Apr 152018
 

B-1 Bomber setelah terima bahan bakar dari KC-135 Stratotanker dalam rute serangan ke arsenal kimia Suriah, 14/4/2018. (photo: USAF – US DoD)

Washington, Jakartagreater.com – Rezim Suriah menewaskan sedikitnya 45 orang dan membuat ratusan orang jatuh sakit dalam serangan senjata kimia di Douma, Suriah, 7 April 2018, dan pada 13 April 2018 satuan militer AS, Inggris dan Perancis melancarkan serangan yang sangat merusak arsenal kimia Suriah dan mengirim pesan kepada pemimpin Suriah Bashir Assad untuk berhenti menggunakan senjata kimia terhadap bangsanya sendiri.

Kepala juru bicara Pentagon Dana W. White dan Direktur Staf Gabungan Militer AS, Letnan Jenderal Marinir Kenneth F. McKenzie, memberi penjelasan kepada pers 14/4/2018 dari Pentagon tentang operasi yang mengatakan bahwa itu berhasil dan tidak ada korban dari Sekutu, dirilis Defense.gov.

Dana W. White mengatakan serangan terhadap warga sipil tak bersalah di Douma “menuntut tanggapan,” dan sekutu menargetkan infrastruktur senjata kimia rezim Suriah. “Kami meluncurkan serangan ini untuk membatasi kemampuan Suriah menggunakan senjata kimia di masa depan,” katanya.

Operasi Direncanakan dengan Seksama

Operasi itu diatur secara hati-hati dan direncanakan secara metodis untuk mengurangi kemungkinan korban sipil, kata juru bicara itu. Rudal menghantam sasaran selama jam-jam pra-fajar di Suriah, dan para perencana, pengguna senjata dan awak pesawat berhati-hati untuk memastikan sedikit collateral damage. “Kami berhasil mencapai setiap target,” kata White.

Rudal menghantam tiga sasaran senjata kimia militer yang berbeda. “Ketiga fasilitas tersebut – atau lebih tepatnya, adalah – komponen mendasar dari infrastruktur perang senjata kimia rezim,” kata McKenzie.

Satu target, pusat Barzah, menjadi pusat penelitian, pengembangan dan produksi rezim untuk senjata kimia dan biologi. Foto-foto yang diambil setelah penyerangan menunjukkan bahwa di mana sekali tiga bangunan berdiri, sekarang tidak ada apa pun selain puing-puing.

Penyerangan juga menghantam fasilitas penyimpanan senjata kimia dan fasilitas bunker kimia. “Kami memilih target-target ini dengan hati-hati untuk meminimalkan risiko pada warga sipil yang tidak bersalah,” kata jenderal itu.

“Kami masih melakukan penilaian kerusakan yang lebih rinci, tetapi indikasi awal adalah bahwa kami mencapai tujuan militer kami tanpa gangguan material. Saya akan menggunakan tiga kata untuk menggambarkan operasi: Tepat, luar biasa dan efektif, ”katanya.

Sekutu Tembakkan 105 Senjata

Sekutu menembakkan 105 senjata ke target ini. Rudal-rudal itu berasal dari platform Inggris, Prancis dan Amerika di Laut Merah, Teluk Persia dan Mediterania Timur, kata McKenzie.

“Semua senjata mencapai target mereka dekat dengan waktu yang ditentukan sesuai target,” katanya. Kapal-kapal Amerika adalah: USS Monterrey, USS Laboon, USS Higgins dan kapal selam USS John Warner. Dua pembom B-1 Lancer meluncurkan rudal-rudal terpisah dari udara-ke-permukaan. Pesawat pendukung – tanker, pesawat tempur, pesawat perang elektronik, dan lainnya – juga berpartisipasi.

“Tidak satu pun dari pesawat atau rudal kami yang terlibat dalam operasi ini berhasil dicegat oleh pertahanan udara Suriah,” kata McKenzie. “Kami tidak memiliki indikasi bahwa pertahanan udara Rusia dipekerjakan.”

Respon Suriah tidak efektif karena orang-orang Suriah meluncurkan rudal-rudal permukaan ke lintasan balistik. “Sebagian besar peluncuran terjadi setelah penyerangan kami berakhir,” kata jenderal itu. “When you shoot iron into the air without guidance, it has to come down somewhere.”

Sejak penyerangan itu, para pejabat AS belum melihat respon militer dari para aktor di Suriah. “Kami tetap diposisikan untuk melindungi pasukan kami dan orang-orang di koalisi jika terjadi sesuatu,” kata jenderal. (Defense.gov).

Bagikan:

  61 Responses to “Pejabat Pentagon Paparkan Serangan ke Suriah”

  1.  

    Prok…prok…prok…prok …

    •  

      Mau jumlah rudalnya yang masuk 105 kek, 90 kek atau 50 kek yang penting Trump keep on promises!!! Tidak seperti Putin, omdo doang, mau S-400 ini mauS-400 itu…

      Yang awal 49 ngomong doang mao bales
      Yang ini 105 ini masih mau omdo lagi?

  2.  

    menembak rudal belum berarti mencegat rudal……….
    “When you shoot iron into the air without guidance, it has to come down somewhere.”

    sekaligus teka teki silang buat fanasboy, dan sumbu pendek yg meluncur menggunakan metode cold launch………xixi

  3.  

    Wow boombastis pernyataannya! Rudal canggih dan pintar bs slonong boy tanpa bs dicegah, yg jd pertanyaan klu 105 rudal menghantam 3 sasaran dampak ledakannya bs seperti apa ya? Terus vidio keberhasilan pencegatan dikatakan bohong dong karena bukan standard film Holywood kwalitas gambarnya!he3.

  4.  

    Memang ada pencegatan tetapi yang ada di video sesudah arhanud diluncurkan selang berapa detik langsung hilang dan tidak ada ledakan di udara. Kalau kena ke rudal penyerang pasti ada ledakan di udara.

    Yang ada malah banyak sekali ledakan di darat (missile penyerang mengenai sasaran).

  5.  

    Aneh ya 100 rudal gak ada korbanjiwa dan cmn ngacurin 3 gedung .. dan di bilang rudalnya gak ada yg di tangkis dengan pertahanan udara

  6.  

    3 target dipakai 105 rudal, itu kata sekutu loh, ngapain hanya untuk 3 target perlu dipakai 105 rudal? Itu artinya rudal ngawar ngiwir ngepot tanpa arah kayak patriot suadia dan bisa juga rontok kena tangkis.

    Seharusnya cukup 3 rudal untuk 3 target lah, tidak perlu dihitungkan lagi, kecuali NATO bilang cuma pakai 3 rudal maka itu bisa masuk akal jika telah kena sasaran tanpa dirontokkan

    😎

  7.  

    Dilihat aja kedepannya yg tambah laku tomw nya atau SAMna…kalo dilihat dr peristiwa yg 59 rudal tomw,..S400 semakin laris..nah kalo yg 100 rudal ini gimana??..

  8.  

    Loe bilang gak mungkin digrebek satpol pp yg dikomandoi jimmi on krna loe pakai ilmuu? Klu loe pakai ilmu kagak mungkin lah loe rahasiakan itu pria istri orang

    Hahhaahaaaa

  9.  

    3 Target tingkat kerusakannya parah, wajarlah di hajar 32 rudal yg menghantam tidak tepat sasaran.

  10.  

    Ingin saya juga ikut debat2 seperti abang2 di atas, tapi mana saya bisa?, Memperdebatkan segala sesuatu yg saya sendiri pun belum tau apa yg sebenarnya terjadi, siapa yg berbohong dan siapa yg berdusta mana saya tau? Toh saya cuma org biasa yg cuma bermodal link internet dan video yutub, dan bahkan bukan saksi mata dan tdk hadir di tempat kejadian, bukan juga pejabat tinggi militer atau petinggi pejabat pemerintahan yg punya koneksi dengan para petinggi rusia dan AS yg Mengetahui apa yg sebenarnya terjadi saat serangan tsb.

  11.  

    Please deh… itu ada video peluncuran rudal Tomahawk dari submarine kenapa tidak dibahas??? perhatikanlah…
    Tapi jujur sebenarnya memang sama sekali tidak jelas… dan kalau itu peluncuran dari kapal selam, dan direkam sendiri, berarti itu kapal selam ngga menyelam…
    Apa ga malu sama sebelah yang peluncuran dari bawah air sudah begitu di siang hari…

  12.  

    Siapa pun yg berani menyerang Suriah, akan menerima balasan. wkwkkwkw (MEONG)

    Cape deehh…

  13.  

    105 rudal kerusakan cuma segini, suriah akan jadi militan kayak palestina (bersatunya muslim dan nasrani)

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1239528452849912&id=100003783081930

  14.  

    Negara yang punya pertahanan yang KUAT harus mempunyai EKONOMI YANG KUAT.

    Sebab untuk membeli SUKHOI, GRIPPEN, TEJAS ATAU VIPER itu menggunakan DUIT bukannya KERUPUK…

 Leave a Reply