Feb 262019
 

Jet tempur F-16 Angkatan Udara Rumania di Pangkalan Udara 86, Oktober 2016. © Andreea Alexandru via Sputnik

JakartaGreater.com – NATO yakin bahwa pertahanan misilnya bersifat defensif secara eksklusif, dan fasilitas di Rumania serta Polandia sepenuhnya mematuhi Perjanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah (INF), menurut Wakil Juru Bicara NATO Piers Cazalet seperti dilansir dari laman Sputnik.

“Klaim Rusia terhadap sistem pertahanan rudal NATO adalah upaya terang-terangan untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran Perjanjian INF. Klaim-klaim ini sudah lama dan tidak berdasar. Seperti yang telah berulang kali kami jelaskan, pertahanan rudal Aliansi adalah murni pertahanan. Situs Aegis Ashore di Rumania dan Polandia sepenuhnya sesuai dengan Perjanjian INF”, kata Cazalet.

Dia mengatakan NATO sedang menilai situasi di sekitar INF, menambahkan bahwa tanggapan aliansi NATO akan dipertimbangkan dengan baik, akan tetapi NATO tidak berencana untuk menggunakan senjata nuklir berbasis darat baru di Eropa.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu mengatakan bahwa AS secara langsung telah sangat melanggar Perjanjian INF, meluncurkan rudal target dan menempatkan peluncurnya di Rumania.

Gambar senjata termonuklir B61 buatan Amerika Serikar © US Department of Defense via Wikimedia Commons

Pejabat senior tersebut mengatakan lebih lanjut bahwa NATO memperhatikan pidato pemimpin Rusia itu kepada parlemen pada hari Rabu, dan menganggap pernyataan Rusia mengancam aliansi tidak dapat diterima.

“Kami telah mencatat maksud Presiden Putin 20 Februari. Pernyataan Rusia yang mengancam target aliansi tak dapat diterima. Kami menyerukan Rusia untuk fokus kembali mematuhi Perjanjian INF. NATO adalah aliansi defensif, yang siap berdiri untuk membela semua anggota terhadap ancaman apa pun”, kata Cazalet.

“Kami tidak ingin perlombaan senjata baru, dan aliansi telah berulang kali meminta Rusia untuk memusnahkan rudal jarak menengahnya”, tambahnya.

Berbicara kepada Majelis Federal Rusia sehari sebelumnya, Putin mengatakan bahwa Moskow akan dipaksa untuk memberikan tanggapan yang memadai terhadap semua kemungkinan penyebaran rudal balistik jarak pendek dan menengah di Eropa oleh Washington.

Putin menekankan bahwa persenjataan Rusia, dalam hal ini, dapat menargetkan tidak hanya daerah-daerah yang secara langsung mengancam Rusia tapi juga daerah-daerah di mana pusat pengambilan keputusan tentang penggunaan sistem rudal itu berada.

  3 Responses to “Pejabat NATO: Tak Ada Rencana Sebar Senjata Nuklir Baru di Eropa”

  1.  

    Di sebarin juga g apa2 ..semkin banyak rudal nuklir di sebar..smakin hot tuh kawasan eropa..

  2.  

    MALING MANA ADA NGANGKU YA…
    JUSTRU MALING SELALU BERDALIH ANTI PEMUSNAH MASAL ANTI KEJAHATAN INTERNASIONAL PADAHAL MISI USA DAN EROPA SELALU BERGANDA STANDART………….. MUSUH TETAP DI CAP TERORIS…………. BHS TERORIS MILIK MEREKA EROPA DAN USA…………………

  3.  

    Sebarin juga gpp, nanti Russia sebarin juga senjata nuklir di Kuba dan Crimea, biar hangus nya merata

    :cool: