Des 152018
 

Tu-160 Rusia. (Dmitry Terekhov via commons.wikimedia)

M0skow, Jakartagreater.com –  Pernyataan Duta Besar AS untuk Kolombia Kevin Whitaker yang menyebut pengebom Rudal strategis Rusia berupa “barang antik di museum”, adalah pernyataan yang amatir, ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, Jumat 14-12-2018, dirilis TASS.

Menurut jenderal Igor Konashenkov, “Kementerian Pertahanan Rusia tidak terkejut oleh pernyataan amatir dari perwakilan Departemen Luar Negeri AS tentang pesawat taktis pembawa Rudal Tu-160 di tengah kesunyian para ahli profesional Pentagon.”

“Sejak saat penciptaan mereka, Tu-160 yang membawa Rudal strategis bahkan tidak memiliki analog yang sebanding di Amerika Serikat atau di negara anggota NATO lainnya dengan kecepatan yang mereka kembangkan, muatan senjata, jangkauan operasi dan tidak dapat diakses olehk setiap kemampuan pertahanan udara, “kata Konashenkov.

Sang jenderal juga, mengingatkan bahwa produksi versi upgrade dari pembom Rudal strategis Tu-160 telah diluncurkan, dengan kemampuan yang meningkat, kata juru bicara Kementerian Pertahanan itu. Seperti yang Konashenkov catat, Tu-160 dapat dibandingkan dengan “barang antik di museum” hanya dalam konteks “mengagumi karya agung pemikiran rekayasa domestik di bidang pembuatan pesawat hingga membuat iri para simpatisan Rusia.”

Tu-160 Rusia. (Russian Presidential Press and Information Office)

Kantor pers Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada hari Senin 10-12-2018 bahwa 2 pengebom rudal strategis Rusia Tu-160, pesawat militer dan transportasi berat An-124 Ruslan dan pesawat jarak jauh Il-62 dari Angkatan Udara Rusia telah tiba di Venezuela.

Pada hari Rabu 12-12-2018, Kementerian Pertahanan melaporkan bahwa pesawat Tu-160 telah tinggal selama sekitar sepuluh jam di langit di atas Laut Karibia dan didampingi jet tempur Venezuela pada beberapa tahap penerbangan mereka.

Dilaporkan pada hari Jumat 14-12-2018 bahwa pembom-pengangkut Rudal Rusia telah berhasil melakukan penerbangan di atas Samudera Atlantik dan mendapat perintah untuk kembali ke pangkalan-pangkalan mereka di Rusia.

Tu-160 adalah pesawat terbesar dengan variable-sweep wing dan salah satu pesawat tempur paling kuat di dunia. Pada tahun 2015, keputusan diumumkan untuk memulai kembali produksi pembom strategis di Kazan Aviation Enterprise.

Pada 16 November 2017, pesawat baru dikirim dari bengkel perakitan terakhir ke stasiun pengujian penerbangan. Berkat peningkatannya, efisiensi pembom Tu-160 diharapkan meningkat sebesar 60%.

  13 Responses to “Pejabat AS Sebut Tu-160 “Barang Antik”, Ini Kata Rusia”

  1.  

    waka waka waka…. 😆
    barang museum,,,,bensinnya boros,,,turn around sekitar 1-2 hari….kgk punya jammer inboard,,,,radar kgk bagus, masih mending b-52 bisa dipasang pod aesa, eagle eye 😀

    apalagi yah,,,, ada yg mau tambahin… 🙄

  2.  

    Makanya, karena itu senjata tua, mestinya AS gak perlu uring-uringan ato panik berlebihan klo ada keluarga bomber Rusia maen-maen kesana atau jalan-jalan di sekitar pasifik…

    Here’s why Russia’s new Tu-160M2 could be NATO’s worst nightmare

    https://nationalinterest.org/blog/the-buzz/heres-why-russias-new-tu-160m2-could-be-natos-worst-25045

    •  

      Bomber doktrinnya akan tidak terpakai lagi setelah 2020, B-1 saja mau pensiun, apalagi B-2, amrik paling masih ninggalin B-52 dengan beberapa upgrade di pylonnya dan internal bay nya…..
      B-1 saja payloadnya bisa gotong 24 rudal atau variasi lainnya dengan penambahan pod infrared……
      B-52 payloadnya bisa gotong 12 rudal atau kisaran 18 bom glide, dan variasi lain nya……..

      Tu-160 payloadnya bisa gotong 12 rudal ,,,,,,,,, berarti cocoknya disamakan dengan B-52 donk…..silakan lha cek wiki…….
      ya po ora son 🙄

  3.  

    nampaknya di banding b1 b lancer blackjack lebih unggul radius tempur tanpa pengisian ulang
    muatan persenjataan dan kemampuan nuklir kecepatan supersonic jg lebih unggul jauh
    tapi ya bagaimana ya kalau body barang amerika itu lebih oke desainya.ini kalau di adu mirip f15 vs su 30 lah
    ada kelebihan dan kelemahan masing2 tergantung doktrin

    •  

      Nah, secara desain, memang pengembangan Tu-160 ini adalah untuk mengimbangi peran dari pembom B1, bukan B-52, mestinya bung @WI diatas membahas kelebihan B-1 atas Tu-160. Tapi mungkin beliau udah ngantuk jadi gak sinkron lagi 😀 hehehehe

  4.  

    bung @lingkar kok nggak jadi moderator lg kaya dlu

  5.  

    Tu-160 merupakan pembim strategis jarak jauh dan merupakan pesawat supersonic terbesar dlm penerbangan militer
    Lebih lanjut : https://militerhebatdunia.blogspot.com/2017/09/tu-160-white-swan-russias-beautiful.html?m=1