah sy dijauhkan sama dunia politik cuma jd penjaga toko..hehehe.Sebenarnya politik itu baik bung AFN..cuma manusianya yg membuat politik itu kotor dan kejam karena bnyk yg menghalalkan segala cara untk mencapai tujuan makanya bnyk orang baik2 begitu terjun kedunia politik citranya hancur dan ikut dlm permainan politik ..

  4. Jual di OLX saja…Pertamina, PGN, PLN, Bank BI,Bank Mandiri, Bank Mi’un, kalau perlu kampusnya di jual jg macam UI, UGM, ITS…

    Makai bhs halus go publik, klo gak ada yg mau beli sahamnya, ya bangkrut, dan minimal kenaikan BBM akan menjadi-jadi.

    Dari dulu mereka ini suka berfikir instan untuk memnuhi kebutuhan sesaat saja, tapi jangka panjangnya noooll

  5. Pertamina, PLN dan perusahaan yang masih menjual produk yang disubsidi pemerintah sebaiknya jangan IPO dulu. Kalaupun mau IPO sebaiknya adalah anak perusahaan yang melakukan kegiatan yang tidak berhubungan dengan subsidi.
    Jika Pertamina IPO, sementara perusahaan itu masih menjual produk yang disubsidi pemerintah artinya pemerintah memberikan keuntungan yang PASTI kepada investor (yang belum tentu investor lokal).
    Contoh Solar Harga keekonomian 11.000 an
    Dijual Pertamina 5.500
    Subsidi 5.500
    Harga keekonomian ini merupakan biaya produksi+biaya distribusi+MARGIN

    Artinya keuntungan yang sudah pasti tersebut akan dinikmati oleh para pemegang saham publik Pertamina yang jika tidak Go Public akan kembali lagi ke pemerintah.
    Sementara data investor di pasar modal kita lebih dari 50% masih dikuasai investor asing sisanya baru investor lokal. Artinya ada kemungkinan saham publik Pertamina yang beredar 50% lebih juga akan dikuasai investor asing demikian juga keuntungan yang dibagikan.

    Kalau Pertamina mau IPO sebaiknya tunggu sampai Pertamina tidak lagi menjual BBM subsidi atau silahkan IPO anak-anak usaha yang tidak berkaitan dengan subsidi misalnya PHE.

    Kalau mau transparan tanpa IPO menurut saya juga bisa, dengan cara audit independen termasuk biaya migasnya dan hasilnya diumumkan ke publik.

    Kalau Pertamina mau dibuat besar seperti Petronas misalnya, berikan keluasaan untuk berinvestasi dan kurangi target setoran laba ke pemerintah.
    Contoh selama 10 tahun ini pemerintah tidak mampu membangun kilang minyak sendiri karena kendala biaya (100T), sementara setoran keuntungan Pertamina 25 T. Jika saja Pertamina boleh tidak setor deviden tapi membangun kilang maka dalam tempo 4-5 tahun kilang sudah bisa dibangun

  6. Jangan fokus ke bbm saja, tuh jalan macet terus tiap hari, kendaran tiap hari bertambah tapi jalan raya-nya nggak pernah ditambah, pangkas pak kalau bisa penjualan kendaran tuhh!? sekarang aja sudah nggak karuan macetnya apalagi 2 taun-3 taun mendatang! ada lagi nih usulan saya, tanah buat tanam padi sudah mulai habis buat perumahan2, lha nanti bagaimana nasib anak cucu kita bisa2 nanti sudah gak bisa makan nasi.

  7. Sudahlah kawan kawan….kalo ngomongin PDIP gak akan ada abis abisnya…jgnlah di kaitkan dgn jokowi karena sy tahu hati nuraninya bertentangan tp apa daya pemerintahan kan di gerakan oleh sistem bkn dia seorang (trias politika montesqui: eksekutif,legislatif dan yudikatif)…kalau melanggar tinggal pilih…mau impeachment atau….. :mrgreen:

    • Dalam pikiran saya, kepemimpinan ke depan di negara ini amat dipengaruhi kekuatan di sekitar presiden. Jadi hampir semacam kepemimpinan “kolektif. Apalagi untuk Pak Jokowi, Kalau Pak SBY, beliau adalah “pemilik” PD. Tapi untuk pak Jokowi, beliau bukan “pemilik” PDIP.

      Jadi kalau Pak SBY saja dalam praktik sering harus “kompromi” dengan partai kongsi dan partai seberang, apalagi Pak Jokowi, jangankan partai kongsi dan partai seberang, dengan partai pengusungnya pun harus kompromi.

      Ya kita lihat saja.

  8. Pagi abangda sekalian.Komen pada jgn marah2 ya? Soalnya emang sdh DNA partainya.Yg cocok pilih lagi,yg tak cocok tinggalkan.Kedepan mungkin partai hrs dibagi 3 golongan prti dulu.1.Partai peDagang Indonesia .2.Partai Korupsi Ramai2 Ya. 3.Partai Sains Tenics Indonesia. Cocok klian rasa? (cape deeh…).

  9. Pertamina IPO…? Utk ini secara pribadi tidak setuju. Untuk professional tidak harus IPO. Setuju pendapat warjager sebelumnya. Bp JOKOWI tentunya sbagai calon presiden mendatang harus punya nyali/jiwa jihad untuk memberantas Mafia Minyak. Karena minyak adalah industri paling strategis di bumi ini. BUMN yang lain boleh IPO/Go Public. Yang ini jangan. Sekali masuk IPO, memberi peluang yang lain untuk mengacak-acak pertamina secara sistematis lewat pasar.

  10. Widih,dr mlm sampe pagi gak istirahat ni warung,busyeet..lebih heboh dari pasar modal,salut deh buat para penghuni wrjag..kalo bumn mo ipo yo musti sehat keuangannya dulu,baru laku di pasaran,lha wong pertamina itu keuangannya sakit berat yo gak laku kalo sahamnya dijual sekarang, kalo emang keuangannya sehat pasti pak dahlan udah launching ipo pertamina dr kemaren2, lha orang sekelas bu karen aja menyerah kok mikir piutang pertamina yg gak pernah dibayar dan utang yg semakin bengkak,jd strategi ipo ya strategi yg salah krn kalo dijual saat ini harganya akan sangat-sangat amat murah,kalo dick cheney mau beli 49% sahamnya yo dia punya hak menempatkan komisaris di pertamina,ini sangat beresiko buat bumn strategis kt bung,perbaiki dulu keuangannya baru ipo,itupun jgn lebih dari 40%

  11. Tenang coy, jokowi yg milih bukan cuma org2 pdi. Bahkan kemaren lok konstitusi memberi jalan buat jokowi dicalonkan independen(non partai), tetap bisa menang kok,malah mungkin bisa dpat suara lbih dari yg kemaren. Krna memang bnya jga yg sebenarnya suka ma jokowi tapi tdak memilih, krna tdak suka sama pdi-nya. Tapi bnyak jga yg dulunya suka golpot, namun ktika ada jokowi dicalonkan,jadi ikut mendukung. Jadi tenang, jokowi tdak akan gampang diatur-atur ma pdi. Jadi kita jngan kburu menghakimi jokowi gagal, lha wong jokowinya aja lum dilantik lho.

  12. soal migas…jadi inget kisah ibnu sutowo..dia di kucilkan akibat kesalahannya atau akibat orang2 yg terancam eksistensinya..
    pernah dapet bocoran dr wartawan senior,alm pernah bilang “saya lebih baik di hukum,daripada seperti ini”..ane blm faham itu statement pembelaan diri atau curhatan ibnu sutowo..

  13. Bung DANU ini kenapa yaa ??
    Gak usah merendahkan orang lah,,, warjager butuh pencerahan,
    Sebagai sesepuh perlu KEIHKLASAN dalam membagikan ilmunya
    Gak perlu menyerang pribadi atau berjamaah untuk menunjukan diri sendiri lebih tau dari yang belum tahu,,

    AYOO warjager di tata lagi prilaku dalam proses berbagi pengetahuan ,disini
    Kalau dimulai dengan santun berakhirnya pasti dengan santun

    grisien kupingku

    • lha iya bung danu
      Jangan kita kita yang lebih lama disini terpengaruh ikut ikutan mengatakan culun,, bagi yang belum mengerti,

      Tugas kita memang memberikan pencerahan kepada warjager
      ihklas saja ,,,

      Oh ya bung danu coba kiita diskusi tertutup dengan para admint bagaimana cara memajukan warjag agar menjadi media yang mumpuni dan menjadi kontributor bagi Indonesia jaya,,

      • bung Satrio

        > penggunaan culun niatnya seperti dokter yang harus mengatakan hal yang sebenarnya kepada pasien, walaupun getir / sangat tidak menyenangkan.
        terukur, tidak sampai menggunakan kata2 mutiara.

        > ada yang udah dijawab ikhlas malah dibalas dengan ngetroll, prinsip saya setiap komen / pertanyaan yang baik sangat diusahakan untuk ditanggapi dengan baik juga

        > setuju

    • izin replay!! turut prihatin juga pak satrio@

      klu pandangan dan pengamatan aku diskusi di atas udah mulai ada kemajuan ndan ! mulai ada arah yg bagus dan bahasanya mulai baik πŸ˜€ ndan! ini adalah pembelajaran demokrasi ..menurut aku bagus bung diego@menurunkan artikel politik ,ini pembelajaran politik dan berdemokrasi dalam kebebasan menyatakan pendapat ..sedikit demi sedikit namun nyata akan berakhir dengan diskusi yg menghargai perbedaan pendapat ,,

      menurut aku perbedaan itu kekayaan dan demokrasi itu sendiri,,
      klu manut iya semua atw tidak semua ..tidak ada keseimbangan dan itu kemunduran bagi berdemokrasi dan itu tidak baik ,

      klu salah dan kurang maaf ndan !
      salam demokrasi πŸ˜€

  14. Pertamina adalah salah satu instrumen untuk mengendalikan harga minyak di indonesia dan juga sebagi operator.jika ladang minyak sdh dikuasai asing,operator dikuasai asing,maka harga miyak terserah asing dong.pemerintah tdk dapat berbuat banyak.jika harga minyak mahal ,transportasi ikut mahal,barang ikut mahal. Ente mau harga beras jadi 15000/kg?garagara minyak mahal,infrastruktur banyak yg rusak.jika segala sesuatunya diserahkan ke pasar maka tdk ada lagi kebijakan yg ada bg mana mendapatkan keuntungan sebesar besarnya.

  15. Sekarang saya tanya kepada yg pro! apakah 51 % cukup kuat untuk menghadapi yg 49 % asing?mungkin ya secara logika tapi mafia minyak dunia sangat kuat mereka akan saling membantu.kalau masalah transparansi,suruh saja kpk dan akuntan publik memeriksa.

    • 51 % persen di pegang pemerintah
      30 % di pegang pegawai
      20 persen ..di jual ke publik dalam atw luar

      51 % pemerintah akan pegang regulasi dan pemerintah yg mengangkat direktur ,,mengatur dan memastikan minyak dan gas tersebar dan terjangkau biasanya minyak dan gas akan segera turun ..karna para pedagang akan menjual minyak/gas di harga bawah ..akan masuk petronas dan shell dll dan itu akan menambah inkam dari pajak akan tercipta lapangan kerja yg besar dan pertamina pun bisa go internasional dan bisa jualan / berdagang di negara lain dan klu pertamina maju ,,pemerintah akan untung besar tidak nombok terus..akan terbangun kilang pertamina di luar negeri dan pemerintah tinggal menyuruh pertamina untk menunpuk cadangan minyak untuk masa depan atw dalam keadaan darurat atw perang minyak2 itu di butuhkan πŸ˜€
      51 % + 30 % jadi 81 persen saham di pegang pemerintah .ingat !! pegawai pemerintah itu adalah pegawai negeri walau kedepan nanti yg menggaji pegawai pemerintah ini perusahannya sendiri lagi..nah!!
      nah klu begitu pegawai akan ikut bekerja dan mengawasi jalannya perusahan ,,tentu mereka takut klu gaji meraka kecil..jadi mereka akan menyarankan pertamina mebeli minyak tidak lagi pake broker dalam artian mereka bisa menentukan arah perusahannya
      ..
      pemerintah tetap mengatur persaingan dagang didalam negeri yg menyangkut hajat hidup rakyat indonesa ,,seperti perusahan bumn lain .

      apakah anda pake hp dan mengunakan kartu dari berbagai operator ..
      coba bedain kenapa di kota2 besar atw di wilayah telkomsel ,,operator lain susah bersaing coba anda pelajari bri ,,dan kenapa juga klu peke operator lain jaringannya lemah tapi ada di wilayah tertentu jaringannya kuat…itu adalah regulasi pemerintah ,,yg mengatur perdangan dgn melindungi pedangan bumn itu sendiri .
      salam bung”
      imho!

  16. Ipo pertamina bukan obat mujarab utk memberangus mafia migas atau menjaga harga bbm dlm negri tidak naik. Ingat pertamina ipo berarti ideologi pertamina sdh jd kapitalis murni yg kpi nya diukur dari profit. Oil and gas industri tdk terlepas dari system kartel. Karena minyak dan gas hanya ditemukan di beberapa negara saja dan teknologi dari hulu sampai hilir hanya di kuasaain oleh segelintir negara. Jadi utk memberangus mafia minyak adalah anda harus jd mafianya juga dng cara kuasain teknologinya dan kuasaiin daerah konsesi minyak/gasnya. Ipo pertamina juga berarti inskonstitusi krn bertentangan dengan uud pasal 33.
    Yg perlukan adalah membuat energi alternatif shg rakyat tdk tergantung lg kepada hydrocarbon fuel and its accociate or non accociate. Itu adalah tugas pemerintah sbg regulator. Dng adanya uu yg saling menguntungkan, maka investor akan menanamkan modalnya utk energi alternatif.
    ada banyak cara utk menekan subsidi minyak, tp bagi org panik dan tdk mikir jangka panjang, maka menjual aset negara adalah obat yg dapat menyembuhkan negara selama 5 tahun pemerintahannya saja, tp negara mengidap kanker seumur hidup. Contoh: penjualanan indosat, vlcc tanker, bca, tangguh lng.
    Indonesia banyak orang hebat dan pintar, tp yg dihargai pendapat dan omongannya hanya orang2 yg berpikiran pendek dan semu.
    Semoga Allah SWT menjauhkan Indonesia dari orang2 fasik dan munafik tsb. Aamin.

  17. HUH… andaikata..aku dimobil itu tentu tdk dibus ini(karatan).seandainya aku dirumah(istana negara)itu..tentu tdk digubuk ini.umpamanya aku dpt lotre.. tentu saja..aku tdk kere.. a a a andaikata..ka ka ka kalau saja..u u u umpamanya. oh ya..ya nasib.nasibku jelas bukan nasibmu.. hik..hik..hik.

  18. hati-hati, menurut saya ini trik baru dari mafia yang ada di singapura, mereka mau membeli mayoritas saham yg ada di pertamina melalui pembelian yg ada di IPO. Penguasaan saham di pertamina ini akan membuat mereka mempunyai suara atau kuasa atas kebijaksanaan pertamina di indonesia. Pintar sekali mengatasnamakan nama rakyat untuk melakukan penjualan pertamina ini.

    Kita tidak boleh lupa, akibat penjualan indosat ke temasek, indosat mengalami penurunan keuntungan dan kenaikan hutang usaha. Disini kita mengalami kerugian dua kali, kehilangan potensi deviden dan penerimaan pajak akibat penurunan profit ini.

    PDIP bisanya cuma menjual asset negara untuk mendapatkan penghasilan, fee dari penjualan tsb dan potensi transfer pricing akan bermain disini. Kalau misalnya jadi harus diingat harga sahamnya, kasus penjualan indosat dgn harga yg sangat murah akibat permainan mafia agar tidak terulang kembali.

  19. Negara salah kelola yah gini..? Carut marut di mana2.. gak disana.. gak disini.. mbahas sampe ratusan komen sampe gak karuan melebar kemana2 yg mslh sebenarnya gara2 oknum2 dan mafia migas asing toh ? kalau sdh tau biang penjahatnya adlh oknum2 yg bermain dan mafia migas kenapa kok gak diberantas toh? setidaknya pengawasan yg ketat dari aparat yg berwenanglah. kalau pengawasan ketat sesuai uu pasti mafia migas mampus, gak perlu ada ipo segala. kecuali mmg ada agenda terselubung utk menguasai asset strategis. Ipo utk asset strategis ini seperti gak ubahnya pemerintah membuatkan landasan bagi negara2 asing mendapat pijakan utk dpt hak bersuara dan mengintervensi kebijakan yg sdh dibuat pemerintah. Kebijakan ipo ini sprt gak ubahnya seorang dokter memberi pasien yg sakit kepala tp diberi resep obat sakit mencret.

    note. Ipo atw appn namanya yg ujungnya produk kapitalis jangan pernah dilakukan utk asset2 strategis yg menyangkut hajat hidup orang banyak melanggar uud. sesuai yg di amanatkan uud45 pasal 33. revisi dulu itu pasal baru boleh sesuai hukum. Salam..

  20. Sukarno adalah pendiri RI, Panccasila dan UUD 1945 adalah hasil pemikirannya. Sekarang orang – orang PDIP dibalik kedok partai rakyat (marhaen/PNI) ingin kaya jalan pintas dengan meninggalkan Pancasila dan UUD 1945 ke faham Liberalis yang memungkinkan mereka menguasai BUMN (menjadi komisaris/pemegang saham) seperti Laksamana Sukardi. Kedok untuk kepentingan rakyat, nyatanya untuk kepentingan Elit PDIP.

  21. luar biasa….selalu menguntungkan pemilik modal, padahal semua modal apapun dan termasuk uang, negara memilikinya setidaknya memiliki kewenangan utk menciptakannya, tdk akan pernah masuk akal menjual harta yg dimiliki, krn yg tdk ada pun akan di upayakan utk dibeli, jika pemerintah lakukan itu,….. revolusi rakyat!!! adalah solusi,